Artikel

Pendidikan Karakter yang Berbasis pada Local Wisdom (Kearifan Lokal)

 

Karakter bangsa dibangun dari nilai etika inti (core ethical values) yang bersumber dari nilai-nilai agama, falsafah Negara dan budaya. Nilai yang bersumber dari budaya bangsa amat banyak dan beragam serta mengandung nilai luhur bangsa yang dapat menjadikan bangsa ini memiliki modal sosial yang tangguh untuk membangun peradaban unggul (Priyatna, 2017). Setiap suku yang ada didaerah Indonesia  mempunyai nilai-nilai budaya masing-masing salah satunya nilai karakter yang berbeda-beda. Namun seiring dengan perkembangan zaman nilai nilai karakter berbagai budaya di daearah perlahan menghilang dan  realita hari ini menunjukan bahwa nilai nilai luhur budaya bangsa, mengalami banyak tantangan, disebabkan derasnya nilai-nilai luar yang masuk mengintervensi nilai-nilai asli budaya bangsa.

Berbagai fenomena sosial yang muncul akhir-akhir ini disebabkan minimnya pendidikan karakter yang cukup mengkhawatirkan. Dalam menyelesaikan masalah  sudah jarang dengan musyawarah tetapi fenomena kekerasan dalam menyelesaikan masalah menjadi hal yang umum sering terjadi. Pemaksaan kebijakan terjadi hampir pada setiap level institusi. Manipulasi informasi menjadi hal yang lumrah. Penekanan dan pemaksaan kehendak satu kelompok terhadap kelompok lain dianggap biasa (Fajarini, 2014).

Oleh karena sangat penting pendidikan karakter sejak usia dini karena Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembang kan potensi peserta didik. Pendidikan mempersiapkan peserta didik baik aspek jasmani, rohani dan kemampuan seseorang untuk peranannya di lingkungan sekitarnya di masa yang akan datang. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan sangat berperan dalam mengembangkan dan melestarikan pendidikan berbasis Local Wisdom (kearifan lokal). Kearifan lokal yang dikembangkan dalam proses pembelajaran diharapkan dapat membentuk karakter konservasi peserta didik yang berfikir secara global, namun bertindak secara lokal. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Effendi dalam Istiawati ,2016) mengemukakan bahwa kearifan lingkungan sebagai salah satu nilai budaya yang hidup berkembang dalam masyarakat telah mampu menjadikan lingkungan alam tetap lestari.

Pendidikan berbasis kearifan lokal adalah pendidikan yang mengajarkan peserta
didik untuk selalu lekat dengan situasi konkret yang mereka hadapi. menyebutkan, dengan dihadapkan pada problem dan situasi konkret yang dihadapi, peserta didik akan semakin tertantang untuk menanggapinya secara kritis. Adapun empat pilar pendidikan kearifan lokal menurut (Wagiran, 2012)  meliputi;

  • membangun manusia berpendidikan harus berlandaskan pada pengakuan
    eksistensi manusia sejak dalam kandungan
  • pendidikan harus berbasis kebenaran dan keluhuran budi, menjauhkan dari cara berpikir tidak benar;
  • pendidikan harus mengembangkan ranah moral, spiritual (ranah afektif) bukan sekedar kognitif dan ranah psikomotorik dan
  • sinergitas budaya, pendidikan dan pariwisata perlu dikembangkan
    secara sinergis dalam pendidikan yang berkarakter.

Daftar Pustaka

Priyatna, M. 2017. Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam5(10).

Istiawati, N. F. 2016. Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. CENDEKIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran10(1), 1-18.

Wagiran. 2012. Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Hamemayu Hayuning Bawana (Identifikasi Nilai-nilai Karakter Berbasis Budaya). Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close