Artikel

MINI RISET: Tingkat Stres Masyarakat Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Sumber : https://id.safenet.or.id/2020/03/safenet-ikut-memerangi-virus-corona/

Merebaknya pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 mengharuskan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan physical distancing, study from home (SFH), work form home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan yang diterapkan pemerintah mempengaruhi bagaimana masyarakat berperilaku dan beradaptasi dengan situasi yang baru. Masyarakat yang dihadapkan pada situasi tidak terprediksi dan tidak adanya kepastian kapan pandemi Covid-19 ini berakhir menimbulkan ketakutan, kekhawatiran dan stres. Respon psikologis pada kondisi pandemi Covid-19 seperti ketakutan, kekhawatiran, dan stres merupakan respon normal (WHO, 2020). Stres merupakan respon individu terhadap peristiwa atau kondisi yang dianggap sebagai situasi mengancam (Myers, 2011).

Divisi Penelitian dan Pengembangan LPM Penalaran UNM Periode 2019/2020 melakukan riset yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana masyarakat mengalami perasaan tidak terprediksi, tidak terkontrol, dan berlebihan di tengah pandemi covid-19. Perasaan tidak terprediksi, tidak terkontrol, dan berlebihan di tengah pandemi covid-19 diukur menggunakan Perseived Stress Scale yang dikembangkan oleh Sheldon Cohen (1994) yang terdiri dari 10 aitem pertanyaan mengenai perasaan dan pikiran individu dalam satu bulan terakhir.

Riset dilakukan dari tanggal 1 Mei – 25 Mei 2020 dengan metode survei online dengan teknik snowball sampling pada 1054 partisipan sebanyak 349 laki-laki dan 705 perempuan. Partisipan berada dalam rentang usia 12-59 tahun dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Adapun hasil riset yang diperoleh adalah sebagai berikut:

(1) tingkat stres masyarakat Indonesia rata-rata berada pada kategori sedang (M= 19,11; SD=6,44)

(2) tidak terdapat perbedaan tingkat stres yang signifikan (p= 0.513) antara laki-laki dan perempuan

(3) terdapat perbedaan tingkat stress yang kecil (d= 0.041537) antara laki dan perempuan.

Selain itu, Tim Peneliti juga membandingkan sampel hasil riset masyarakat Indonesia dengan sampel uji coba alat ukur Perseive Stress Scale berdasarkan survei yang dilakukan oleh L. Harris Poll pada 2387 partisipan di US sebelum pandemi Covid-19 (Cohen, 1994) dengan jumlah partisipan 926 laki-laki dan 1406 perempuan.  Adapun hasil analisis yang diperoleh adalah sebagai berikut:

(1) terdapat perbedaan tingkat stress yang besar (d= 1.08459) antara laki-laki Indonesia dan US

(2) terdapat perbedaan tingkat stres yang besar (d= 0.850871) antara perempuan Indonesia dan US.

Riset ini memiliki keterbatasan yaitu partisipan yang terlibat sebagian besar berasal dari wilayah Sulawesi Selatan dan didominasi oleh mahasiswa. Oleh karena itu, riset selanjutnya diharapkan dapat mencakup seluruh partisipan dan wilayah Indonesia secara merata. Sehingga, hasil riset dapat lebih merepresentasikan tingkat stress masyarakat Indonesia, khususnya pada kondisi pandemi Covid-19.

Kondisi pandemi Covid-19 memang menuntut penyesuaian diri serta kondisi kesehatan fisik dan mental yang baik. Mengikuti prosedur pencegahan penyebaran Covid-19 dan menjaga kesehatan mental merupakan hal yang penting. Ketika kesehatan fisik dan mental terganggu, maka tubuh lebih mudah terserang penyakit. Stres mempengaruhi penyesuaian diri dan dapat berakibat pada melemahnya sistem kekebalan tubuh (Nevid, Rathus, & Greene, 2014). Stres dapat berdampak negatif pada kondisi kesehatan seperti adanya peningkatan penyakit jantung, lambatnya penyembuhan luka, dan gangguan fungsi kekebalan tubuh (Faasse & Petrie, 2015). Oleh karena itu, pintu pertama dalam menjaga kesehatan mental dimulai dengan pengelolaan stress yang baik.

Reference:

Cohen, S. (1994). Perceived stress scale. USA: Mind Garden, Inc.

Faasse, K &Petrie, K.J. (2015). Stress, coping and health. International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences (Second Edition): 23: 551-555.

Myers, D.G. (2011). Exploring psychology (8th Ed). New York: Worth Publishers.

Nevid, J., Rathus, S., & Greene, B., (2014). Psikologi abnormal di dunia yang terus berubah. Jakarta: Penerbit Erlangga.

World Health Organization. (2020). Mental health & COVID-19. Dikutip dari  https://www.who.int/teams/mental-health-and-substance-use/covid-19

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close