Artikel

Skala Nominal

Metode penelitian merupakan cara imliah yang digunakan untuk mendapatkan data dan fakta dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Tujuan penelitian secara umum terbagi atas tiga yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh peneliti betul-betul data baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Pembuktian artinya data yang dperoleh digunakan untuk membuktikan keraguan-raguan terhadap suatu informasi atau pengetahuan. Sedangkan pengembanngan berarti memperluas pengetahuan, tidakan maupun mengembangkan produk yang telah ada sebelumnya.

Data yang diperoleh dari suatu penelitian merupakan data yang empiris, data yang valid, reliabel, dan obyektif. Valid merupakan tingkat kebenaran atau tingkat ketepatan dari suatu data, antara data sesunggunya dan data yang diperoleh oleh peneliti. Reliable adalah konsistensi dari data yang diperoleh dalam kurung waktu tertentu. Obyektif berhubungan dengan interpersonal agreement  atau kesepakatan antar banyak orang, obyektif  lawan kata dari subyektif. Data yang valid pasti reliable tetapi data yang reliable belum tentu valid. Misalnya seseorang selalu menggunakan laptop karena banyak tugas, padahal kenyataannya tidak ada tugas yang ia kerjakan. hal ini terlihat konsisten karena ia mengakatakan berulang tetapi dalam keadaan berbohong sehingga data ini terlihat reliable.

Data penelitian terbagi atas dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif terbagi atas dua yaitu data kualitatif empiris dan data kualitatif bermakna, sedangkan pada data kuantitatif terbagi atas dua yaitu data kontinum dan data diskrit. Data kontinum dibedakan ke dalam 3 data yaitu data ordinal, data interval dan data rasio. Data diskrit atau data nominal adalah data yang satu sama lain terpisah tidak dalam suatu garis kontinum.

Dari keemapat jenis data pada data kuantitatif tersebut, data diskrit atau data nominal atau biasa juga disebut sebagai skala nominal merupakan data yang paling sederhana. Dikatakan data yang paling sederhana karena hanya membedakan kategori bedasarkan jenis atau macamnya saja. Data nominal hanya melakukan kategori variabel yang diukur, satu kategori dengan kategori lain tidak dapat diurutkan berdasarkan tingkatan.

Salah satu contoh penggunaan data nominal pada pengkategorian jenis kelamin, angka 1 untuk laki-laki dan angka 2 untuk perempuan atau pun sebaliknya angka 1 untuk perempuan dan angka 2 untuk laki-laki. Yang digunakan bukan berarti bahwa 2 lebih besar dari pada 1 atau 1 lebih utama dari pada 2. Angka 1 dan 2 hanya digunakan sebagai symbol untuk membedakan kedua data tersebut.

Contoh lain yang juga menggunakan skala nominal yaitu pada pengkategorian jenis pekerjaan misalnya 1 untuk pegawai, 2 untuk wisuasta, dan 3 untuk petani. Dalam pengkategorian ini tidak ada posisi yang lebih tinggi ataupun lebih baik dari pada yang lainnya, angka yang digunakan hanyalah sebuah kode atau penannda. Dalam suatu pengkategorian, seseorang hanya dapat memilih salah satu dari ketiga jenis pekerjaan tersebut, tidak ada seorang pun yang diberikan 2 kode. Walaupun pada kenyataannya biasanya seseorang memiliki dua pekerjaan yang berbeda dalam satu waktu, namun yang dipilih atau yang dituliskan adalah pekerjaan utama dari orang tersebut.

Menurut Djaali (2007) penelitian menggunakan skala nominal sebenarnya bukan merupakan kegiatan pengukuran, melainkan lebih pada pengkategorisasian, pemberian nama dan menghitung fakta-fakta dari obyek yang sedang diukur. Skala nominal akan menghasilkan data yang disebut data nominal atau data diskrit.

 Menurut Gulo. W (2002) skala nominal memiliki beberapa sifat yaitu:

  1. Bersifat deskriminatif (membedakan)
  2. Bersifat ekualitas dalam arti bahwa kategori-kategori dalam variabel itu sama
  3. Simetris dalam arti bahwa angka 1 dapat ditukar dengan angka 2
  4. Pengkategorian bersifat tuntas artinya setiap obyek hanya bisa dimasukkan ke dalam salah satu kategori (kelas) sehingga tidak ada overlapping. Seperti pada pengkategorian jenis kelamin seseorang hanya dapat masuk pada satu kategori laki-laki ataupun perempuan tidak ada seseorang yang masuk ke dalam kedua kategori tersebut.

Menurut Santoso, W. (2002) ciri-ciri data nominal sebagai berikut:

  1. Posisi data setara
  2. Tidak dapat dilakukan operasi matematika, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan sebagainya.

 Daftar Pustaka

Gulo, W. 2002. Metodologi penelitian. Grasindo.

Situmorang, S. H., Muda, I., Doli, M., & Fadli, F. S. 2012. Analisis Data untuk Riset Manajemen dan Bisnis. USUpress.

Simamora, B. 2005. Analisis Multivariat Pemasaran. Gramedia Pustaka Utama.

Santoso, S. 2002. Statistik Parametrik. Elex Media Komputindo.

Djaali., Muljono, Puji. 2007. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Grasindo

Sugiono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Alfabeta: Bandung

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close