Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Pengurangan Resiko Bencana (PRB) sebagai Upaya dalam Menyiasati Dampak dari Perubahan Lingkungan

Pengurangan Resiko Bencana (PRB) sebagai Upaya dalam Menyiasati Dampak dari Perubahan Lingkungan

Perubahan iklim global menjadi isu yang trend di masa saat ini dan menjadi perhatian bagi banyak kalangan. Perubahan iklim secara global telah menyebabkan kerusakan yang bersifat katastropik (termasuk dampak terhadap kesehatan manusia, ekosistem, aspek sosial ekonomi, dsb) (Harmoni, 2005). Perubahan iklim adalah suatu hal yang pasti akan terjadi dilihat dari bumi yang terus berkembang dan menua. Perubahaan iklim yang semakin drastis atau semakin terasa interval perubahannya tidak lain karena perkembangan dari bumi tersebut. Jadi, wajar jika pada masa saat ini anomali cuaca sangat terasa karena perubahan iklim yang membesar jika dibandingkan pada masa lampau yang jauh kebelakang dimana perubahan iklim masih dapat dikatakan stabil. Perubahan iklim secara harfiah adalah iklim yang berubah akibat suhu global rata-rata meningkat.

Sebagian orang sering menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab dari munculnya bencana alam yang kemudian memberikan dampak pada kerusakan lingkungan manusia. Namun permasalahan yang telah terjadi tidak sederhana seperti itu. Dan ada lagi yang memaknai bahwa manusia yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan, kemudian menjadi penyebab terjadinya bencana alam serta dalam jangka panjang menyebabkan perubahan iklim. Terjadinya perubahan iklim terus menerus dan terasa yang menjadi dampak dari ulah tangan manusia disebut anthropogenik. Pengaruh manusia terhadap perubahan iklim merupakan hal yang tidak terhindarkan. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa manusia sangat rentan terhadap berbagai indikator perubahan iklim, yaitu kenaikan muka air laut, siklon tropis, banjir, kekeringan, dan problem kesehatan yang diakibatkan prubahan iklim (Harmoni, 2005). Sehingga ada dua hal yang menjadi pendapat besar mengenai sebab-akibat tersebut. Namun apapun rangkaian sebab-akibat yang telah terjadi, perubahan iklim, ancaman bencana alam, dan kerusakan lingkungan merupakan rentetan fenomena yang menjadi masalah yang dihadapi oleh banyak kalangan di dunia. Untuk itu tindakan yang cukup efektif yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat (manusia) adalah bagaimana cara mengurangi resiko bencana yang (akan) terjadi.

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ancaman bencana alam dan perubahan iklim memiliki hubungan yang erat dan saling sebab-akibat. Ancaman bencana semakin meningkat akibat dari perubahan iklim. Salah satu ancaman bencana tersebut berkaitan dengan hidroklimatologi yang meliputi abrasi pantai, kenaikan muka air laut, banjir dan kekeringan, serta angin puting beliung. Ancaman dan kerentanan yang tinggi harus diimbangi dengan penguatan kapasitas, salah satunya kapasitas pemerintah daerah (Fathoni, 2013). Untuk itu tindakan yang cukup efektif yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat (manusia) adalah bagaimana cara mengurangi resiko bencana yang (akan) terjadi.

Kita tidak bisa menghilangkan bencana, tapi kita bisa mengurangi risiko. Kita bisa mengurangi kerusakan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa” Ban Ki Moon, Sekertaris Jendral PBB.

Pengurangan Risiko Bencana (PRB) adalah konsep dan praktek mengurangi risiko bencana melalui upaya sistematis untuk menganalisa dan mengurangi faktor-faktor penyebab bencana (GDHE, 2013). Untuk melaksanakan PRB kemudian dibuat dalam bentuk Kerangka Kerja Pengurangan Resiko Bencana, yaitu kerangka konseptual dari berbagai elemen yang dianggap dapat mengurangi kerentanan dan risiko bencana dalam suatu komunitas, untuk mencegah (preventif) dan mengurangi (mitigasi) dampak yang tidak diinginkan dari ancaman, dalam konteks yang luas dari pembangunan berkelanjutan (UN-ISDR dalam Suheri, 2010). Dengan kata lain dalam menyiasati ancaman bencana dan kerusakan lingkungan dari perubahan iklim tindakan yang dunia tawarkan pada masa saat ini adalah melaksanakan Pengurangan Resiko Bencana dengan metode pelaksanaannya.

Wilayah yang sangat rentan terhadap berbagai bencana adalah wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara (van der Keur et all, 2016). Pada khususnya, Indonesia tidak terlepas dari masalah perubahan iklim dan dampak yang ditimbulkannya (Harmoni, 2005). Namun dalam pelaksanaanya, pengurangan resiko bencana yang diterapkan oleh pemerintah. Contohnya saja penelitian studi kasus yang dilakukan di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur oleh Fathoni (2013), hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapasitas Pemda Kabupaten Alor dalam PRB rendah dalam sistem informasi, penilaian risiko dan peringatan bencana dini; upaya penelitian, pendidikan dan pelatihan; serta upaya pengurangan faktor risiko dasar. Sehingga solusi yang dapat ditawarkan adalah memperkuat kelembagaan dan regulasi, membentuk forum PRB yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan secara teratur, serta melakukan PRB berbasis masyarakat melalui pelatihan dan simulasi.

 

Referensi

Harmoni, Ati. 2005. Dampak Sosial Ekonomi Perubahan Iklim. Procceding Seminar Nasional PESAT 2005. E62-E68.

van der Keur, Peter. 2016. Identification and analysis of uncertainty in Disaster Risk Reduction and Climate Change Adaption in South and Southeast Asia. International Journal of Disaster Risk Reduction.

Fathoni, M.A. 2013. Studi Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengurangan Risiko Bencana Akibat Perubahan Iklim di Pulau-Pulau Kecil (Kasus di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Suheri, Herry. 2010. Konsepsi Pengurangan Risiko Bencana. http://bpbdkabserang.hopto.org/doc/Paparan/DISASTER/Materi%20PRB/KONSEPSI%20PENGURANGAN%20RISIKO%20BENCANA%20(Pak%20Sekban).ppt. Diunduh pada tanggal 2 Februari 2017.

GDHE. 2013. Apa Itu Pengurangan Risiko Bencana (PRB)?. http://gdhe.web.id/apa-itu-pengurangan-risiko-bencana-prb/. Diakses pada tanggal 2 Februari 2017.

Related Post

Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...
Penelitian Kebijakan PENELITIAN KEBIJAKANTerdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah ...
Penelitian Eksperimen Semu Rancangan Eksperimen SemuPenelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang ak...