Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN USBN 2017 DI SMAN 16 MAKASSAR

PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN USBN 2017 DI SMAN 16 MAKASSAR

art4-persepsi guru terhadap pelaksanaan usbn di sman 16 makassar

¹Andi Muhammad Iksan, ²Andi Nurul Sahna Bilqis, ³Rahmawati, 4 Wilda Inasari

Pendidikan adalah salah satu aspek yang penting dalam suatu negara yang dibutuhkan untuk meningkatkan serta memajukan suatu negara. Selain itu, pendidikan dapat diartikan aspek penentu intelektualitas  dan sumber daya manusia. Sistem pendidikan yang berkualitas dapat diperoleh  dengan  evaluasi dari pendidikan itu sendiri.

Evaluasi pendidikan adalah kegiatan menilai yang terjadi dalam kegiatan pendidikan (Daryanto, 2010). evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan yang dicapai dari sistem pendidikan maupun kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah. Kebijakan pendidikan yang ada di Indonesia salah satunya yaitu Ujian Nasional (UN) sebagai dasar dalam penentuan kelulusan bagi siswa SMA. Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini masih menjadikan Ujian Nasional (UN) sebagai tolok ukur kelulusan siswa.

Berbagai masalah dari pelaksanaan UN menjadi alasan bagi pemerintah untuk memberikan kebijakan yaitu Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan dilaksanakan menjadi penentu kelulusan bagi siswa. Pelaksanaan USBN merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dan pada tahun 2017 telah dilaksanakan di seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Hal tersebut diketahui dengan adanya Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional tahun pelajaran 2016/2017 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peran MGMP dalam penyelenggaraan USBN yaitu menyusun soal USBN sebanyak 75%-80% sejumlah paket yang ditentukan untuk masing-masing mata pelajaran, menerima 20%-25% soal dari USBN dari Dinas Pendidikan, merakit soal USBN sejumlah paket yang ditentukan dan menyerahkan soal USBN berikut kelengkapannya ke MKSS dengan diketahui oleh Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota (Direktorat Jenderal Pendidikan, 2017). guru berperan penting dalam pelaksanaan USBN seperti menyusun soal, pendistribusian soal maupun prosedur pelaksanaan lainnya. Dengan adanya peran penting tersebut tentunya menimbulkan pandangan tersendiri di kalangan guru terkait pelaksanaan USBN tersebut.

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap pelaksanaan USBN 2017 di SMAN 16 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai persepsi guru mata pelajaran di SMAN 16 Makassar terhadap pelaksanaan USBN 2017. Penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif berupa hasil wawancara terkait persepsi guru mata pelajaran terhadap pelaksanaan USBN di SMAN 16 Makassar.

Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Pendekatan deskriptif merupakan suatu cara  mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu fakta dan menyuguhkan data apa adanya (Pasaribu, 2005). Pendekatan deskriptif yang peneliti maksudkan dalam hal ini adalah peneliti ingin mengetahui persepsi guru terhadap pelaksanaan USBN 2017 melalui beberapa aspek.

Pemaparan data yang dilakukan berdasarkan pedoman wawancara yang terdiri atas beberapa aspek, yaitu pengetahuan, persiapan dan pendapat guru SMAN 16 Makassar terhadap pelaksanaan USBN. Aspek pengetahuan meliputi pemahaman, standar kelulusan, dan teknik pembuatan soal kemudian aspek persiapan dan aspek pendapat guru.

Pertama, pemahaman Guru SMAN 16 Makassar terhadap pelaksanaan USBN 2017. SMAN 16 Makassar merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan USBN pada 20 Maret-23 Maret 2017. USBN merupakan salah satu kebijakan dari pemerintah di bidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kebijakan pelaksanaan USBN merupakan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2017 sehingga harus ada adaptasi dari sekolah yang melaksanakan USBN ini. Guru SMAN 16 Makassar sendiri memang telah mengetahui dan memahami  adanya  pelaksanaan  USBN  2017  yang mana pelaksanaan USBN ini dilaksanakan untuk semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran agama yang sebelumnya tidak pernah di-USBN-kan. Pelaksanaan USBN yang berperan penting adalah guru karena selain sebagai pembuat soal, yang menjadi pengawas dalam prosesnya pun adalah guru itu sendiri yang berasal dari sekolah masing-masing, terutama guru yang mengajar di kelas 3.

