penalaranunm

  • LPM Penalaran UNM Kukuhkan 63 Anggota Baru

    LPM Penalaran UNM kukuhkan 63 Anggota Baru
    63 Anggota Baru LPM Penalaran UNM

    Kegiatan Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian (PMP-OMK ) XXI telah sampai pada puncak kegiatannya yakni Pengukuhan Anggota Baru ke-XXI. Bertempat di desa Kurusumange, Kec. Tanralili, Kab. Maros, ketua umum LPM Penalaran UNM,  Agusman, mengukuhkan ke-63 Anggota baru LPM Penalaran UNM yang ke-XXI.

    Pengukuhan yang menjadi bagian dari rangkaian Orientasi Manajemen Keorganisasian (OMK) XXI ini dilaksanakan setelah para peserta menerima materi keorganisasian ala Penalaran yang dibawakan oleh para alumni LPM Penalaran UNM, dilanjut dengan kegiatan Outbound sebagai implementasi dari materi keorganisasian yang telah diterima.

    Malam terakhir dilaksanakan Tudang Sipulung sebagai moment untuk mempererat tali keakraban antara anggota baru dengan seluruh elemen LPM Penalaran UNM. 63 anggota baru LPM Penalaran UNM yang ke-XXI juga telah mengucapkan janji setia, serta memperoleh hak dan kewajiban sebagai anggota LPM Penalaran UNM.

    Bersamaan dengan itu, anggota baru diberikan kartu anggota serta nomor NRA yang menjadi identitas mereka sebagai anggota LPM Penalaran UNM yang sah.Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian (PMP-OMK) XXI resmi ditutup, Minggu (29/4).

    Penutupan ini ditandai oleh tiga ketukan palu yang dilakukan oleh kakanda Idham Yunus, S.Pd., M.Sc yang merupakan Alumni LPM Penalaran UNM. Beliau berharap angkatan XXI dapat berpartisipasi aktif di LPM Penalaran UNM, “jadilah diri kalian sendiri di penalaran, bergabunglah di penalaran, keluarkanlah karakter-karakter kalian, biarkanlah itu keluar dengan sendirinya dan membuat kalian dapat menyatu dengan seluruh elemen Penalaran”, ujar Idham Yunus dalam sambutannya.

    Ketua LPM Penalaran UNM, Agusman, juga mengungkapkan dalam sambutannya bahwa masa depan LPM Penalaran UNM kini ada di pundak mereka, Anggota baru. Semoga bekal yang didapatkan selama mengikuti PMP OMK dapat di implementasikan.

    “Selamat berproses semoga dapat menjadi generasi yang kontibutif, prestatif, dan solutif untuk mengantar LPM Penalaran UNM menjadi semakin maju”,  tutup Agusman dalam sambutannya.

  • Pengumuman peserta OMK XXI

    pengumuman omk

    [Pengumuman  Peserta OMK XXI LPM Penalaran UNM]

    Selamat kepada peserta yang berhak mengikuti Orientasi Manajemen Keorganisasian (OMK) XXI LPM Penalaran UNM.
    Silahkan akses link berikut untuk mengakses nama-nama peserta beserta persyaratan untuk mengikuti Orientasi Manajemen Keorganisasian.

    http://bit.ly/PengumumanPesertaOMKXXI
    .

    .
    .
    Kunjungi linimasa kami:
    FB dan Youtube: LPM Penalaran Universitas Negeri Makassar
    IG dan Telegram: @rumahnalar
    Line: @ztf4799n
    Laman: www.penalaran-unm.org

     

     

  • Seminar Hasil Penelitian Peserta PMP-OMK XXI LPM Penalaran UNM

    seminar hasil penelitian PMP OMK XXI
    Tim peneliti menyeminar hasilkan penelitiannya

    Sebanyak 63 peserta dari 14 Tim berhasil menyeminar hasilkan penelitian nya pada hari sabtu, 21 April 2018. Seminar hasil tersebut merupakan salah satu tahapan dalam Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian (PMP-OMK) XXI.

