Artikel

RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMEN SUNGGUHAN

Rancangan penelitian eksperimen sungguhan  (True experiment design) merupakan rancangan penelitian eksperimental yang meneliti tentang kemungkinan sebab-akibat antara kelompok yang diberi perlakukan (kelompok eksperimen) dengan kelompok kontrol (tidak diberi perlakuan) lalu kemudian membandingkan antara keduanya (Sani K, 2016).

Penelitian eksperimen sungguhan adalah penelitian yang secara penuh mengontrol  semua faktor yang kemungkinan mengganggu validitas internal sehingga hal ini dapat memberikan kemantapan hasil yang dicapai sebagai efek perlakuan. Ada dua faktor yang kemungkinan mengganggu validitas internal yaitu faktor intrinsik yang meliputi perubahan pada diri individu atau unit yang dipelajari yang berlangsung selama penelitian (misalnya: history, kematangan, pengetesan, instrumentasi, mortalitas eksperimental, regresi statistika) dan yang kedua adalah faktor ekstrinsik yakni kemungkinan kecondongan hasil penelitian sebagai akibat perbedaan pemilihan  peserta dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Yusuf, 2014).

Adanya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dipilih secara acak atau rambang merupakan ciri utama dari penelitian eksperimen sungguhan (Sugiyono, 2017). Rambang atau randomisasi merupakan salah satu cara yang dapat meminimalkan pengaruh faktor ekstrinsik, cara yang lainnya disebut matching. Randomisasi dan matching ini maksudnya adalah melakukan kontrol terhadap variabel terdahulu yang sudah diketahui, caranya adalah dengan memilij kelompok eksperimen berdasarkan karakteristik yang sama. selain itu dapat pula dilakukan dengan membuat kelompok kontrol dan eksperimen sama dalam variabel yang relevan.  Sedangkan pada faktor ekstrinsik dapat dilakukan dengan mengadakan kelompok kontrol (Yusuf, 2014).

Ada dua jenis rancangan penelitian eksperimen sungguhan  yang sering digunakan yaitu posttest-Only control design dan pretest-posttest control group design.

  1. posttest-Only control design

R       X     O1

R              O2

Menurut Sugiyono (2017), dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan  (X) dan kelompok kedua tidak diberi perlakuan. Kelompok yang diberi perlakuan disebut sebagai kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut sebagai kelompok kontrol. Pengaruh adanya perlakuan adalah (O1 : O2). Dalam penelitian yang sesungguhnya pengaruh perlakuan dianalisis dengan uji beda, dengan menggunakan statistik t –test. Misalnya seperti Apabila terdapat perbedaan yang sigifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, maka perlakuan yang diberikan berpengaruh secara signifikan. Akan tetapi karena dalam desain ini tidak dilakukan pretest maka tidak dapat diketahui berapa besar pengaruh perlakuan yang diberikan.

  1. pretest-posttest control group design

R               O1     X         O2

R              O3                   O4

Rancangan ini berbeda dengan one group pretest-posttest design, karena dalam pola eksperimen sesungguhnya selalu ada kelompok kontrol dan penentuan  subjek secara random. Selain itu, keadaan lingkungan baik untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen selalu sama (Yusuf, 2014). Menurut Sugiyono (2017), adanya pretest bertujuan untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik adalah jika nilai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2 – O1)-( O4 – O3).

 

Yusuf, A. Muri. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.

Sani K., Fathnur. 2016. Metodologi Penelitian Farmasi Komunitas dan Eksperimental. Yogyakarta: Deepublish.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close