Kedua, pengetahuan SMAN 16 Makassar terhadap standar nilai kelulusan dari USBN 2017. USBN yang telah dilaksanakan belum diketahui hasilnya karena pengumuman kelulusan siswa belum dikeluarkan oleh sekolah. USBN merupakan kebijakan baru maka belum ada ketentuan terkait persentase dari kelulusan USBN itu sendiri. Kelulusan dari siswa SMA 16 Makassar yang ditentukan oleh kurikulum sekolah, yang mana kelulusan dilihat dari hasil USBN dan UNBK dengan persentase tersendiri. Ujian yang telah dilaksanakan akan dikembalikan ke sekolah yang bersangkutan mulai dari pemeriksaan hasil ujian yang dilakukan oleh guru dan tempat pelaksanaanya di sekolah masing-masing.

Ketiga, pengetahuan SMAN 16 Makassar terhadap teknik pembuatan soal. Pelaksanaan USBN merupakan ujian sekolah berstandar nasional. Pembuatan soal dibuat oleh satu tim yang disebut MGMP. Soal yang didistribusikan kesetiap sekolah itu sebahagian dari pusat dan provinsi melalui MGMP provinsi. Yang tergabung dalam tim pembuatan soal sebelumnya telah diberikan pelatihan dalam pembuatan soal sehingga telah memahami indikator penting dalam penyusunan naskah soal USBN. Di SMAN 16 itu sendiri tidak ada yang terlibat sebagai tim pembuat soal.

Keempat, persiapan yang dilakukan oleh guru SMAN 16 Makassar dalam menghadapi USBN 2017. Seperti pada ujian-ujian sebelumnya dalam menghadapi ujian khususnya USBN ini siswa maupun guru memiliki persiapan. Terutama persiapan dari siswa yang akan melaksanakan USBN. Persiapan yang diberikan oleh guru yaitu mengulangi materi yang telah diberikan  pada kelas X dan XI sebelumnya berdasarkan buku panduan USBN. Selain melakukan pengayaan materi beberapa tips juga diberikan oleh guru kepada siswa yaitu dengan perbanyak pengerjaan soal-soal dan materi berdasarkan kisi-kisi yang diberikan dari ketua           MGMP setiap mata pelajaran yang di-USBN-kan. Persiapan berupa les sore yang lazimnya dilaksanakan oleh sekolah dalam menghadapi ujian nasional tidak diintenskan karena di SMAN 16 Makassar itu sendiri belajarnya sampai sore.

Kelima, pendapat guru terhadap pelaksanaan USBN 2017 oleh guru mata pelajaran di SMAN 16 Makassar. Sebuah kebijakan baru dilaksanakan tentu saja memberikan tanggapan dari yang melaksanakan kebijakan tersebut. Sama halnya dengan pelaksanaan USBN 2017 ini muncul berbagai tanggapan. Guru SMAN 16 Makassar memberikan tanggapan yang baik pada kebijakan baru ini. Pelaksanaan USBN perlu dilaksanakan dengan harapan adanya pembagian kisi-kisi lebih awal dari pemerintah mengenai materi yang akan dimasukkan dalam soal, sehingga memudahkan guru dalam memberikan persiapan. Beberapa kelebihan dari USBN 2017 ini yaitu dari segi soal yang diujiankan telah mewakili soal dari pusat dan provinsi melalui MGMp sebagai tim pembuat soal. Selain itu, guru mata pelajaran tidak lagi diwajibkan membuat soal dan pemeriksaan dilaksanakan secara bersama sehingga nilai yang diberikan sesuai dari kemampuan siswa. Selain terdapat beberapa kelebihan terdapat pula kendala dan kekurangan dari pelaksanaan USBN ini yaitu waktu yang terlalu sempit sehingga kurang maksimal pembelajarannya. Ditambah dengan semua mata pelajaran di-USBN-kan sehingga siswa akan kesulitan menyeimbangkan dalam hal mempelajari semua mata pelajaran. Kendala yang dirasakan oleh pihak sekolah yaitu dari segi sarana dan prasarana yang masih kurang.

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 2010. EvaluasiPendidikan. Jakarta: RinekaCipta.

Pasaribu, R. B. F. 2005. AnalisisPenentuanPopulasidanSampel. Media Grup: Jakarta.

Related Post

Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...
Penelitian Kebijakan PENELITIAN KEBIJAKANTerdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah ...
Penelitian Eksperimen Semu Rancangan Eksperimen SemuPenelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang ak...