Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Teknik Pengambilan Sampel

Teknik Pengambilan Sampel

Penelitian saat ini merupakan sesuatu hal yang lumrah dalam masyarakat utamanya mahasiswa yang sementara mengejar gelar Sarjana, Magister ataupun Doktor karena salah satu syarat dalam mencapai gelar sarjana mahasiswa harus melakukan penelitian sebagai kelengkapan dari proses mencapai gelar sarjana. Selain itu penelitian masuk dalam tri dharma perguruan tinggi poin kedua, olehnya itu penelitian saat ini merupakan suatu hal yang penting dalam dunia pendidikan. Dengan penelitian masyarakat bisa mengetahui dan mencari tahu hal- hal baru yang belum pernah dipublikasikan di masyarakat.

Dalam membuat sebuah penelitian banyak metode penting yang harus diperhatikan salah satunya yaitu teknik pengambilan sampel. Secara garis besar teknik pengambilan sampel ada dua yaitu probability sampling (random sampel) dan non probability sampling (non random sampel). Pengambilan sampel probability sampling yaitu cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika elemen populasinya ada 50 dan yang akan dijadikan sampel ada 10, maka setiap elemen tersebut memiliki kemungkinan 10/50 untuk dipilih menjadi sampel. Keuntungan yang didapat dalam menggunakan teknik pengambilan sampel probability sampling adalah sebagai berikut
a. Derajat kepercayaan terhadap sampel dapat ditentukan
b. Beda penafsiran parameter populasi dengan statistik sampel dapat diperkirakan
c. Besar sampel yang diambil dapat dihitung dengan cara statistik

Teknik probability sampling lebih menitikberatkan pengambilan sampel secara random, cara random dalam pemilihan sampling dapat memperkecil bias penelitian sekecil mungkin, Sehingga bisa mendapatkan sampel yang repersentatif. Zainuddin, (2011) membagi lima macam teknik sampling probability antara lain sebagai berikut:
a. Simple random sampling (acak sederhana)
Sampling ini digunakan jika populasi dianggap homogen berdasarkan kriteria tertentu. Pengambilan unit sampel dari sampling frame dapat dilakukan dengan undian maupun dengan pertolongan bilangan random. Kelebihan teknik sampling ini adalah pelaksaannya mudah, namun kelemahanya yaitu letak populasi jauh dari menyebar.
b. Systematic random sampling (acak sistematis)
Pada sampling ini yang dipilih secara acaknya hanyalah nomor sampel urutan pertama kemudian nomor urutan selanjutnya ditentukan sistematik dengan meloncat sebesar kelipatan N/n.
c. Startified random sampling (acak berlapis)
Sampling ini digunakan jika populasinya heterogen dan setelah ditelan lebih mendalam tersiri atas strata atau lapisan yang homogen. Kelebihan teknik sampling ini adalah pelaksaannya mudah dan adanya startifikasi dapat meningkatkan perisi dari sampel terhadap populasi. Namun kelemahannya yaitu letak populasi dapat jauh. Dalam startified random sampling terbagi lagi ke dalam dua bagian yaitu
1. Simple startified random sampling
Pada sampling ini jumlah unit populasi dalam setiap strata sama sehingga jumlah sampel yang berasal dari setiap strata juga sama.
2. Propportional startified random sampling
3. Pada sampling ini jumlah unit populasi dalam setiap starata tidak sama sehingga jumlah sampel yang berasal dari setiap strata juga tidak sama.
d. Cluster atau area random sampling (acak kelompok atau acak area)
Sampling ini digunakan jika populasi heterogen dimana ciri-ciri unit populasi tidak bersama (tidak homogen) dan terdiri dari kelompok-kelompok. Heterogenitas dalam cluster atau area sama dengan heterogenitas populasinya. Pada teknik ini akan dilakukan dua kali randomisasi. Kelebihan teknik sampling ini adalah penyebaran unit populasi dapat dihindari. Di sisi lain kelemahan teknik ini adalah sulit diperoleh suatu cluster dengan heterogenitas yang benar-benar sama.
e. Multistage atau double random sampling (acak bertahap atau acak ganda)
Sampling ini digunakan pada populasi yang sangat kompleks terdiri atas unit populasi yang terdiri dari beberapa strata dan berada dalam clusters atau areas yang heterogen. Hali ini dilakukan untuk mendapatkan sampel yang semaksimal mungkin mewakili semua ciri-ciri yang ada dalam populasinya. Kelebihan teknik sampling ini adalah mendapatkan sampel yang maksimal dan benar-benar mewakili dari ciri-ciri populasi.
Selain itu Teknik probability sampling seringakali digunakan dalam penelitian kuantitatif yaitu dengan cara memilih jumlah yang relatif besar dalam unit dari suatu populasi atau dari suatu sub-kelompok yang spesifik (strata) adri suatu populasi, secara acak dimana penggabungan dari tiap anggota populasi dapat ditentukan (Tashakkori & tedlie dalam Tedlie dan Yu, 2007)