    Adapun judul penelitian tersebut adalah:
    1.Pengaruh Variasi Waktu Fermentasi Kulit Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Terhadap Kelistrikan Dari Sel Akumulator
    2.Pengaruh Media Buku Pop-Up pada Tema Keanekaragaman Negeriku Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar
    3.Analisis Miskonsepsi Peserta Didik Kelas XI Sman 1 Gowa pada Materi Hidrolisis Garam Menggunakan Instrumen Three Tier Diagnostic Test
    4.Perancangan Aplus (Aplikasi Pengenalan Kampus) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Berbasis Android
    5.Analisis Sebaran Kandungan Klorofil-A pada Perairan Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa
    6.Uji Efektivitas Pupuk Organik Cair Dari Limbah Biji Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) dan Kulit Pisang (Musa Paradisiaca L.) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum)
    7.Efektivitas Ekstrak Batang Brotowali (Tinospore Crispa) dan Daun Sirsak (Annona Muricata L) Terhadap Mortalitas Hama Penggerek Batang Padi (Schirpopaga Innonata
    8. Perubahan Makna pada Arsitektur Tradisional Bola Ogi di Kecamatan Tamalate Kota Makassar.
    9. Analisis Kesejateraan Pendapatan Sopir Pete-Pete Pasikola di Kota Makassar.
    10. Analisis Efektifitas Pengunaan Penggunaan Dana Terhadap Pelaksanaan Program Lorong Garden di Kecmatanrappocini di Kota Makassar.
    11.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlibatan Mahasiswa Universitas Negeri Makassar dalam Organisasi Masyarakat di Kota Makassar.
    12.Pengaruh Materi Mata Pelajaran PKN Terhadap Kesadaran Politik Pemilih Pemula Di SMAN 2 Makassar.
    13. Pengaruh Kecanduan Game Mobile Legends Terhadap Perilaku Agresif Siswa Smp Negeri 25 Makassar.
    14. Evaluasi Kesiapan Sekolah dalam Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (Unbk) Di SMA Negeri 10 Makassar.

    Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat di implementasikan nantinya baik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat maupun yang tidak. Hal ini senada dengan pendapat ketua panitia pelaksana Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian ( PMP-OMK) XXI.

    “Semoga hasil hasil penelitian para peserta ini nanantinya dapat di implementasikan dengan baik di masyarakat. Dan semoga saran dan masukan yang mereka terima hari ini dapat di jadikan bahan evaluasi mereka kedepannya”. Kata Wahyudin selaku ketua panitia pelaksana.

  • Peserta PMP XXI Ciptakan APLUS pada Fakultas Teknik UNM

    Peserta PMP XXI Ciptakan APLUS pada Fakultas Teknik UNM

    Salah satu kelompok yang telah mengikuti Pelatihan Metodologi Penelitian (PMP) yang ke-21 di STIE Amkop  menciptakan aplikasi untuk memperkenalkan kampus orange khususnya pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.

    Ketua Kelompok Ismail, mengungkapkan, bahwa Fakultas Teknik memiliki 7 jurusan yang tersebar di wilayah Fakultas Teknik. Untuk menunjang proses perkuliahan, Fakultas Teknik memiliki gedung perpustakaan, laboratorium, dan gedung perkuliahan yang tersebar di setiap jurusan diantaranya, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Otomotif, Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan, Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Elektronika, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, dan Pendidikan Teknologi Pertanian.

    “ Fakultas Teknik memiliki 7 jurusan lengkap dengan fasilitasnya, setiap mahasiswa seharusnya mengetahui tentang informasi dosen dan pemetaan serta alur pengurusan adminstrasi seperti pengurusan surat aktif kuliah, alur pengurusan skripsi, informasi beasiswa dan prosedur penurunan UKT (Uang Kuliah Tunggal). Sedangkan informasi yang diberikan pada laman resmi Fakultas Teknik tidak sesuai dengan buku panduan. Pemetaan informasi wilayah Fakultas Teknik memiliki masalah yang sama, dikarenakan pemetaan kampus seharusnya dapat dilihat setiap jurusan yang berada di Fakultas Teknik.

