Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » SDGs, Indonesia, dan Sejuta Permasalahan Kemitraan Global.

SDGs, Indonesia, dan Sejuta Permasalahan Kemitraan Global.

“Our problems are man-made, therefore they may be solved by man. And man can be as big as he wants. No problem of human destiny is beyond human beings.” John F. Kennedy

Menurut  John Fitzgerald Kennedy, masalah adalah perbuatan manusia, oleh karena itu bisa dipecahkan oleh manusia sendiri. Mantan presiden Amerika Serikat yang ke-39 ini juga beranggapan bahwa jika tidak masalah dengan takdirnya, manusia tetap bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalahnya. Berangkat dari hal tersebut, beberapa maalah bermunculan dan semakin sulit u8ntuk dicari solusinya. Maslaha tersebut kemudian mendunia dan dirasakan tidak hanya selaku individu tetapi juga secara global.

Semakin hari permasalahn global yang ada di muka bumi menjadi momok menakutkan bagi penghuninya. Oleh karena itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Organisasi Perdamaian Dunia kemudian berusaha untuk mencari solusi dari permasalahan global yang terjadi. Solusi tersebut kemudian dibentuk dalam sebuah program yang bernama SDGs (Suistainable Development Goals) yang merupakan program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggang waktu yang ditentukan. SDGs ini merupakan agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia.  SDGs sudah ada sejak 21 Oktober 2015 menggantikan program sebelumnya yaitu MDGs (Millemnium Development Goals) sebagai tujuan pembangunan bersama sampai tahun 2030 yang disepakati oleh negara anggota PBB dalam forum resolusi.

Kemitraan untuk semua tujuan pembangunan

Point terakhir dari SDGs ini bertujuan untuk memperkuat sarana pelaksanaan dan mengidupkan kembali kemitraan global untuk perkembangan yang berkelanjutan. Sesuai yang ditulis pada World’s Largest Lesson yang bekerjasama dengan The Global Goals for Siustainable Development  negara anggota PBB telah sepakat untuk:

  1. Saling membantu dalam mencapai tujuan pembangunan ini pada tahun 2030. Tujuan tersebut dimasukkan sebagai tujuan nasional negara dengan setiap negara menentukan maslah yang paling serius untuk dihadapinya.
  2. Setiap negara berkomitmen untuk mengalokasikan seluruh sumber dayanya baik itu sumber daya alam maupun sumberdaya manusia dalam mencapai tujuan, terutama bagi negara maju harus membantu negara berkembang.
  3. Saling menghormati kebijakan negara
  4. Terlibat dalam organisasi dunia yang terkait dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut karena pengalaman dan dukungan organisasi dan individu dalam organisasi tersebut diperlukan.
  5. Memastikan setiap negara telah mengevaluasi perkembangan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutannya pada tahun 2020.

Permaslahan yang dihadapi Indonesia dalam mencapainya

Indonesia sebagai negara berkembang memiliki tujuan yang sesuai dengan UUD RI 1945 yaitu menjamin standar hidup minimum bagi setiap warga negaranya. Negara dimana setiap warganya berhak atas penghidupan yang layak dengan kekayaan alam yang harus depergunakan demi kemakmuran rakyat.

Idelnya negara Indonesia haruslah merealisasikan tujuan dari poin terkhir SDGs ini. Berdasarkan data dari SDGs Indonesia, telah dilakukan beberapa kegiatan dalam pelakdanaan SDGs poin terkhir ini. Dimulai dengan pembahasan dan penetapan Metadata Indikator Pilar Hukum dan Tata Kelola Tujuan Pembangunan berkelanjutan (TPB/SdGs) di Jakarta pada tanggal 6 Desember 2016 lalu. Hal tersebut menjadi awal pergerakan Indonesia yang dilanjutkan dengan sosialisasi ke seluruh daerah Indonesia mengenai SDGs. Namun dalam pelaksanaanya, Indonesia tentulah mendapatkan banyak permaslahan. Permasalah tersebut berupa kurangnya pemahamaman seluruh masyarakat Indonesia mengenai tujuan pembangunan berkelanjutan ini. Indonesia masih kurang melakukan kerja sama Internal terhadap masyarakatnya sendiri. Indonesia lebih megedepankan kerjasama dengan negara-negara luar tanpa mempertimbangkan internalnya.

Oleh karena itu, seharusnya para penggerak SDGs tidaklah hanya dari pihak kalangan atas, tetapi diberikan juga tanggung jawab kepada warga negara secara luas sebagai masyarakat yang menetap di negera ini. Masyarakatlah yang nantinya akan merasakan dampak dari pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, negara Indonesia haruslah mensinergikan antara tujuan pembangunan berkelanjutan yang mendunia ini dengan memperhatikan kondisi budaya dan perspektif lokal.

Daftar Pustaka

Portal: http://worldslargestlesson.globalgoals.org/id/global-goals/partnerships-for-the-goals/.

Pasaribu, Rowland B.F. 2012. Perkembangan Startegi dan Perencanaan Pembangunan Indonesia. http://rowland_pasaribu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35472/perkembangan-strategi-perencanaan-pembangunan-indonesia.pdf. Diakses Pada Tanggal 20 April 2017.

SDGs Indonesia 2017 Bapennas/Kementrian PPN. 2016. http://sdgsindonesia.or.id/index.php/kegiatan. Diakses Pada Tanggal 5 Mei 2017.

Related Post

Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...
Penelitian Kebijakan PENELITIAN KEBIJAKANTerdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah ...
Penelitian Eksperimen Semu Rancangan Eksperimen SemuPenelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang ak...