Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Validitas dan Reliabilitas Instrumen dalam Penelitian Kuantitatif

Validitas dan Reliabilitas Instrumen dalam Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian kuantitatif memiliki tiga kategori yaitu metode tradisional, komfirmatif dan ilmiah. Metode tradisional adalah metode yang digunakan sejak dulu, metode komfirmatif adalah metode yang digunakan untuk membuat pembuktian/konfiimasi dan metode ilmiah adalah metode yang harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiah. Akan tetapi, metode penelitian kuantitatif lebih dikenal sebagai metode penelitian yang berupa angka-angka dan analisis statistic. Dalam hal ini, metode penelitian kuantitatif dapat dibagi menjadi dua yaitu metode eksperimen dan metode survey (Sugiyono, 2014).

Penelitian kuantitatif memiliki beberapa proses, diantaranya adalah menyusun instrumen penelitian. Instrumen penelitian merupakan alat pengumpul data yang berbentuk test, angket/kuesioner yang didapat dalam proses wawancara atau observasi. Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya  (Sugiyono, 2014). Menurut Santoso (2005), instrumen penelitian menjadi penentu kualitas data sebuah penelitian. Pada dasarnya, terdapat dua kategori instrumen yang digunakan dalam penelitian, yakni: (1) instrumen yang digunakan untuk memperoleh informasi atau data tentang keadaan obyek atau proses yang diteliti dan (2) instrumen yang digunakan untuk mengontrol obyek atau proses yang diteliti. Kemudian, instrumen penelitian dipilih dengan prinsip untuk memahami tujuan penelitian. Adapun untuk peneliti pemula, pedoman pemilihan instrumen dapat dilakukan dengan cara: (1) memakai instrumen yang telah digunakan peneliti sebelumnya dan (2) membuat daftar instrumen sesuai dengan input yang diperlukan dan output yang diperoleh sebagai dasar untuk memilih yang sesuai.

Terdapat tiga syarat instrumen penelitian yang baik digunakan untuk mengontrol dan mengukur variabel, yakni

  1. akurasi (accuracy) instrumen yang berkaitan dengan validitas instrumen, apakah instrumen benar dapat mengukur apa yang hendak diukur.
  2. presisi (precision) instrumen yang berkaitan dengan reliabilitas instrumen yakni kemampuan memberikan kestabilan ketika dilakukan pengulangan pengukuran
  3. kepekaan (sencitivity), digunakan untuk mendeteksi perubahan dimana dibutuhka instrumen yang makin lebih peka untuk mendeteksi perubahan yang makin kecil (Santoso, 2005).

Adapun menurut Sugiyono (2014), instrumen terdiri atas dua macam yaitu instrumen test dan instrumen non-test. Kedua instrumen ini dianggap baik jika valid dan reliable. Instrumen yang valid merupakan instrumen yang mempunyai validitas internal dan eksternal. Validitas internal dikembangkan dari teori-teori, sedangkan validitas eksternal dikembangkan dari fakta-fakta empiris di lapangan.

Menurut Sugiyono (2014), pengujian validitas instrumen terbagi atas 3 yaitu:

  1. Pengujian validitas konstruksi (construct validity), untuk menguji validitas konstruksi, dapat digunakan pendapat dari ahli (judgment experts). Instrumen yang telah dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli.
  2. Pengujian validitas isi, pengujian validitas isi untuk instrumen yang berbentuk tes dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.
  3. Pengujian validitas eksternal, validitas eksternal instrumen diuji dengan cara membandingkan (untuk mencari kesamaan) antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta-fakta empiris dilapangan.

Menurut Sugiyono (2014), pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara eksternal dan secara internal. Pengujian secara eksternal dilakukan dengan tiga cara yaitu test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Adapun pengujian secara internal, dapat dilakukan dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu.

1.Test-restest

Uji reliabilitas dengan test-restest dilakukan dengan cara mencobakan instrumen beberapa kali pada responden. Jadi, instrumen dan respondennya sama tetapi waktunya yang berbeda. Realibilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan yang berikutnya. Bila koefisien korelasi positif dan signifikan maka instrumen tersebut sudah dinyatakan reliable. Pengujian cara ini sering juga disebut stability.

2. Equevalent (ekuivalen)

Instrumen yang ekuivalen adalah instrumen berupa pertanyaan yang secara bahasa berbeda, tetapi maksudnya sama. Pengujian dengan cara ini cukup dilakukan sekali, tetapi instrumennya dua, pada respon yang sama, waktu sama dan instrumennya yang berbeda.

3. Gabungan

Pengujian reliabiltas gabungan dilakukan dengan cara mencobakan dua instrumen yang equivalen beberapa kali ke responden yang sama.

4. Internal consistency

Pengujian reliabilitas dengan internal consistency, dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu.

Daftar Pustaka

Santoso, Gempur. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Prestasi Pustaka: Surabaya

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta: Bandung

Related Post

Apakah Penelitian itu?? Apakah Penelitian itu??Permasalahan dunia yang terselesaikan Banyak permasalahan di dunia ini bisa terselesaikan karena penemuan-penemuan inova...
Riset dalam Bisnis Pada dasarnya riset atau penelitian memiliki tujuan yaitu menguji hipotesis, mengembangkan teori-teori dan hipotesis melalui pengungkapan data serta p...
Penyajian Data dalam Penelitian Kualitatif Analisis data dalam penelitian kualitatif berbeda dengan analisis data dalam penelitian kuantitatif. Analisis kualitatif fokusnya pada penunjukkan mak...
Instrumen Penggalian Data dalam Penelitian Kualita... Penelitian sangat diperlukan dalam memahami, menjelaskan dan memberikan solusi kepada suatu masalah. Informasi-informasi yang didapatkan dari peneliti...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *