Artikel

RME SULAP MATEMATIKA MENJADI MENYENANGKAN

https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-model-pembelajaran-realistic-mathematics-education-rme/120112

Dewasa ini, siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami. Terdapat berbagai faktor mengapa matematika dianggap sulit oleh siswa diantaranya yaitu karena matematika bersifat abstrak. Abstraknya matematika memancing para pakar pendidikan untuk menciptakan model pembelajaran yang dapat mengatasi masalah tersebut, diantaranya yaitu model pembelajaran matematika realistik atau Realistic Mathematic Education (RME).

RME merupakan model pembelajaran yang mengaitkan pembelajaran matematika dengan kehidupan sehari-hari. Banyak peneliti yang telah menguji coba keefektifan RME kepada siswa dan membuahkan hasil yang positif, diantaranya yaitu penelitian Asikin dan Junaedi (2013) yang berjudul “Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa SMP dalam Setting Pembelajaran RME”. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa RME dapat menumbuhkan komunikasi matematika siswa. Adapun hasil penskoran pada materi perbandingan yaitu level I 78%, level II 15%, level III 5%, level IV 2%, sedangkan pada materi sistem persamaan linear dua variabel yaitu level I 67%, level II 18%, level III 8%, level IV 7%.

Penelitian tentang RME juga dilakukan oleh Ridiono, dkk pada tahun 2015, dengan judul  Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis RME Berorientasi Terciptanya Berpikir Tingkat Tinggi Materi Perbandingan Kelas VII. Penelitian tersebut membandingkan dua model pembelajaran yaitu pembelajaran matematika berbasis RME berorientasi terciptanya berpikir tingkat tinggi dengan pembelajaran konvensional. Adapun hasil perbandingannya yaitu pembelajaran matematika berbasis RME berorientasi terciptanya berpikir tingkat tinggi lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penerapan RME pada penelitian tersebut tergolong efektif karena telah memenuhi syarat-syarat keefektifan RME, yaitu ketuntasan belajar secara klasikal, guru mampu mengelola proses pembelajaran secara efektif, siswa aktif dalam proses pembelajaran dan respon positif dari siswa.

Terdapat banyak penelitian selaras dengan dua penelitian di atas yang dilakukan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), diantaranya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti (2016). Penelitian ini menggunakan pembelajaran RME sebagai upaya peningkatan kreativitas siswa dalam pemecahan masalah matematika. Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran RME dapat meningkatkan pemecahan masalah matematika siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah siswa yang dapat menemukan fakta, menemukan permasalahan, menemukan gagasan, menemukan solusi, dan mengimplementasikan permasalahan. Prestasi siswa pada penelitian ini juga meningkat, hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa yang lulus KKM, yang awalnya sebanyak 12 siswa menjadi 32 siswa.

Tidak hanya siswa SMA dan SMP yang memberikan respon positif terhadap RME, melainkan siswa SD juga meberikan respon yang sama. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Nur Aini, (2016) di SDN Rancamulya, dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran RME. Hal ini dapat diketahui dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap aktivitas siswa selama berlangsungnya prsoses pembelajaran yang tergolong baik sekali, dengan perolehan angka 90,2%. Pembelajaran RME pada penelitian ini juga meningkatkan pemahaman matematis siswa sebesar 22,94%. Bukan hanya itu, pembelajaran RME juga berkontribusi besar dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa, peningkatan yang terjadi pada penilitian ini yaitu sebesar 72,42%.

Pembelajaran RME dapat menjadi solusi yang efektif terhadap masalah abstraknya matematika, karena pada pembelajaran RME siswa diajarkan matematika melalui pendekatan dunia nyata. Walaupun RME merupakan sebuah model pembelajaran yang sangat efektif digunakan tapi jika tidak disertasi dengan kreativitas guru dalam mengolah kelas maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, kreativitas guru dalam mengolah kelas khususnya melakukan pendekatan dunia nyata harus betul-betul diperhatikan, karena poin tesebut merupakan poin terpenting dalam RME.

 

REFERENSI

Asikin, M., dan I. Junaedi. 2013. Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa SMP dalam Setting Pembelajaran RME (Realistic Mathematics Education). Unnes Journal of Mathematics Education Research2(1), 204-213.

Nur’aeni, E. S., R. Irawati, dan J. Julia. 2016. Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematis dan Kepercayaan Diri Siswa pada Materi Menyederhanakan Pecahan. Jurnal Pena Ilmiah1(1), 691-700.

Rudiono, T., D. Dafik,  dan E. Wahyuningrum. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis RME Berorientasi Terciptanya Berfikir Tingkat Tinggi Materi Perbandingan Kelas VII. Pancaran Pendidikan4(1), 45-54.

Wijayanti, S. 2016. Penggunaan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas dalam Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas X. 7 SMA Negeri 1 Pulokulon. MAGISTRA28(95), 82-88.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close