Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Riset dalam Bisnis

Riset dalam Bisnis

Pada dasarnya riset atau penelitian memiliki tujuan yaitu menguji hipotesis, mengembangkan teori-teori dan hipotesis melalui pengungkapan data serta pemecahan atas suatu masalah dan yang terpenting adalah memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Riset memang sangat berperan penting dalam memberikan manfaat dalam kehidupan manusia, hampir dalam semua aspek dan sendi kehidupan manusia mendapatkan manfaat dari hasil sebuah riset atau penelitian, tak terkecuali dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang ekonomi dan bisnis yang hakikatnya bertujuan untuk memberikan kesejahteraan bagi umat manusia.

Dalam bisnis, para pelakunya dihadapkan pada suatu proses penting dalam menjalankannya yaitu dalam hal pengambilan keputusan bisnis yang harus diambil. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat menyebabkan suatu bisnis mengalami kerugian yang besar pada beberapa sisi. Pengambilan keputusan bisnis dan investasi umumnya didasarkan atas kriteria ekonomi yaitu mengoptimalkan keuntungan (Profit) dan menciptakan daya saing bagi perusahaan.

Agar tujuan tersebut dapat dicapai, para analis, manager, dan eksekutif harus memperkirakan penghasilan (Revenue) yang akan diperoleh dan biaya-biaya (costs) yang akan dikeluarkan apabila suatu investasi dilakukan serta penetapan agar target produksi dapat dicapai. Untuk membantu para analis, maupun manajer dalam pengambilan keputusan bisnis yang tepat diperlukan seperangkat metode dan teknik agar dapat mendapatkan perbandingan alternatif-alternatif yang akan menjadi keputusan terbaik yang diputuskan oleh para pelaku bisnis.

Salah satu hal yang sangat perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan bisnis adalah riset pasar dan manajemen pemasarannya sehingga dapat menghasilkan keputusan yang terbaik bagi suatu perusahaan. Apabila berbicara mengenai riset pasar maka teknik analisis yang umum digunakan dalam riset pasar adalah studi kasus. Untuk kebutuhan studi kasus mengenai permasalahan peluang pasar perlu dilaksanakan survey pasar, pengujian preferensi produk, ramalan penjualan tiap daerah pemasaran maupun tentang kemampuan periklanan. Dalam studi ini diperlukan tenaga ahli khusus peneliti yang mempu menerapkan contoh-contoh, membuat daftar pertanyaan, serta pelaksanaan tugas pekerjaan. Bagian ini seringkali berada pada departemen riset dalam perusahaan.

Pada departemen riset pemasaran yang formal dalam perusahaan dikepalai oleh seorang manajer riset pemasaran yang dipandang sebagai anggota tim utama dalam tim pemasaran. Pada perusahaan kecil departemen riset pemasaran terdiri dari beberapa ahli riset professional, sedangkan pada perusahaan yang lebih besar terdapat banyak pegawai penuh ahli pemasaran, yang terdiri dari ahli survey, ahli statistik, ahli mengenai tingkah laku pasar baik industri maupun pelanggan.

Ruang lingkup riset pemasaran pada umumnya terdiri atas sejumlah kegiatan yaitu penentuan ciri-ciri khusus pasar, ukuran potensi pasar, analisis keikutsertaan dalam pasar, analisis penjualan, studi keenderungan bisnis, ramalan jangka pendek, penerimaan dan petensi produk baru, kecenderungan produk pesaingnya, ramalan jangka panjang, serta makalah tntang harga.

Riset pemasaran yang efektif pada umumnya melalui beberapa langkah antara lain: perumusan masalah, pola riset, kerja lapangan, analisis data, dan presentase pelaporan. Masalah harus dibuat  dengan jelas agar berguna bagi manajer. Pada pola riset manajer riset berhadapan dengan pilihan antara banyak cara pengumpulan informasinya, terdapat tiga pola riset pasar yaitu:

  1. Metode pengumpulan data

Seringkali data bersumber dari data primer dan data sekunder. Yang paling mudah adalah dengan data sekunder, karena data sekunder mungkin dadapat pada kantor-kantor periklanan, asosiasi usaha-usaha perdagagangan, publikasi pemerintah, dan publikasi komersial. Apabila data sekunder tidak memuaskan barulah diusahakan data primer. Data ini dikumpulkan dari pelanggan, perantara pedagang maupun agen, penjual, pesaing atau sumber informasi lainnya.

  1. Alat perkakas riset

Alat yang dipengunakan biasanya tergantung pada metode yang digunakan. Metode observasi menggunakan alat perekam, kamera, lembaran cacatan. Metode percobaan menggunakan instrument-instrumen serupa jika tugas dibebankan kkepada yang bersangkutansedangkan metode survey dan juga metode percobaan ada tergantung pada daftar pertanyaan. Untuk mendapatkan informasi yang lebih baik, maka dalam membuat daftar pertanyaan haruslah memperhatikan beberapa hal yaitu dengan memprhatikan jenis pertanyaan yang diajukan, bentuk dan cara pengajuan pertanyaan serta pilihan kata-kata yang akan digunakan dalam pertanyaan. Pertanyaan haruslan menciptakan perhatian, pertanyaan bersifat terbuka tidak sulit, dan pertanyaan yang bersifat pribadi dilakukan pada akhir wawancara agar tidak mempengaruhi jawaban berikutnya.

  1. Sampling

Untuk membuat rencana sampling, harus dapat menjawab empat pertanyaan berikut ini:

  1. Siapa yang akan disurvei (sampling unit)?
  2. Berapa jumlah yang harus diteliti (sampling size)?
  3. Bagaimana cara menyeleksi (sampling procedure)?
  4. Bagaimana cara mencapai rencana percontohan (sampling media)?

Siapa yang disurvei terlebih dahulu, misalnya apakah petani, pedagang, agen dan sebagainya. Barulah ditentukan jumlahnya, karena tidak semua populasi harus diteliti secara keseluruhan, banyak waktu, dan tenaga untuk melaksanakannya. cukup yang mewakilinya saja bisa dengan teknik Simple Random Sampling, Systematic Random Sampling, Cluster Sampling, serta jenis sampling lainnya yang tentunya paling cocok digunakan dalam kondisi, data, serta tujuan riset tersebut tersebut. Selanjutnya adalah menganalisis data dengan menghitung rata-rata dan despersinya, mengatur daftar data untuk mengetahui hubungannya, mengukur koefisien korelasi, serta menggunakan teknik ststistika bervariasi ganda untuk mengetahui hubungan-hubungan penting.

Yang terakhir adalah penyajian data berupa presentase dan pelaporan dalam bentuk penyajian dari kesimpulan-kesimpulan penting dan rekomendasi dari suatu riset pasar. Laporan tersebut selanjutnya menjadi pegangan penting bagi seorang manajer dalam memutuskan suatu keputusan yang berdampak pada efek jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan. Disinilah riset berperan penting dalam penentuan pengambilan keputusan agar seorang manajer dapat memutuskan suatu keputusan terbaik bagi perusahaannya.

Sumber:

Sahade, Imran, 2009, Manajemen Pemasaran. Makassar: Badan Penerbit UNM

Salangke, 2012, Engineering Economy. Makassar: Penerbit Identitas Unhas

 

Related Post

Pengaruh Penggunaan Strategi Dynamic Problem Solvi... Ariyaldi1, Asmawati Tri Putri2, Andi Nur Khalisah3, Nurhikma4  1,2,3,4Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar Materi ki...
Apakah Penelitian itu?? Apakah Penelitian itu??Permasalahan dunia yang terselesaikan Banyak permasalahan di dunia ini bisa terselesaikan karena penemuan-penemuan inova...
Penyajian Data dalam Penelitian Kualitatif Analisis data dalam penelitian kualitatif berbeda dengan analisis data dalam penelitian kuantitatif. Analisis kualitatif fokusnya pada penunjukkan mak...
Instrumen Penggalian Data dalam Penelitian Kualita... Penelitian sangat diperlukan dalam memahami, menjelaskan dan memberikan solusi kepada suatu masalah. Informasi-informasi yang didapatkan dari peneliti...