Artikel

TEKNIK RILEKSASI STRATEGI MENGATASI STRES “DI RUMAH AJA” SAAT PANDEMI COVID-19

Sumber : https://dobelalmond.com/berikut-3-langkah-cara-mengurangi-stress-secara-efektif/

Penyebaranwabah Covid-19 yang semakin cepat dari wilayah ke wilayah mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah kasus dan jumlah kematian. Hal ini membuat pemerintah mengambil berbagai kebijakan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, salah satu kebijakannya yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). PSBB ini merupakan suatu kebijakan tentang pembatasan pergerakan dan barang dari wilayah tertentu dengan tujuan mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 dari wilayah yang terindikasi terinfeksi wabah Covid-19, dengan peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan pembatasan kegiatan atau fasilitas umum.

 

Penerapan PSBB ini tentu saja akan memperkuat himbauan agar tetap di rumah atau dikenal dengan istilah “di rumah aja,” dalam artian segala aktivitas yang biasanya dilakukan di luar rumah harus dikerjakan di rumah, perubahan situasi yang telah lama dijalani ke situasi baru tentu akan membutuhkan penyesuain diri terhadap situasi tersebut. Namun, proses penyesuaian ini tidak semudah yang dipikirkan, Individu yang sudah lama berada pada suatu lingkungan tertentu kemudian berada pada situasi dan kondisi lingkungan yang berbeda dari sebelumnya yang dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan sehingga mengakibatkan adanya tekanan baik secara fisik maupun psikis pada individu yang mengakibatkan mengalami gejala stres. Stres diartikan sebagai suatu kondisi yang menyebabkan individu merasa tertekan baik dari segi fisik maupun psikis (Handono & Bashori, 2013).

Individu yang mengalami gejala stres tidak hanya mempengaruhi psikisnya tetapi juga pada fisiknya. Gejala fisik yang ditimbulkan mengacu pada perubahan metabolisme, meningkatnya tekanan darah, penyebab berbagai macam penyakit berbahaya seperti serangan jantung, dan sering timbulnya sakit kepala, sedangkan untuk gejala psikis dapat ditandai dengan rasa cemas, depresi, gelisah, gugup, dan agresif terhadap orang lain (Aldi & Susanti, 2019). Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah stres selama beraktivitas di rumah yaitu melalui teknik rileksasi.

Menurut Sutarjo, WMP, & Suarni (2014) Teknik rileksasi merupakan salah satu teknik dalam konseling yang berupa gerakan yang sitematis serta terstruktur yang dimulai dari gerakan tangan hingga kaki yang bertujuan merilekskan anggota badan dan mengembalikan kondisi dari keadaan yang tegang ke keadaan yang rileks, normal, dan terkontrol. Menurut Khusumawaty & Cristiana, (2014) manfaat dari teknik rileksasi yaitu dapat menurunkan ketegangan pada diri individu, mengurangi masalah yang timbul akibat stres seperti penyakit hypertensi, sakit kepala, insomnia, serta dapat mengurangi rasa lelah akibat aktivitas mental dan fisik.

Secara umum Miltenberger (2004), membagi latihan relaksasi menjadi empat pendekatan yaitu progressive muscle relaxation, diaphragmatic breathing, attention-focusing exercises, dan behavioral relaxation traning.

Progressive Muscle Relaxation (Relaksasi Otot Progresif) yaitu relaksasi otot  secara sistemastis menegangkan dan merelakskan setiap kelompok otot utama dalam tubuh. Yang umumya terdiri dari 14 gerakan utama yaitu gerakan ditujukan untuk melatih otot tangan, melatih otot tangan bagian belakang, melatih otot biseps (otot besar pada bagian atas pangkal lengan), melatih otot bahu supaya mengendur, melemaskan otot-otot wajah (seperti otot dahi, mata, rahang dan mulut), mengendurkan ketegangan yang dialami oleh rahang, mengendurkan otot-otot sekitar mulut, merileksasikan otot leher bagian depan maupun belakang, melatih otot leher bagian depan, melatih otot punggung, melemaskan otot dada, melatih otot perut, dan gerakan melatih otot-otot kaki (seperti paha dan betis).

Diaphragmatic Breathing (Pernafasan Diafragma) Relaksasi ini sering disebut juga dengan relaksasi pernafasan dengan cara secara fokus dan merasakan udara masuk melalui hidung ke dalam tubuh kemudian di keluarkan melalui mulut yang dilakukan dengan posisi nyaman dan berbaring dengan relaks dan menutup mata, meletakkan tangan kanan pada dinding dada di bawah klavikula dan tangan kiri diletakkan di atas umbilikus kemudian hembuskan nafas setelah 10 detik.

Attention-Focusing Exercises (Latihan Fokus & Perhatian) Latihan fokus dan perhatian menghasilkan relaksasi dengan mengarahkan perhatian pada stimulus yang netral atau menyenangkan untuk menghilangkan perhatian individu dari kecemasan. Contoh latihan yang termasuk dalam relaksasi ini adalah meditasi, hipnosis, latihan visualisasi

Behavioral Relaxation Training (Laihan Relaksasi Tingkah Laku) latihan relaksasi tingkah laku yaitu, mengajarkan individu untuk merelakskan setiap kelompok otot dalam tubuh dengan mengasumsikan posisi tubuh yang santai. Adapun gerakannya hampir sama dengan pendekatan Progressive Muscle Relaxation.

Sumber:

Aldi, Y & Susanti, F. 2019.  Pengaruh Stres Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada PT. Frisian Flag Indonesia  Wilayah Padang. https://doi.org/10.31227/osf.io/et4rn

 

Sutarjo, I.P., WMP, D.A., & Suarni, N.K. (2014). “Efektifitas Teori Behavioral Teknik Relaksasi dan Brain Gym untuk Menurunkan Burnout Belajar pada Siswa Kelas VIII SMP Laboratorium UNDIKSHA Sigaraja Tahun Pelajaran 2013/ 2014.” E-journal Undiksa. 2 (1), 1-11

 

Khusumawaty, Z. E & Cristiana. E. 2014. Penerapan Kombinasi Antara Teknik Relaksasi dan Self-Instruction untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 22 Surabaya. Jurnal BK UNESA. 5 (1), 1-10

 

Handono, O. K & Bashori, K. 2013. Hubungan Antara Penyesuaian Diri Dan Dukungan Sosial Terhadap Stres Lingkungan Pada Santri Baru. Jurnal Fakultas Psikologi. 1 (2). 79-89.

 

Miltenberger, R. G.(2004). Behavior Modification, Principles and Procedures, 3rd edition. Belmont, CA: Wadsworth/Thompson.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close