Artikel

EDUKASI MITIGASI BENCANA SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR RESIKO BENCANA ALAM

EDUKASI MITIGASI BENCANA SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR RESIKO BENCANA ALAM

Sumber : https://m.lampost.co/berita-pentingnya-mitigasi-bencana.html

BerdasarkanUndang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 bencana alam dapat diartikan sebagai suatu bencana yang diakibatkan oleh sebuah ataupun serangkaian peristiwa yang terjadi karena faktor alam. Bencana alam di Negara kita Indonesia adalah hal yang marak terjadi. Tercatat sebanyak 2.190 kejadian bencana sejak 1 Januari 2019 hingga 30 September 2019 telah menyebabkan banyaknya kerugian diantaranya korban jiwa, rusaknya infrastruktur serta hilangnya harta benda masyarakat (dibi.bnpb.go.id).

Bencana alam yang kerap kali melanda Indonesia dikarenakan kondisi geografisnya yang berada diantara dua benua dan dua samudera yaitu benua asia dan benua Australia serta samudra hindia dan samudra pasifik. Pertemuan keempat lempeng tersebut menyebabkan Indonesia kerap kali mengalami peristiwa bencana alam khususnya gempa bumi. Selain karena letak geografisnya, iklim yang tropis dengan intensitas curah hujan yang tinggi juga dapat menyebabkan resiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti peristiwa tanah longsor dan banjir. Bencana alam juga dapat terjadi akibat ulah manusia seperti yang terjadi saat ini (pembakaran lading yang menyebabkan kebakaran hutan) yang menyebabkan dampak besar bagi lingkungan hidup. Adapun bencana alam yang paling sering terjadi adalah puting beliung, tanah longsor, banjir serta kebakaran hutan maupun lahan (dibi.bnpb.go.id).

Tingginya resiko serta besarnya dampak yang terjadi dari bencana alam di Indonesia menjadikan pengetahuan mengenai mitigasi bencana sangat diperlukan agar masyarakat menjadi lebih paham dan sigap dalam menghadapi terjadinya bencana alam. Pemahaman mengenai kesiapsiagaan terhadap bencana alam sudah semestinya diajarkan sejak dini agar anak-anak dapat memahami faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya bencana alam serta hal yang dapat dilakukan pra dan pasca terjadinya bencana alam. Kurangnya pengetahuan tentang siaga bencana juga dapat beresiko terhadap tingginya korban jiwa. Korban dari bencana alam kadang tidak hanya berasal dari bencana tersebut tetapi dapat juga disebabkan karena dampak pasca bencana seperti kesulitan memenuhi kebutuhan hidup seperti air bersih, makanan yan baik, serta gangguan kesehatan. Untuk kawasan yang rawan bencana seperti Indonesia, pengetahuan masyarakat dianggap masih minim terkait dengan persiapan dalam menghadapi bencana terutama metode persiapan bencana untuk diri sendiri.

Upaya preventif yang dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapi permasalahan bencana alam dari berbagai aspek. Dari sisi legislasi, Indonesia memiliki Undang-Undang penanggulangan bencana yaitu Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008, Tentang Penyelengaraan Penanggulangan Bencana. Manajemen bencana dibagi menjadi tiga bagian yaitu pra bencana (manajemen risiko bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan), saat bencana (manajemen kedaruratan) dan pasca bencana (manajemen pemulihan) berdasarkan peraturan tersebut. Dari Kelembagaan, Indonesia memiliki BNPB serta dari segi pendanaan, Indonesia mengalokasikan untuk keadaan darurat.

Perumusan Undang-Undang terkait penanggulangan bencana belum dapat sepenuhnya memberikan pemahaman terkait mitigasi bencana. Solusinya adalah memberikan edukasi pada masyarakat luas terutama pada para siswa sekolah sebagai tindakan preventif menghadapi bencana (Rahma, 2018). Upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan edukasi mitigasi bencana ialah melalui penerapan kurikulum kebencanaan dalam pendidikan formal di sekolah. Sekolah dianggap sebagai lembaga yang efektif dalam mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat, dengan memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana (Astuti dan Sudaryono, 2010).  Melalui penelitian yang dilakukan Pahleviannur (2019) edukasi sadar bencana melalui kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan anak dalam menghadapi bencana. Cara ini dianggap praktis dan sederhana dalam membangun pemahaman mitigasi bencana serta mewujudkan sekolah tangguh bencana.

Referensi

Astuti, S.I, dan Sudaryono. 2010. Peran Sekolah dalam Pembelajaran Mitigasi Bencana. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana. Vol 1. No 1 : 30-42

BNPB (2019). “Data Informasi Bencana Indonesia” (http://dibi.bnpb.go.id/dibi/), diakses tanggal 2 November 2019

Pahleviannur, Muhammad Rizal. 2019. Edukasi Sadar Bencana melalui Sosalisasi Kebencanaan sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa terhadap Mitigasi Bencana. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial. Vol 29. No 1 : 49-55

Rahma, Aldila. 2018. Implementasi Program Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Melalui Pendidikan Formal. Varia Pendidikan. Vol 30. No 1 : 1-11U

Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). Jakarta: Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close