Call us on 0823-9388-3833

Home » Ringkasan Penelitian » Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Sistem Full Day School dengan Sistem Reguler pada Mata Pelajaran IPA

Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Sistem Full Day School dengan Sistem Reguler pada Mata Pelajaran IPA

full day school


Judul Penelitian:

Perbandingan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Sistem Full Day School dengan Sistem Reguler pada Mata Pelajaran IPA


Tahun Penelitian:

2017


Nama Peneliti:

Kadek Irayasa, Ian Alfian, Fitriana, Risma


Latar Belakang:

Hasil gambar untuk pendidikan

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan demikian pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi negara khususnya Indonesia. Selain itu pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembagunan nasional karena sasarannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Hasil gambar untuk rendahnya pendidikan di indonesia

Namun hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2012, Indonesia berada pada peringkat ke-64 negara di dunia dalam kemampuan Matematika dan Sains. Selain itu berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report menyatakan bahwa  “The Hide Crisis Armed Conflict And Education” yang dikeluarkan organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) di New York,  indeks pembangunan pendidikan dan Eduction Development Index (EDI) berdasarkan tahun 2008 adalah 0,934. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia (Kompas.com, 2011).Berdasarkan data tersebut indonesia masih memiliki nilai pendidikan yang tergolong rendah.

Hasil gambar untuk full day school

Hal tersebut membuat Indonesia melakukan berbagai inovasi dalam dunia pendidikan salah satunya adalah penerapan full day school (sekolah sehari penuh). Perbedaan antara sistem full day school dengan regular secara mendasar terletak pada lama waktu belajarnya namun sistem kurikulum yang diterapkan pada keduanya menggunakan sistem kurikulum yang sama. 

Hasil gambar untuk observasi

Berdasarkan hasil observasi Tim Peneliti kebeberapa sekolah di Makassar, sistem pendidikan yang diterapkan di Makassar terkhusus Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbagi menjadi dua yakni sekolah yang menerapkan sistem full day school dan sekolah yang menerapkan sistem reguler.

Adapun SMP yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah SMPN 3 Makassar dan SMPN 27 Makassar, tim peneliti memilih sekolah tersebut karena telah menerapkan full day school sejak awal semester genap tahun ajaran 2016/2017 sehingga hasil belajar mereka sudah dapat untuk dijadikan data nilai perbandingan. Pertimbangan lainya yaitu dari segi akreditasi dan antara SMP 3 Makassar dan 27 Makassar  memiliki akreditasi yang sama dan jumlah siswa kelas VIII yang berimbang. Perbedaannya hanya terletak pada lama waktu belajar. Sedangkan matapelajaran yang dijadikan perbandingan yaitu Mata pelajaran IPA dengan karena merupakan salah satu mata pelajaran  yang  dianggap sulit oleh siswa. Selain itu,  IPA merupakan bidang studi yang diujiankan dalam Ujian Nasional.


Tujuan Penelitian:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa kelas VIII sekolah yang menerapkan sistem full day school dan sistem regular pada mata pelajaran IPA.


Metodologi penelitian:

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif.

Penelitian ini melibatkan variabel tunggal yaitu prestasi belajar siswa kelas VIII siswa sekolah menengah pertama. Prestasi belajar tersebut diperoleh dari hasil ujian tengah semester genap tahun ajaran 2016/2017 di kelas VIII antara sekolah menengah pertama yang menerapkan full day school dan sekolah reguler, kemudian dilakukan perbandingan.

Desain penelitian yang digunakan adalah deskripsi komparatif, desain penelitian yang difokuskan untuk membandingkan suatu variabel dari dua kelompok populasi yang dianalisis secara deskriptif.

Gambar terkait

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi yang dimaksud adalah teknik pengumpulan data dengan mengambil data yang berupa hasil ujian tengah semester genap tahun ajaran 2017/2018 di kelas VIII pada masing-masing sekolah.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling. Dimana sampel yang diambil adalah seluruh individu dalam satu kelas setiap sekolah yang diteliti dan diperoleh secara random. Diperoleh sampel yaitu kelas VIII.9 untuk sekolah dengan sistem full day school dan kelas VIII.7 untuk sekolah dengan sistem regular.

