Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Penggunaan Panel Surya sebagai Upaya Menghemat Energi Listrik

Penggunaan Panel Surya sebagai Upaya Menghemat Energi Listrik

Kehidupan tidak pernah lepas dari energi, terutama dalam aktivitas keseharian kita. Undang-undang Nomor 30 2007 pun berbunyi bahwa setiap orang berhak memperoleh energi. Bermacam-macam bentuk dan tidak pernah berkurang, seperti bunyi hukum termodinamika yang mengatakan bahwa energi memiliki sifat yang kekal. Pada Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 dijelaskan bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja yang dapat berupa panas, cahaya, mekanika, kimia, dan elektromagnetik. Sedangkan Sumber energi adalah sesuatu yang dapat menghasilkan energi, baik secara langsung maupun melalui proses konversi atau transformasi.

Energi dapat berasal dari berbagai sumber seperti air, minyak, batu bara, angin, panas bumi, nuklir, matahari, dan lainnya. Energi tersebut dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan seperti energi listrik, panas, cahaya, dan sebagainya.  Misalkan untuk menghasilkan listrik dibutuhkan air atau angin yang di olah melalui beberapa tahapan atau proses. Namun apakah kita sadar bahwa untuk menghasilkan energi sebagian besar menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara. Sumber energi tersebut tergolong sebagai energi yang tak terbarukan. Pemakaian sumber-sumber energi tak terbarukan ini perlu dikurangi karena adanya beberapa permasalahan global, seperti pemanasan global, yang disebabkan oleh produksi gas karbon dioksida (CO2) hasil pembakaran bahan bakar1. Olehnya itu diperlukan energi yang terbarukan yang dikenal juga sebagai energi bersih. Energi bersih adalah teknologi yang menghasilkan gas rumah kaca dalam level yang sangat rendah atau mendekati nol jika dibandingkan dengan teknologi lain. Energi bersih juga tidak memiliki dampak negatif ke masyarakat dan lingkungan selama masa pakainya2.

Pemerintah Indonesia sangat mendukung penggunaan energi bersih. Hal tersebut dibuktikan dengan diaturnya pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 4421 K/20/MEM/2015 tentang Penetapan Provinsi Bali sebagai Kawasan Nasional Energi Bersih. Menetapkan satu kawasan di Indonesia tentu menjadi dukungan yang sangat besar. Dengan penggunaan energi bersih mampu mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya maupun dapat menjaga kelestarian alam. Penggunaan energi bersih penting karena dapat digunakan terus menerus tanpa takut pengurangan deposit seperti yang terjadi pada sumber energi konvensional, juga energi bersih dan energi baru terbarukan (EBT) tidak akan mengurangi sumber daya alam atau merusak lingkungan, juga mengakibatkan efek yang sedikit terhadap kesehatan3.

Selain dukungan dari pemerintah, kita sebagai warga negara Indonesia harus memberikan kontribusi nyata. Kontribusi nyata yang bisa kita lakukan tidak harus sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari yang lebih sederhana misalnya menggunakan energi matahari. Energi matahari dapat kita manfaatkan salah satunya dengan menjadikannya energi listrik. Seperti diketahui bahwa matahari selalu bersinar sepanjang hari sehingga energi yang didapatkan pun tidak akan mudah habis. Selain itu, energi matahari tidak mengeluarkan limbah sehingga akan aman bagi lingkungan tentunya.

Penggunaan energi matahari untuk listrik dapat diimplementasikan dengan penggunaan panel surya. Panel surya saat ini telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti pembangkit listrik di rumah-rumah, kendaraan yang memanfaatkan tenaga surya, dan sebagainya. Ini merupakan langkah nyata dan akan semakin jelas untuk mewujudkan penggunaan energi bersih selanjutnya. Oleh karena itu perlunya bagi setiap rumah memasang panel surya.  Di desa maupun di kota dengan menerapkan panel surya akan menghemat energi listrik dari PLN.

Penerapan panel surya di setiap rumah, tempat ibadah maupun lokasi-lokasi lain akan sangat menunjang penggunaan energi bersih. Panel surya yang tidak menghasilkan limbah namun hanya menggunakan bantuan matahari akan sangat menghemat penggunaan energi listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil. Secara tidak langsung penggunaan panel surya akan menghemat biaya. Selain itu limbah yang dihasilkan dari bahan bakar fosil yang memiliki pengaruh terhadap kesehatan akan berkurang.  Dengan demikian, energi matahari dari yang tidak ada habisnya akan selalu memberi manfaat kepada kehidupan dengan cara dimanfaatkan sebagai panel surya.

[1] N. N. N. Ahmad and D. M. Hossain, “Climate Change and Global Warming Discourses and Disclosures in the Corporate Annual Reports: A Study on the Malaysian Companies,” Procedia – Social and Behavioral Sciences, vol. 172, pp. 246-253, 1/27/ 2015.

 [2] http://www.hijauku.com/2011/08/22/mencari-definisi-energi-bersih/ diakses pada tanggal 13 April 2017

[3] Elizabeth Bast and Srinivas Krishnaswamy, Access to Energy for Poor, the clean energy option,  Oil change International, Act!onaid, June 2011

 

Related Post

Kekuatan dan kelemahan penelitian gabungan KEKUATAN DAN KELEMAHAN PENELITIAN GABUNGANPenelitian gabungan merupakan penelitian yang memadukan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pe...
Grounded Theory Grounded TheoryGrounded Theory atau teori dasar merupakan salah satu pendekatan dalam jenis penelitian kualitatif. Grounded Theory dapat pula dika...
Penelitian Korelasional A. Penelitian KorelasionalPenelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua ...
Jenis validasi penelitian Pengertian Validitas           Validitas sering diartikan dengan kesahihan. Suatu alat ukur disebut memiliki validitas bilamana alat ukur tersebut is...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *