Artikel

Uji Kredibilitas Penelitian Kualitatif

Uji Kredibilitas Penelitian Kualitatif

Menurut Yusuf (2017) sejak awal penelitian yang dilakukan secara kualitatif, pengujian validitas, reabilitas dan objektivitas telah dibangun dengan merumuskan proposal penelitian kualitatif secara jelas, terarah dan tuntas. Penelitian kualitatif diawali dengan adanya masalah, membatasi masalh penelitian, tujuan dilakukannya penelitian, dengan menggunakan teori ground sebagai landasan teoritis yang secara langgung digunakan untuk menggiring metodologi penelitian yang akan digunakan.  Masalah yang telah ditentukan dalam penelitian kualitatif kemungkinan dapat berubah ketika turun lapangan, hal ini karena adanya hal yang lebih penting dan mendesak dari apa yang telah ditetapkan atau adanya pembatasan hanya sebagian kecil saja dari apa yeng telah ditentukan. Hal tersebut juga dapat terjadi pada saat wawancara serta observasi di mana situasi sosial yang mempunyai karakteristik khusus yang berbeda dari apa yang telah dirumuskan sebelumnya. Jika terjadi hal tersebut, untuk kaitannya secara berkelanjutan, peneliti selalu melakukan pemeriksaan keabsahan data yang telah dikumpulkan sehingga tidak terjadi informasi yang salah atau tidak sesuai dengan konteks. Pemeriksaan keabsahan data dapat dilakukan dengan melakukan uji kredibilitas (credibility).

Menurut Lapau (2012) uji kredibilitas adalah uji kepercayaan dari data yang telah dihasilkan selama proses penelitian kualitatif. Ada 5  hal yang dilakukan dalam uji kredibilas ini yaitu: perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi data, analisis kasus negatif, serta member check. Sedangkan menurut Yusuf (2017) keakuratan, keabsahan, serta kebenaran suatu data yang telah dikumpulkan dan dianalisis sejak awal penelitian kualitatif akan menentukan kebenaran dan ketepatan hasil penelitian sesuai fokus penelitian. Agar hasil penelitian dikatakan tepat sesuai konteks, maka penelitian kualitatif perlu melewati uji kredibilitas yang terdiri dari 6 cara, yaitu: memperpanjang waktu keikutsertaan peneliti di lapangan, meningkatkan ketekunan pengamatan, melakukan triangulasi sesuai sesuai aturan, melakukan cek dengan anggota lain dalam kelompok, menganalisis kasus negatif, serta menggunakan referensi yang tepat.

A. Perpanjangan Waktu Penelitian

Menurut yusuf (2017) peneliti sebagai instrumen dalam penelitian kualitatif sehingga kesahihan dan keabsahan data sangat ditentukan oleh komitmen, dan keterlibatab peneliti dalam penelitian yang dilakukannya. Peneliti harus yakin selagi penelitia  belum cukup meyakinkan, maka peneliti perlu melakukan perpanjangan waktu penelitiannya sambil mengkaji kembali, menelisisk, dan menganalisis data yang telah terkumpul.

B. Meningkatkan Ketekunan Pengamatan

Menurut Yusuf (2017) salah satu yang diperlukan dalm penelitian kualitatif adalah ketekunan peneliti dalam melakukan pengamatan.  Menurut Lapau (2012) peneliti perlu melakukan pengecekan kembali apakah data yang telah terkumpul telah benar atau salah. Hal ini dilakukan untuk menjaga keakuratan dan keabsahan data.

C. Triangulasi

Menurut Lapau (2012) triangulasi merupakan pengecekan data atau sumber dari berbagai cara dan waktu yaitu: triangulasi sumber dan triangulasi pengumpulan data. Menurut Yusuf (2012) triangulasi terdiri dari triangulasi dengan sumber banyak (multiple sources) serta triangulasi dengan teknik yang banyak (multiple methods).

D. Member Checks

Menurut Yusuf (2017) data yang telah dikumoulkan kemudian dianalisis, melakukan pengkategorian, dan penarikan kesimpulan dapat diuji kembali dengan menggunakan anggota lain dalam kelompok. Data di uji kembali dari anggota kelompok yang lain dimana data tersebut dikumpulkan.

E. Analisis Kasus Negatif

Menurut Lapau (2012) analisis kasus negatif dilakukan dengan menemukan terlibih dahulu data yang bertentangan dengan data yang telah ditemukan sebelumnya. Apabila data yang bertentangan sangan kurang, maka data yang ditemukan dapat dipercaya

F. Menggunakan Referensi yang Tepat

Menurut Yusuf (2017) Kredibilitas data dan indormasi yang dikumpulkan dapat lebih dipercaya jika dilengkapi dengan bahan-bahan referensi tang tepat. Data yang dituliskan dari hasil penelitian lapangan atau rekaman percakapan dapat dibandingkan dengan pendapat para ahli dalam referensi yang dikumpulkan.

DAFTAR PUSTAKA

Lapau, Buchari. 2012. Metode Penelitian Kesehatan: Metode Ilmiah Penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Yusuf, . 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif & Gabungan. Jakarta: Kencana

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close