Sedangkan teknik pengambilan sampel non probability yaitu cara pengambilan sampelnya tidak menghiraukan prinsip-prinsip yang ada pada probability. Artinya pemilihan sampel tidak dilakukan secara random. Cara ini dapat digunakan apabila biaya sangat sedikit, hasil yang penelitian segera diminta, tidak memiliki ketepatan dengan indikator yang tinggi, karena hanya sekedar gambaran umum saja. Pengambilan sampel dalam sebuah penelitian sangat penting karena dapat mengestimasi berapa populasi yang akan terpakai pada saat melakukan penelitian.

Teknik non probability terdiri atas beberapa macam sampling sebagai berikut:
a. Acceidental /convenient sampling
Sampling secara kebetulan pada subjek yang ditumui atau mudah ditemui
b. Purposive Judgement sampling
Sampling yang dipilih atau ditetapkan berdasarkan kesesuaianya dengan tujuan penelitian
c. Snowbal sampling (mirip M-lm)

Sedangkan Neuman (2007) juga membagi tipe teknik sampling menjadi dua macam yaitu:
1. Tipe sampel non probability
a. Haphazard
Mendapatkan sertiap kasus dengan cara yang telah disepakati
b. Kuota
Mendapatkan nomor yang telah ditetapkan pada kasus dalam beberapa kategori yang telah ditentukan yang akan mencermikan keragaman populasi, menggunakan metode haphazard.
c. Purposive
Mendapatkan semua kasus yang mungkin sesuai dengan kriteria tertentu dengan menggunakan berbagai macam metode
d. Snowball
Mendapatkan kasus menggunakan rujukan dari satu atau beberapa kasus, dan kemudian rujukan dari kasus tersebut dan seterusnya.
e. Case deviant
Mendapatkan kasus yang secara substansial berbeda dari pola yang dominan (khusus jenis sampel purposive)
f. Sequiental

Mendapatkan kasus hingga tidak ada tambahan formasi atau karakterisitik baru (sering digunakan dengan metode pengambilan sampel lainnya)
2. Tipe sampel Probability
a. Simple random
Membuat kerangka sampling untuk semua kasus kemudian pilih kasus menggunakan proses sepenuhnya acak (misalnya acak nomor meja atau program komputer)
b. Startified
Membuat kerangka sampling untuk masing –masing bebarapa kategori kasus, mengambil sampel acak dari masing-masing kategori kemudian menggabungkan beberapa sampel.
c. Sistematis
Membuat kerangka sampling, menghitung sampling interval 1/k, memilih tempat mulai seacara acak kemudian mengambil setiap 1/k dari kasus.
d. Cluster
Membuat kerangka sampling untuk unit cluster yang lebih besar, mengambil sampel acak dari unit cluster, membuat keramgka sampling untuk kasus dalam setiap unit klaster yang dipilih, kemudian mengambil sampel secara acak dari kasus dan seterusnya.

Daftar Pustaka

Zainuddin. 2011. Metodologi Penelitian Kefarmasian dan Kesehatan, Surabaya:    Airlangga University Press

Neuman. 2007. Basic of social research: Qualitative and quantitatif qpproaches,     second edition, Pearson Education, Inc

Teddlie, C. dan Yu, F. 2007. Mixed Methods Sampling: A Typology With Examples. Journal of Mixed Method Research, 2007; 1; 77. Sage publication.

Related Post

Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...
Penelitian Kebijakan PENELITIAN KEBIJAKANTerdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah ...
Penelitian Eksperimen Semu Rancangan Eksperimen SemuPenelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang ak...