Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Skala Interval

Skala Interval

Skala adalah perbandingan antara ketegori sebuah objek yang diberi bobot nilai berbeda. Pengukuran adalah dasar setiap penelitian ilmiah. Segala sesuatu yang peneliti lakukan dimulai dengan pengukuran apapun yang ingin diteliti. Pengukuran adalah meletakkan angka ke suatu objek.

 Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut jika digunakan akan menghasilkan data kuantitatif. Contohnya timbangan emas sebagai instrument untuk mengukur berat emas. Jenis-jenis skala pengukuran ada empat : skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala ratio.

Skala interval merupakan skala pengukuran yang sama seperti nominal dan ordinal namun mempunyai karkteristik tetap dan dapat dinotasikan dalam fungsi matematika, dimana jarak satu tingkat yang satu dengan yang lain sama. Skala interval mempunyai karakteristik yang sama seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu interval yang tetap. Dengan demikian, peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karakteristik antara satu individu atau objek dengan yang lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka sehingga operasi aritmetika, misalnya penjumlahan atau perkalian, bisa dilakukan. Untuk melakukan analisis, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametrik, Sarwono (2013). Skala interval sudah memiliki nilai intrinsik, sudah memiliki jarak, tetapi jarak tersebut belum merupakan kelipatan. Pengertian “jarak belum merupakan kelipatan” ini diartikan bahwa skala interval tidak memiliki nilai nol mutlak. Misalnya pada pengukuran suhu. Kalau ada tiga daerah dengan suhu daerah A = 10°C, daerah B = 15°C, daerah C = 20°C. Bisa dikatakan bahwa selisih suhu daerah B, 5°C lebih panas dibandingkan daerah A, dan selisih suhu daerah C dengan daerah B adalah 5°C (ini menunjukkan pengukuran interval sudah memiliki jarak yang tetap). Tetapi, kita tidak bisa mengatakan bahwa suhu daerah C dua kali lebih panas dibandingkan daerah A (artinya tidak bisa jadi kelipatan). Karena dengan pengukuran yang lain, misalnya dengan Fahrenheit, daerah C tidak dua kali lebih panas dibandingkan daerah A, dan ini terjadi karena dalam derajat Fahrenheit titik nolnya pada 32, sedangkan pada derajat Celcius titik nolnya pada 0. Skala interval ini sudah benar-benar angka dan kita sudah dapat menerapkan semua operasi matematika serta peralatan statistik kecuali yang berdasarkan pada rasio seperti koefisien variasi.

Skala interval menurut Sekaran (2006) dapat menentukan perbedaan, urutan dan kesamaan besaran perbedaan tiap variabel. Suhu menggunakan Celcius atau Fahrenheit adalah contoh dari skala ini. Namun, dalam kasus  tertentu, skala sifat juga diasumsikan oleh peneliti bidang manajemen sebagai skala interval. Sementara menurut Suharsaputra (2012), menjelaskan bahwa skala interval adalah skala pengukuran yang mana jarak satu tingkat dengan yang lain sama. Ciri-ciri dari skali ini menurut Suharsaputra (2012) ada lima, yaitu :

  1. Kategori data bersifat saling memisah
  2. Kategori data memiliki aturan yang logis
  3. Kategori data ditentukan skalanya berdasarkan dari jumlah karakteristik yang sama tergambar dalam perbedaan yang sama dalam jumlah yang dikenakan pada kategori
  4. Angka nol hanya menggambarkan satu titik dalam skala (tidak punya nilai nol absolut)
  5. Bisa dilakukan operasi matematika (panas 40 derajat adalah 2 kali panas dibanding 20 derajat)

Contoh 1:

Jawaban tentang frekuensi dalam pertanyaan “Berapa kali anda berbelanja di Supermarket X dalam satu bulan terakhir ini?” adalah 1 kali, 3 kali dan 5 kali. Angka-angka 1,3, dan 5 merupakan angka sebenarnya yang menggunakan interval 2. Jika menggunakan interval 1, jawabannya menjadi a. 1 kali, b. 2 kali, c. 3 kali, d. 4 kali, e. 5 kali.

Contoh 2 :

Temperatur ruangan. Bisa diukur dalam Celcius, atau Fahrenheit, dengan masing-masing punya skala sendiri. Untuk air membeku dan mendidih :

  1. Celcius pada 0° C sampai 100° C. Skala ini jelas jaraknya, bahwa 100 – 0 = 100.
  2. Fahrenheit pada 32° F sampai 212° F. Sakal ini jelas jaraknya, bahwa 212 – 32 = 180

Related Post

Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...
Penelitian Kebijakan PENELITIAN KEBIJAKANTerdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah ...
Penelitian Eksperimen Semu Rancangan Eksperimen SemuPenelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang ak...