Artikel

Peranan Fintech (Financial Technology) dalam Memerangi Wabah Corona

sumber: https://economy.okezone.com/

Pandemi Covid-19 telah menjadi permasalahan global yang telah menghambat kinerja di setiap sektor ekonomi. Indonesia pun mengalami dampak yang cukup serius akibat penyebaran wabah pandemi ini. Berdasarkan data proyeksi pemerintah, perekonomian Indonesia di tahun 2020 diprediksi akan tumbuh 2,3% menjadi pertumbuhan terendah dibadingkan tahun sebelumnya (CNN Indonesia, 2020). Hal ini diakibatkan penyebaran virus Covid-19 yang begitu cepat.

Begitu cepatnya penyebaran virus Covid-19 sehingga mengharuskan pemerintah untuk melakukan kebijakan Physical Distancing yang sebelumnya telah menerapkan Social Distancing, yakni pembatasan aktivitas maupun interaksi dengan orang lain di luar rumah, demi mencegah wabah Covid-19 ini. Namun penularan virus ini tidak dapat dilihat secara langsung bahkan menurut WHO penyebaran virus Covid-19 ini bisa saja ditularkan melalui uang kertas yang digunakan sehari-hari sebagai alat transaksi, meskipun itu bukan penyebab utamanya (Kompas, 2020).

Untuk mengatasi permasalahan proses transaksi keuangan ditengah wabah pandemi ini bisa dapat dilakukan secara online yakni melalui Financial Technology atau biasa disebut Fintech. Fintech merupakan penggunaan teknologi dalam sistem keuangan yang digunakan untuk melakukan pembayaran, transfer, kliring, dan penyelesaian (payment, clearing and settlement) sehingga menjadikan layanan keuangan menjadi lebih efisien (Nizar, 2017). Penggunaan Fintech bagi pelaku usaha juga memiliki banyak manfaat, diantaranya memperpendek rantai transaksi, meningkatkan efisiensi modal dan resiliensi maupun iklusi keuangan, serta memperlancar arus informasi (Harahap, 2017).

Hal ini juga menjadi permasalahan yang sedang dihadapi oleh pelaku usaha khususnya, nasib UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Indonesia yang banyak mendapat hambatan untuk mendapatkan pinjaman modal. Selain itu, perbankan mengalami perlambatan pertumbuhan kredit pada triwulan I di tahun 2020 sebesar 23,7% lebih rendah dibandingkan triwulan I di tahun 2019 sebesar 57,8% yang diakibatkan penyaluran kredit yang terhambat (Tempo, 2020). Meskipun Bank Indonesia telah memperkirakan kebijakan penyaluran kredit menjadi lebih longgar pada kuartal II yakni dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 9,1% lebih rendah dibanding 10,9% pada kuartal I (Katadata, 2020). Namun bisa saja memungkinkan penyaluran kredit pada pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM akan mengalami kendala untuk melakukan peminjaman kredit di bank disaat kondisi sekarang yang sedang terkena dampak wabah Covid-19.

Tentu, perlu upaya yang strategis agar penyaluran kredit ini dapat berjalan dengan baik, yakni meningkatkan peran Fintech dalam menyalurkan kredit usaha kepada para pelaku UMKM yang semua dilakukan secara online tanpa terbatas ruang dan waktu. Hal ini juga berdasarkan penelitian Muzdalifa (2018), kehadiran Fintech turut memberikan kontribusi dalam pengembangan UMKM pada pembiayaan modal usaha maupun layanan pembayaran digital. Selain itu, layanan keuangan Fintech juga memiliki peranan penting untuk memudahkan pelaku UMKM dalam meningkatkan inklusi keuangan. Menurut Mulasiwi (2020) menunjukan bahwa pelaku UMKM merasa terbantu dengan hadirnya Fintech dalam menghilangkan keterbatasan untuk mengakses informasi layanan keuangan karena semua informasi keuangan dapat diakses secara online. Sehingga berdasarkan hal tersebut, penggunaan Fintech dapat membantu pelaku UMKM untuk tetap mempertahankan keberlangsungan usahanya dalam menghadapi wabah Covid-19.

Wabah Covid-19 ini sebenarnya telah menimbulkan pelemahan ekonomi, khususnya pembiyaan modal bagi pelaku UMKM. Namun Peran Fintech bisa menjadi solusi untuk menyalurkan kredit secara online kepada pelaku UMKM agar dapat mempertahankan usahanya di tengah wabah pandemi ini. Sehingga hal itu diharapkan dapat menjadi stimulus bagi perekonomian Indonesia yang lebih baik lagi.

Daftar Pustaka

CNN Indonesia. (15 April 2020). Sekenario Terberat Laju Ekonomi Minus 2,6 Persen Kuartal Kedua. Dikutip dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200414133618-532-493399/skenario-terberat-laju-ekonomi-minus-26-persen-kuartal-kedua.

Harahap, Berry A., Idham, Pakasa Bary,. Kusuma, Anggita Cinditya M, dan Rakhman, Robbi Nur. 2017.Perkembangan Financial Technology Terkait Central Bank Digital Currency (CBDC) Terhadap Transmisi Kebijakan Moneter dan Makroekonomi. Working Paper Bank Indonesia: Hal: 1-80.

Katadata. 2020. (17 April 2020). Bank Berencana Longgarkan Skema Penyaluran Kredit pada Kuartal II. Dikutip https://katadata.co.id/berita/2020/04/16/bank-berencana-longgarkan-skema-penyaluran-kredit-pada-kuartal-ii.

Kompas. 2020. (17 April 2020). WHO Peringatkan, Uang Kertas Mungkin dapat Menyebarkan Virus Corona. Dikutip https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/09/093124323/who-peringatkan-uang-kertas-mungkin-dapat-menyebarkan-virus-corona.

Mulasiwi, Cut Misni, dan Julialevi, Karina Odia. 2020. Optimalisasi Financial Teknologi (Fintech) Terhadap Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Usaha Menenga Purwokerto. Performance: Jurna Personalia, Financial, Operationa, Marketing dan Sistem Informasi, 27 (1), 12-20.

Muzdalifa, Irma., Rahma, Inayah Aulia., dan Novalia, Bella Gita. 2018. Peran Fintech dalam Meningkatkan Keungan Inklusif pada UMKM di Indonesia (Pendekatan Keuangan Syariah). Jurnal Masharif al-Syariah, 3(1), http://dx.doi.org/10.30651/jms.v3i1.1618.

Nizar, Muhammad Afdi. 2017. Teknologi Keuangan (Fintech): Konsep dan Implementasinya di Indonesia. Warta Fiskal, Edisi 5/2017, 5-13.

Tempo. 2020. (17 April 2020). Survei BI: Pertumbuhan Kredit Baru di Triwulan I Melambat. Dikutip https://bisnis.tempo.co/read/1331953/tangani-corona-butuh-1-600-t-gita-wirjawan-bi-harus-cetak-uang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close