Artikel

PEMANFAATAN PROGRAM INSAN (internet sehat dan aman) UNTUK MENAGGULANGI DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN INTERNET.

PEMANFAATAN PROGRAM INSAN (internet sehat dan aman) UNTUK MENAGGULANGI DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN INTERNET.

 

Sumber : http://saktingepet.blogspot.com/2012/03/internet-sehat-dan-aman-insan.html?m=1

Bilakita melihat sejarah perkembangan internet, pada mulanya cikal bakal internet hanya berupa jaringan komputer yang dibuat dan dikembangkan oleh ARPA pada tahun 1969 yang diperuntukkan bagi tenaga militer di Amerika Serikat dengan proyek bernama ARPANET atau Advanced Research Project Agency Network. Seiring perkembangannya internet semakin berevolusi dan untuk pertama kalinya sebutan ‘internet’ digaungkan pada tahun 1973.

Perkembangan internet terus berlanjut hingga sampai pula ke Negara Indonesia. Perkembangan internet di Indonesia tak kalah pesatnya dengan yang terjadi di Negara luar. Meski istilah internet baru muncul dan terkenal pada tahun 1990-an, perkembangan internet benar-benar pesat dibuktikan dengan adanya milyaran situs yang terdapat di internet. Hingga saat ini sejarah perkembangan internet terus berlanjut, serta taklepas dari berbagai dampak baik positif maupun negatif yang ditimbulkan dari kemudahan akses internet ini.

Dalam jurnal komunikasi, (Astuti, 2017) menyajikan data dari Kemkominfo yang menyebutkan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orang dan berada pada peringkat ke-8 dunia. Dari jumlah tersebut, 80 persen diantaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Dan menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), yang menyatakan bahwa pertumbuhan pengguna internet di Indonesia pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebanayak 10,12% dari tahun 2018 (Yudha, 2019).

Meningkatnya kasus-kasus ataupun korban korban dari kejahatan di internet, serta meningkatnya konten-konten negatif di internet membuat pemerintah mengambil sebuah kebijakan dalam membuat suatu program internet sehat dan aman. Internet sehat dan aman merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman. Program INSAN (internet sehat dan aman) ini dilaksanakan sesuai dengan renstra (rencana strategis) atau saat ini disebut dengan RPJM (Rencana Pemerintah Jangka Menengah). Program ini dibentuk dengan tujuan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman kepada seluruh komponen masyarakat melalui pembelajaran etika berinternet secara sehat. Proses penyelenggaraan program INSAN ini dibentuk  dalam sebuah roadshow dan forum diskusi, serta media yang digunakan dalam mensosialisasikan program INSAN antara lain melalui tatap muka, internet, televisi, radio, media cetak, media luar ruang dan animasi.

Dalam mensosialisasikan program internet sehat dan aman KemKominfo menggunakan komunikasi kelompok, yaitu narasumber yang menjelaskan tentang internet sehat dan aman kepada kelompok melalui seminar. Salah satu fungsi komunikasi kelompok yang diterapkan Kemkominfo dalam program internet sehat adalah fungsi pendidikan, dimana komunikasi kelompok digunakan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan semua anggota kelompok, baik pengetahuan yang bersifat umum maupun khusus, maupun pengetahuan yang berkaitan dengan kepentingan kelompok maupun anggotanya. Dalam penyampaian pesan kepada audience KemKominfo menggunakan metode edukatif, yaitu suatu usaha mempengaruhi khalayak dari suatu pernyataan umum yang disampaikan, berupa pesan yang berisikan pendapat, fakta dan pengalaman.

Hingga tahun 2015 tujuan dari program internet sehat dan aman telah tercapai meski belum 100%  hal tersebut dapat dilihat dari hasil survei yang dilakukan oleh KemKominfo dimana kuesioner persepsi publik terhadap ber-internet yang cerdas, kreatif dan produktif menunjukan hasil yang sesuai dengan harapan, dari 1566 responden yang terkumpul, 94.06% atau sekitar 1473 peserta mendukung atau setuju dengan diadakannya kegiatan Training of Trainer Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif dan Grafik menunjukan perbedaan angka jumlah responden antara target awal dengan hasil akhir, yang menunjukan prestasi jumlah responden meningkat sebanyak 66 (enam puluh enam) (Sucianti, 2015).

Referensi:

Astuti, S. D., Putri, I. P., & Ali, D. S. F. (2017). Strategi Komunikasi Program Internet Sehat Dan Aman Kementerian Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia (Studi Kasus Evaluasi Program Incakap Tahun 2015. Jurnal Komunikasi, 8(1), 25-35.

Hidayanto, F. (2015). Pentingnya Internet Sehat. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, 4(01), 21-24.

Kompas.com (2019, 16 Mei). APJII: Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tembus 171 Juta Jiwa.. Dikutip dari https://tekno.kompas.com/ (18 Juni 2020)

Romandecade (2020, 02 Mei). Sejarah Internet. https://www.romadecade.org/sejarah-internet/.

Winarso, D., Syahril, S., Aryanto, A., Arribe, E., & Diansyah, R. (2017). Pemanfaatan Internet Sehat Menuju Kehidupan Berkemajuan. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 1(1), 19-23.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close