    Faktanya tidak ada peta yang disiapkan sehingga mahasiswa tidak memiliki informasi mengenai pemetaan Fakultas Teknik padahal hal ini penting untuk kemudahan mahasiswa dalam mencari sebuah informasi. Itulah kenapa kami membuat suatu apliksai pengenalan kampus berbasis android” UjarnyaSalah satu Staff dari Fakultas Teknik mengatakan bahwa penelitian ini sangat bagus untuk kemajuan fakultas teknik.
    “Dengan adanya APLUS tidak ada lagi alasan kurangnya informasi kepada mahasiswa. Karena teknologi tersebut dapat memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan informasi yang benar dan lengkap” Serunya. Sementara itu Anwar, sebagai mentor kelompok ini berharap agar APLUS tidak hanya untuk Fakultas Teknik tetapi untuk seluruh fakultas yang ada di kampus Orange.

    “Saya berharap, APLUS ini tidak hanya untuk fakultas Teknik, tetapi semua fakultas yang ada di Universitas Negeri Makassar dapat tercakup di dalamnya, karena aplikasi ini dapat memberikan informasi dengan data yang benar dan lengkap serta memberikan kemudahan karena aplikasi berbasis Android” Kata Anwar

  • Mahasiswa UNM bakal meneliti remaja yang bermain Mobile Legend

    seminar proposal penelitian1
    tim peneliti peserta PMP-OMK XXI sedang memaparkan proposal penelitian mereka

    Salah satu kelompok yang telah mengikuti Pelatihan Metodologi Penelitian (PMP) yang ke-21 di STIE Amkop  bakal meneliti tentang Mobile Legend.

    Ketua Kelompok, Irnawati, mengungkapkan, bahwa Fenomena game mobile legend sebagai gaya hidup di Indonesia saat ini cukup mencengangkan diminati dari kalangan anak anak hingga dewasa.

    Game online diminati sebanyak 70% usia 13-17 tahun, karena game ini prkatis, memiliki pilihan hero yang unik  dan bisa bermain rame-rame lanjut dia, dalam hal ini adalah remaja awal sebagai pemain game online terkhusus game Mobile Legends.

    “Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa.  Dimana masa ini adalah masa pencarian, keingintahuan, serta ajang ikut ikutan dan coba-coba untuk mengetahui suatu hal untuk mengetahui suatu pola yang cocok untuk mengapresikan jati diri. Termasuk jika ada tren-tren terbaru seperti game online maka akan ada tantangan tersendiri bagi remaja untuk ikut melibatkan diri demi sebuah keeksistensian dalam tren dan terkadang tidak mempertimbangkan dampak yang akan mereka dapatkan. Salah satu dampaknya adalah gangguan perilaku, itulah kenapa kami ingin meneliti mengenai  pengaruh kecanduan game mobile legend terhadap tingkat agresifitas siswa di SMP Negeri 25 Makassar, serunya
    Sementara itu, Mentor kelompok ini, Humairah mengatakan, mereka telah melakukan observasi di SMP Negeri 25 Makassar yang telah mengadakan Lomba Mobile Legends yang diikiuti oleh setiap perwakilan kelas dari 33 kelas. Dengan total jumlah peserta sebanyak 165 orang peserta, dan berdasarkan hasil wawancara awal di SMP 25 Makassar yaitu pada  salah satu guru selaku Pembina OSIS, mengatakan bahwa kebanyakan siswa yang sedang memainkan game Mobile Legends cenderung melakukan tindakan pukulan meja dan bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak wajar.

Close