Artikel

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DALAM DUNIA INDUSTRI

A. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Dunia industri erat kaitannya dengan pekerjaan lapangan dan juga mesin-mesin industri. Setiap zaman dunia industri akan selalu berkembang. Semakin berkembang duia industri maka akan semakin banyak hal-hal yang mesti diperhatikan. Salah satu hal yang sangat penting dalam dunia industri adalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pernyataan tersebut sesuai dengan (Christina, 2012) mengatakan bahwa budaya kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal yang penting dalam dunia industri.
Kesehatan dan keselamatan kerja bertujuan untuk mencegah kecelakaan dan juga memperhatikan kesehatan dalam bekerja. Kecelakaan kerja merupakan hal yang sangat dihindari dalam dunia pekerjaan. Namun kecelakaan kerja masih biasa terjadi karena kurangnya pengawasan ataupun pengontrolan secara team maupun individu. Kecelakaan kerja merupakan hal yang tidak terkontrol dalam dunia kerja (Wijaya, 2015). Kesehatan kerja merupakan hal yang dilakukan untuk mencegah penyakit akibat kerja. Kesehatan kerja adalah hal yang dilakukan untuk mencegah segala hal ataupun tindakan yang membahayakan pekerja.
Mengingat kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal yang sangat penting dan menunjang bagi setiap pekerja maka kesehatan dan keselamatan kerja harusnya diperhatikan oleh setiap industri. Keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia sendiri masih sangat kurang diperhatikan. Indonesia sampai saat ini memiliki tingkat kecelakaan kerja yang sangat tinggi dibanding negara-negara maju yang sudah memperhatikan betapa pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja (Endroyo, 2006).
B. Alat Pelindung Diri
Alat pelindung diri merupakan alat yang digunakan dalam mencegah terjadinya kecelakaan ataupun penyakit akibat bekerja. Alat pelindung diri sangat dibutuhkan dalam mencegah segala hal yang dapat membahayakan pekerjaan. Berikut beberapa alat pelindung diri dalam dunia industri:
1. Helm safty
Memiliki fungsi untuk melindungi bagian kepala dari benda tumpul ataupun benda-benda yang dapat membahayakan area kepala.
2. Masker
Masker digunakan pada beberapa jenis pekerjaan dan berguna untuk melindungi bagian mulut dan hidung dari debu ataupun hal yang menganggu kesehatan dan keselamatan dalam bekerja.
3. Kacamata
Kacamata berfungsi untuk melindungi bagian mata dari percikan benda-benda panas ataupun dari kerikil-kerikil kecil dan benda-benda lainnya.
4. Sarung tangan
Sarung tangan berfungsi untuk melindungi tangan dari kerikil dan mencegah cedera saat bekerja. Macam-macam model dari sarung tangan berdasarkan fungsinya yaitu :
1. Leather gloves, memiliki fungsi untuk perlindungan tangan dari permukaan yang kasar.
2. Rubber gloves, memiliki fungsi melindungi tangan saat bekerja dengan benda yang memiliki aliran listrik
3. Neoprene gloves, memiliki fungsi untuk melindungi tangan dari bahan-bahan kimia yang beracun atau berbahaya.
4. Padded cloth gloves, memiliki fungsi untuk melindungi tangan dari segi yang tajam.
5. Heat resistant gloves, memiliki fungsi untuk melindungi tangan dari panas api.
6. Metal mesh gloves, memiliki fungsi untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam juga mencegah tangan untuk terpotong akibat benda tajam.
5. Sepatu safty
Sepatu memiliki fungsi untuk melindungi bagian kaki dari benda-benda tajam ataupun benda yang panas dan juga kecelakaan dalam bekerja diarea kaki.
6. Pelindung telinga
Pelindung telinga memiliki fungsi untuk mengurangi suara ataupun kebisingan yang didengar, sehingga dapat diredam oleh pelindung telinga.
7. Safety belt
Safety belt memiliki fungsi untuk menjaga seseorang saat bekerja di tempat yang tinggi sehingga mengurangi resiko luka saat terjatuh.
8. Baju kerja
Baju kerja berfungsi untuk melindungi tubuh ataupun area badan agar terhindar dari hal-hal yang dapat membahayakan pekerjaan.
Alat pelindung diri yang telah dipaparkan di atas merupakan alat untuk mengurangi risiko dalam bekerja. Pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja sehingga setiap pekerja harus mengetahui alat pelindung diri dalam bekerja. Pekerja yang mengetahui standar dalam bekerja dapat menjadi motivasi bagi teman-teman terlebih bagi perusahaan dan juga negara. Kesadaran setiap orang terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dapat berdampak pada kemajuan industri di Indonesia.

Referensi :
Christina W.K., Lutfi D., & Thoyib A. (2012). Pengaruh Budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Proyek Konstruksi. Rekayasa Sipil, 6(1), 83-95
Endroyo B. (2006). Peran Manajemen K3 dalam Pencegahan Kecelakaan Kerja Konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 3(1), 8-15.
Wijaya A., Togar W.S.P., & Herry C.P. (2015). Evaluasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Metode HIRARC pada PT. Charoen Pokphand Indonesia. Jurnal Tirta, 8(1), 29-34

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close