Hasil gambar untuk analysis

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kompartif. Analis deskriptif komparatif merupakan bentuk analisis yang digunakan untuk menjelaskan data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan perbandingan antara dua kelompok sampel atau lebih dalam sebuah populasi. Dan analisis statistik inferensial yaitu:

  1. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diteliti berdistribusi normal atau tidak sebelum dilakukan analisis lebih lanjut. Pengujian normalitas ini menggunakan uji One Sample Kolmogorof-Smirnov menggunakan taraf signifikan 5% atau 0,05
  2. Uji homogenitas dilakukan menggunakan uji Levene’s yang bertujuan untuk menyelidiki apakah variansi variabel yang diuji sama atau tidak sebelum dilakukan uji hipotesis yaitu uji T
  3. Uji hipotesis, Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk menjawab hipotesis penelitian yang telah diajukan. Pengajuan hipotesis yang dimaksud yaitu untuk melihat apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas VIII sekolah yang menerapkan sistem full day school dan sistem regular pada mata pelajaran IPA. Untuk maksud tersebut maka pengujian dilakukan menggunakan independent sample t-test

Hasil

Gambar terkait

Hasil prestasi belajar siswa full day school diperoleh bahwa nilai maksimum mata pelajaran IPA adalah 86. Sedangkan untuk nilai minimum yang diperoleh yaitu 48 dengan nilai rata-rata 72.24. nilai range yang diperoleh yaitu 38, standar deviasi sebesar 11.144 dengan variance sebesar 124.189. Sedangkan untuk hasil prestasi belajar siswa sekolah reguler diperoleh bahwa nilai maksimum mata pelajaran IPA adalah 100. Sedangkan untuk nilai minimum yang diperoleh yaitu 80 dengan nilai rata-rata 88.16. nilai range yang diperoleh yaitu 20, standar deviasi sebesar 5.550 dengan variansi sebesar 30.806.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa di sekolah reguler lebih tinggi dari sekolah yang menggunakan sistem full day school. Hal ini ditunjukkan dari perbandingan nilai rata-rata hasil prestasi belajar kedua kelas. Pernyataan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Paramesuari (2013) yang menyatakan bahwa semakin lama waktu belajar semakin tinggi prestasi yang dihasilkan.

Berdasarkan hasil uji hipotesis yaitu independent sample t-test, nilai Sig (2-tailed) diperoleh 0,000 yang lebih kecil dari pada 0,05. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa H0 ditolak atau H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara signifikan, ada perbedaan rata-rata hasil prestasi belajar IPA siswa kelas VIII pada sekolah dengan sistem full day school dan sistem reguler.

Penelitian mengenai komparasi yang dimaksudkan yaitu adanya perbedaan peningkatan hasil belajar IPA siswa antara kelas VIII.9 dan VIII.7 secara signifikan yang diakibatkan oleh pengaruh sistem yang digunakan dalam hal ini full day school  atau sistem reguler. Hasil ini didapatkan dari tes hasil belajar siswa yaitu Ujian Tengah Semister (UTS) yang diperoleh dari guru mata pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VIII.9 untuk sekolah dengan sistem full day school dan kelas VIII.7 untuk sekolah dengan sistem regular.


Kesimpulan:

Berdasarkan pembahasan tersebut maka dapat disimpulkanan bahwa dari uji yang telah dilakukan dilihat bahwa signifikansi lebih kecil dari 0.05 yaitu 0.000 sehingga hasil yang diperoleh menyatakan bahwa H0 ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara signifikan, ada perbedaan rata-rata hasil prestasi belajar IPA siswa kelas VIII pada sekolah dengan sistem full day school dan sistem reguler.  Dimana rata-rata hasil prestasi belajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) sistem reguler lebih tinggi dibandingkan dengan sistem full day school, dengan 72.24 pada sekolah reguler dan 88,16 pada sekolah full day school


Saran:

Gambar terkait

Bagi Pemerintah

  • Agar mengembangkan sistem full day school yang mampu meningkatkan hasil prestasi belajar siswa.

Bagi Peneliti

  • Agar peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji variabel terikat yang sama untuk mempertimbangkan faktor lain sebagai variabel bebas yang mungkin berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Pihak Sekolah

  • Agar pihak sekolah lebih memperhatikan sarana dan prasarana di sekolah demi tercapainya kondisi dan situasi yang nyaman dalam proses  pembelajaran di kelas.

 

Foto Turlap

 

 

Related Post

Menguak Nilai-nilai Ritual Accera Kalompoang Masya...  Seiring dengan perkembangan zaman dan arus globalisasi yang semakin pesat telah menimbulkan dampak terhadap peradaban manusia yang semak...
PENGEMBANGAN IDEA-PHYRLAB (MEDIA PEMBELAJARAN FISI... Afiq Agung1, Nurfaida2, Muhammad Nasrullah3 1,2Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 3Jurusan Teknik Elektro, Fakultas T...
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN DANAU MAWANG KABUPATE... ¹Ari Handoko, ²Anwar , ³Asrianti Putri Lestari, 4 Amin Nur Syafitri 5 Muh. Wahyu Budidaya ikan di Provinsi Sulawesi Selatan saat ini mengalami pen...
PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN USBN 2017 DI SM... ¹Andi Muhammad Iksan, ²Andi Nurul Sahna Bilqis, ³Rahmawati, 4 Wilda Inasari Pendidikan adalah salah satu aspek yang penting dalam suatu negara yang...