Artikel

Dampak Reklamasi Pantai

Sumber : https://www.mongabay.co.id/tag/reklamasi-pantai/

Pertumbuhan penduduk selalu dapat dikaitkan dengan masalah kebutuhan lahan. Pembangunan yang ditujukan untuk mensejahterakan rakyat mengantarkan pada perluasan wilayah yang tidak dapat dibantahkan lagi. Salah satu jawaban di daerah perkotaan untuk penambahan wilayah adalah dengan melalui reklamasi. Reklamasi adalah proses pembuatan lahan baru dengan memanfaatkan pantai atau sungai sebagai tempat penimbunan. Reklamasi pada umumnya bertujuan memanfaatakan kawasan perairan yang tak berguna atau rusak menjadi lebih bermanfaat baik dari segi lingkungan, social maupun ekonomi (Amalia, 2019). Faktor yang melatar belakangi reklamasi terjadi disebabkan oleh beberapa hal seperti terjadinya peningkatan penduduk sehingga kebutuhan dan permintaan lahan yang semakin bertambah baik digunakan untuk keperluan tempat tinggal atau tempat membangun usaha. Peningkatan permintaan lahan tidak seimbang dengan area lahan yang tersedia (Tumbel, 2019). Bagian lain yang menyebabkan reklamasi adalah penerapan konsep pengembangan wilayah produktif yang pada awalnya tidak produktif (Ningsih, 2020).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 40/PRT/M/2007 tentang pedoman perencanaan tata ruang kawasan reklamasi pantai, terdapat tiga tujuan dari program reklamasi pantai dilakukan adalah 1). Mendapatkan kembali tanah yang hilang akibat terjangan gelombang laut, 2). Memperoleh tanah baru dikawasan depan garis pantai untuk mendirikan bangunan yang difungsikan sebagai benteng perlindunga garis pantai, dan 3). Pembangunan untuk mendirikan konstruksi bangunan dalam skala lebih besar. Reklamasi menjadi alasan utama dalam pemekaran kota sehingga alternative reklamasi pantai dilakukan karena berbagai alasan berkaitan dari pertambahan penduduk alami maupun migrasi dan kesejahteraan penduduk. Menurut Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 pasal 34 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terdapat tiga hal wajib dijaga dan diperhatikan dalam reklamasi pantai, yaitu:

1). Keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat,

2). Keseimbangan antara kepentingan pemanfaatan dan pelestarian lingkungan pesisir,

3). Persyaratan teknis pengambilan pengerukan dan penimbunan material.

Berbagai dampak dapat ditimbulkan karena adanya reklamasi baik dampak positif dan negatif, menurut Tumbel (2019), dampak pembangunan melalui reklamasi pesisir pantai sering menimbulkan masalah lingkungan, termasuk hilangnya keanekaragaman hayati pantai, penurunan kualitas air laut dan juga penurunan produksi ikan tangkap. Kondisi sosial ekonomi nelayan menjadi faktor yang determinan atau penentu yang memiliki hubungan dan pengaruh positif karena adanya reklamasi. Semakin besar reklamasi yang dilakukan semakin besar juga dampak terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan. Hal lain juga diungkapkan oleh Amalia (2020) dalm penelitiannya, dampak lain yang ditimbulkan dari pembangunan reklamasi adalah dengan adanya penimbunan reklamasi pada beberapa badan teluk akan mempengaruhi ekosistem teluk dan mengakibatkan kurang bahkan menghilangkan sebagian biota laut yang dijadikan sebagai sumber pendapatan masyarakat sekitar.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Wowor (2019), dapat disimpulkan bahwa eklamasi pantai juga menghasilkan dampak yang tidak diharapkan (unintended consequences), yaitu: Perubahan kondisi laut yang semakin sempit dan rusaknya ekosistem laut menyebabkan nelayan menjadi kesulitan mencari ikan dan menyebabkan hasil tangkapan ikan dan pendapatan nelayan menjadi menurun. Perubahan kondisi perekonomian nelayan yang menurun secara drastis karena terkena dampak reklamasi yang membuat sulit untuk nelayan mencari ikan, dan terkena dampak pada perekonomian keluarga nelayan. Kebijakan reklamasi pantai juga menyebabkan dampak yang menganggu kondisi sosial, mereka harus mencari pekerjaan alternatif yang awal hanya nelayan sekarang mereka harus mempelajari pekerjaan baru seperti buruh bangunan dan ada juga sebagai tambal ban yang itu bisa berdampak pada kondisi sosial mereka yang pada biasanya hanya nelayan tapi setelah adanya reklamasi mereka harus mencari alternatif pekerjaan lain.

Daftar Pustaka

Amalia, K. Surdin & La O. A. (2019). Persepsi masyarakat terhadap reklamasi teluk kendari di kelurahan tipulu kecamatan kendari barat. Jurnal penelitian pendidikan geografi, 4 (4), Hal 164-171.

Ningsih, M. W. (2020). Reklamasi pantai dan pengaruhnya terhadap lingkungan sosial di desa ngemboh kecamatan ujung pangkah kabupaten gresik. Jurnal ilmiah ilmu hukum, 26 (6), Hal. 738 – 745.

Republik Indonesia. 2007. Undang-undang tentang pedoman perencanaan tata ruang kawasan reklamasi pantai. Jakarta: Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. 2007. Undang-undang tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Jakarta: Sekretariat Negara.

Tumbel, H. Salmin, D. & Helly, F. K. (2019). Pengaruh reklamasi pantai terhadap kondisi social ekonomi nelayan (studi kasus kelompok nelayan di kawasan megamas). Jurnal administrasi publik, 5 (84), Hal 19-30.

Wowor, C. R. Salmin, D. & Very L. (2019). Dampak kebijakan reklmasi pantai boulevard pada masyarakat nelayan kecamatan sario kota manado. Jurnal administrasi public, 5 (77), Hal 1-10.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close