Artikel

Ekonomi Kreatif Solusi Kesejahteraan Rakyat

Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ekonomi kreatif di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia. Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 240 juta, memiliki bonus demografi dengan proporsi penduduk usia produktif sangat besar, mencapai 70% dari total penduduk. Hingga tahun 2030, Indonesia masih akan memiliki jumlah penduduk produktif yang tinggi di atas 60%, dan 27% diantaranya adalah penduduk muda dengan rentang usia 16-30 tahun. Selain itu, ketersediaan dan keberagaman sumber daya alam dan sumber daya budaya juga menjadi sumber daya pendukung yang penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Sehingga ekonomi kreatif dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menopang perekonomian nasional terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ekonomi kreatif adalah suatu konsep yang menggunakan kreativitas sebagai upaya dalam merealisasikan pembangunan ekonomi berkelanjutan (Purnomo, 2016). Ekonomi kreatif merupakan suatu penciptaan nilai tambah melalui ide yang lahir dari kreativitas dan pembanfaatan ilmu pengetahuan, termaksud warisan budaya dan teknologi. Sehingga nilai ekonomi dari suatu produk atau jasa tidak lagi ditentukan oleh bahan baku atau sistem produksi, tetapi lebih kepada pemanfaatan kreativitas dan penciptaan inovasi melalui perkembangan teknologi yang semakin maju.

Menurut Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, menujukan data ekonomi kreatif di tahun 2016 memberikan kontributif sebesar 7,44% terhadap perekonomian nasional atau sebesar Rp 922,59 triliun. Sektor penyumbang subsektor terbesar ekonomi kreatif adalah kuliner sebesar 41,40% yakni Rp 382 triliun, fashion sebesar 18,01% atau sebesar Rp 166 Triliun dan kriya sebesar 15,4% yakni Rp 142 Triliun. Sedangkan subsektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan tertinggi diantaranya adalah televisi dan radio sebesar 10,33%, film, animasi & video sebesar 10,9%, desain komunikasi visual sebesar 8,98%, seni pertunjukan sebesar 9,54% dan aplikasi & game developer sebesar 8,06%.

Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang telah menggunakan konsep ekonomi kreatif diantaranya Desa Blawe Kecamatan Purwosari, Kabupaten Kediri. Dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat Desa Blawe setelah adanya program ekonomi kreatif adalah masyarakat dapat mengembangkan usaha ekonomi kreatif kerajinan korden yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, di mana masyarakat Desa Blawe memiliki pendapatan jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan mereka sebelumnya, serta terciptanya kesempatan kerja.

Ekonomi kreatif dinilai ampuh memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia yang cukup tinggi memberikan peluang yang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha di bidang ekonomi kreatif. Sehingga ekonomi kreatif menjadi basis kekuatan ekonomi nasional.

Daftar Pustaka:

Pangestu, Mari Eka. 2014. Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025. Jakarta: Kementarian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. 2018. Inforgrafis Ringkasan Data Statistik Ekonomi Kreatif Indonesia. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiW9M7ewonhAhXo7XMBHXkODX4QFjABegQICRAC&url=http%3A%2F%2Fwww.bekraf.go.id%2Fdownloadable%2Fpdf_file%2F180232-infografis-ringkasan-data-statistik-ekonomi-kreatif-indonesia.pdf&usg=AOvVaw2VlacufSCmo-qJStqJ7zGn. Diakses 16 Maret 2019.

Nandini, Rensi Mei. 2016. Dampak Usaha Ekonomi Kreatif Terhadap Masyarakat Blawe Kecamatan Purwosari Kabupaten Kediri. Kebijakan dan Manajemen Publik: 4(1): 1-11.

Purnomo, Rochmat Aldy. 2016. Ekonomi Kreatif: Pilar Pembangunan Ekonomi. Surakarta: Katalog Dalam Terbitan (TKD).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close