Artikel

UJIAN NASIONAL (UN) DAN PERTIMBANGAN FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan proses yang mengantarkan bangsa indonesia pada peningkatan kualitas. Kualitas

pendidikan akan menuntun kekelolah secara efektif dan efisien ketika diproses oleh tangan-tangan bijak para akademisi yang melulusi beberapa jenjang tingkat dan tamajuan suatu bangsa dalam mengolah berbagai potensi yang dimilikinya. Berbagai potensi baik secara humanis dan naturalis akan dapat dihapan pendidikan yang diakui secara nasional dan terpercaya. Rangkaian dalam proses mendidik tidak hanya melibatkan suatu aspek saja. Berbagai pendekatan dilakukan untuk dapat meningkatkan keterdidikan bangsa Indonesia. Pendekatas baik secara structural sosial kemasyarakatan dilakukan dalam rangka menstimulasi pergerakan yang mementingkan arti penting pendidikan bagi bangsa. Peran pemerintah juga ikut andil sebagai penentu kebijakan dalam berbagai elemen pendidikan. Selain pendekatan secara fungsional yang melibatkan faktor eksternal proses mendidik, ada juga pendekatan secara psikologis yang betul-betul mengkaji keterkaitan berbagai elemen yang masingmasing memberikan peran tersendiri dan saling mengakomodir tercapainya tujuan pendidikan yang dicitacitakan oleh Bangsa Indonesia.

Ada beberapa faktor yang dapat berpengaruh dalam tercapainya tujuan pendidikan diantaranya adalah (1) Faktor pengajar yang merupakan salah satu faktor yang penting. Kualitas pengajar sangat menentukan sampainya proses transfer pengetahuan yang diinginkan. (2) Individual difference, perbedaan setiap individu ikut mempengaruhi terserapnya pengetahuan. Perbedaan setiap individu tidak hanya ditinjau dari satu faktor saja, namun yang paling menentukan adalah adanya faktor fisik dan psikologis yang setiap individu miliki. (3) status sosial ekonomi, hal ini memeliki peran penting dalam menyajikan ketersediaan sarana dan prasaranan belajar. Anak-anak didik dengan fasilitas pendidikan yang cukup lengkap akan lebih mudah menyerap isi pelajaran dengan ketersediaan sarana pendukung. (4) Fasilitas pendidikan, pendidikan yang terfasilitasi dengan baik secara material akan lebih mendukung proses transfer ilmu dari seorang guru kepada beberapa siswanya. (5) dukungan sosial dan keluarga, pengaruh lingkungan atau life space dengan atmosfir pendidikan yang tinggi akan lebih mampu memotivasi unsur-unsur akadimis setiap peserta didik.

Faktor-faktor yang telah disebutkan tadi merupakan beberapa faktor secara umum yang mempu menentukan keberhasilan suatu proses mendidik. Ada beberapa faktor yang tidak dapat terjangkau untuk dapat secara spesifik disebutkan satu persatu. Diantaranya adalah perbedaan setiap budaya. Budaya yang berbeda memiliki orang-orang yang tentunya juga berbeda dengan pola pikir berbeda dalam memberikan tanggapan akan esensi pendidikan, walaupun secara logis pendidikan dapat diterima sebagai hal yan penting untuk kemajuan individu maupun bangsa secara umum.Tinjauan terhadap berbagai faktor tersebut seharusnya menjadi sudut pertimbangan sendiri untuk dapat memajukan pendidikan. Langkah untuk menempu suatu jalur pendidkan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar-mengajar akan tetapi secara administratif kenegaraan harus dapat dievaluasi melalui pemberian ujian. Ujian Nasional (UN) telah dikenal sebagai proses evaluasi pendidikan. Jika tes (ujian) merupakan bentuk pengambilan informasi mengenai pemahaman peserta didik selama tiga tahun belajar melalui sampel-sampel soal yang diberikan selama + 120 menit, maka dapatkah tes tersebut digeneralisasikan sebagai pemahaman utuh pelajar tersebut?. Pertanyaan ini dapat kita pahami bersama dan menarik kesimpulan akan banyak faktor-faktor yang juga cukup dapat menentukan kualitas sebuah ujian sebagai alat ukur akademik.

Ujian Nasional (UN) adalah salah satu proses yang terletak diakhir masa pendidikan. Jika proses belajarmengajar yang dilakukan selama tiga tahun antara guru dan murid harus dapat mempertimbangkan setidaknya lima faktor yang disebutkan sebelumnya, lalu bagaiman halnya dengan UN yang dianggap memenuhi standar validitas eksternal sebagai gambaran pemahaman suatu bidang ilmu yang diujikan secara nasional?. Jika proses selama kontak belajar-mengajar mempertimbangkan begitu banyak faktor, maka dalam pelaksanaan Ujian Nasional seharunya juga memperhatikan faktor-faktor tertentu. Penyamarataan bukan solusi terhadap keadilan melainkan pemicu ketidak harmonisan dan keseimbangan. Ujian dilakukan untuk mengevaluasi, akan tetapi jika pengadministrasian yang keliru dan generalisasi yang tidak sesuai ikut berbaur maka skor mentah yand diperoleh pada setiap item soal tidak dapat dilanjutkan ke langkah interpretatif untuk dua kesimpulan “Lulus” dan “Tidak Lulus”. Setiap elemen dalam masyarakat memiliki tanggungjawab yang bisa dimanfaatkan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan walaupun secara admistratif tidak ada keterlibatan. Motivasi yang membangun kejujuran dalam berkarya untuk lebih terdidik bisa dilakukan melalui peran serta masyarakat. Pendidikan memang penting namun tidak berarti evaluasi yang dilakukan hanya berikisar pada pencapaian secara kuantitatif yang hanya sampai pada tahapan deskriptif nilai-nilai hasil. Seyogyanya seluruh proses penilaian baik secara kualitatif maupun kuantitatif ikut diperhitungkan selama proses tiga tahun belajar mengajar untuk samapai pada suatu kesimpulan interpretatif mengenai Ujian yang dilaksanakan secara Nasional.

Oleh : Hilman Wirawa Mahasiswa Fakultas Psikologi UNM

23 January 2011 14:24 Hillman Wiraw an

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close