Artikel

Gaya Pola Asuh

Kita selalu mendengar kalimat anak yang baru lahir diibaratkan dengan kertas putih. Mengapa demikian? Karena anak lahir ke bumi tidak mengerti apapun. Mereka membutuhkan stimulasi dari keluarga. Serta orang pertama yang mereka kenal bukan masyarakat namun orang tua mereka sendiri. Jadi tugas utama orang tua adalah memberi stimulus kepada anak yaitu dengan pola asuh. Pola asuh orang tua yang benar merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan anak karena salah satu hal yang menyebabkan anak menjadi nakal dan susah di kontrol adalah pola asuh yang salah dari orang tua. Pola asuh yang salah dapat menyebabkan anak menentang orang tua, bahkan menjadi anak yang nakal (Luthfiah, 2014). Pola asuh adalah upaya yang dilakukan oleh orang tua memberikan asupan atau stimulus kepada anak. Bentuk upaya yang dilakukan orang tua untuk memberi stimulus kepada anak beraneka ragam. Pola asuh orang tua terbagi atas tiga yaitu; pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis (Rakhmawati, 2015).

Menurut (Widyarini, 2009) letak mendasar dari perbedaan pola asuh ketiganya adalah kecenderungan orang tua mengatasi masalah yang ada. Pola asuh otoriter cenderung tidak menerima alasan yang dilontarkan anak. Pola asuh yang menerima segala perbuatan anak tanpa memperdulikan masalah merupakan kecenderungan pola asuh permisif. Sedangkan pola asuh demokratis menyelesaikan masalah dengan cara berdiskusi mengenai masalah tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian (Husnatul Jannah, 2012) bahwa bentuk pola asuh
yang paling dominan diterapkan oleh orang tua adalah bentuk demokrasi, hasil ini diperoleh dari informan dalam penelitian ini, walaupun ada informan yang menerapkan peraturan seperti halnya orang tua otoriter, tetapi mereka masih memberikan penjelasan kepada anaknya bahwa ketika aturan itu dilanggar maka akan menyebabkan hal ini terjadi, begitu juga halnya dengan informan yang menerapkan pola asuh permisif. Meskipun aturan yang diberikan sangat kurang namun pada kesempatan tertentu dia juga mengharuskan anaknya mematuhi peraturan yang ditetapkannya melalui penjelasan ataupun pilihan yang diajukan kepada anak dalam membedakan yang mana benar dan salah.

Menanamkan perilaku yang baik terhadap anak, orang tua seharusnya mampu memilih dan menggunakan pola asuh yang tepat yaitu bentuk pola asuh demokrasi, karena dalam pola asuh ini terdapat segala aspek yang dapat mengembangkan perilaku moral yang baik bagi anak, seperti menerapkan aturan tetapi aturan itu dibuat melalui diskusi dan masih banyak yang lainnya sehingga orang tua dapat memahami kondisi yang dialami anak. (Baumrind dalam Husnatul Jannah, 2012) juga mengatakan bahwa pola asuh otoritatif atau demokrasi, pada pola asuh ini orang tua yang mendorong anak-anaknya agar mandiri namun masih memberikan batas-batas dan pengendalian atas tindakan-tindakan mereka sehingga anak mampu menyekesaikan masalah yang di hadapinya sendiri. Musyawarah verbal dimungkinkan dengan kehangatan-kehangatan dan kasih sayang yang diperlihatkan. Anak-anak yang hidup dalam keluarga demokratis ini memiliki kepercayaan diri, harga diri yang tinggi dan menunjuk perilaku yang terpuji. (Shapiro dalam Husnatul Jannah, 2012) mengemukakan dalam hal belajar orang tua otoritatif menghargai kemandirian, memberikan dorongan dan pujian agar anak mendapatkan. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pola asuh autoritatif indentik dengan penanaman nilai-nilai demokrasi yang menghargai dan menghormati hak-hak anak, mengutamakan diskusi ketimbang intruksi, kebebasan berpendapat dan selalu memotivasi anak namun tentang menjaga marwah sebagai orang tua sehinga anak dapat  menjadi yang lebih baik.

Daftar Pustaka

Rakhmawati, I. 2015. Peran keluarga dalam pengasuhan anak. Bimbingan Konseling Islam6, 1-18.

Widyarini, Nilam. 2009. Relasi orang tua dan anak. Elex Media Komputindo: Jakarta Pusat.

Luthfiah. 2014. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kenakalan Remaja Di Rw V Kelurahan Sidokare Kecamatan Sidoarjo. Jurnal Keperawatan : 6(1) 57-58.

Husnatul Jannah. 2012. Bentuk Pola Asih Orang Tua dalam Menanamkan Prilaku Moral Pada Anak Usia Dini di   Kecematan Ampek Angkek. Jurnal Imiah Pesona Paud : 1(1).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close