Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » PENGEMBANGAN IDEA-PHYRLAB (MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS VIRTUAL LABORATORY PADA PERSAMAAN GAS IDEAL)

PENGEMBANGAN IDEA-PHYRLAB (MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS VIRTUAL LABORATORY PADA PERSAMAAN GAS IDEAL)

Penelitian Idea Phyrlab

Afiq Agung1, Nurfaida2, Muhammad Nasrullah3

1,2Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

3Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik

Universitas Negeri Makassar

arsyman@gmail.com

 

Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mencakup pada lima aktivitas belajar, yaitu mengamati, bertanya, melakukan percobaan atau mencari informasi, melakukan penalaran atau asosiasi untuk mengolah informasi, dan mengembangkan jaringan atau mengomunikasikan hasil investigasi. Pembelajaran saintifik sangat tepat jika digunakan pada pembelajaran yang terdapat kegiatan praktikum di dalamnya. Sebab pembelajaran ini menitikberatkan agar pembelajar berusaha menggali informasi secara mandiri. Proses pembelajaran dengan menekankan pada pemberian pengalaman langsung dalam rangka untuk mengembangkan kompetensi telah ditegaskan pada Permendiknas No. 22 Tahun 2006. Salah satu mata pelajaran yang sangat perlu untuk siswa mendapatkan pengalaman langsung dari materi yang diperlajari yaitu ilmu fisika. Faktor terbatasnya ketersediaan alat dan bahan praktikum di sekolah-sekolah menengah atas di Indonesia menjadikan materi fisika terkadang hanya didapatkan oleh siswa dalam bentuk teori. Beberapa materi dalam ilmu fisika membahas konsep abstrak dan akan sulit dipahami jika proses pembelajaran hanya sebatas teori. Salah satu materi yang sifatnya sangat sulit jika dipahami tanpa praktikum yaitu materi Persaman Gas Ideal. Melihat realitas yang terjadi maka dipandang perlu untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran praktikum guna mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.

Media pembelajaran merupakan prediktor pembelajaran yang signifikan, termasuk mengendalikan faktor lain yang relevan (Diergarten, Möckel, Nieding, & Ohler, 2017:33). Banyak produk media pembelajaran pada masa sekarang dibuat menggunakan teknologi komputer dan diterapkan untuk dunia pendidikan. Program komputer dalam pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan motivasional bagi peseta didik (Papastergiou, 2009:11). Salah satu media pembelajaran praktikum yang menggunakan komputer tersebut dinamakan virtual laboratory (Virlab) yang menekankan pada visualisasi sehingga dapat membangun pengetahuan peserta didik terhadap suatu materi abstrak tertentu. Namun, kabanyakan virlab yang diterapkan berdasarkan analisis media pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah-sekolah belum dikhususkan untuk Kurikulum 2013 sebagai sistem pendidikan yang baru diterapkan di Indonesia termasuk SMA dan sederajat se-Kota Makassar. Peneliti berinisiatif untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran praktikum berbantuan virtual laboratory yang berkaitan dengan persamaan gas ideal yang dikhususkan untuk Kurikulum 2013. Dengan harapan, peserta didik dapat lebih mudah memahami materi dan lebih mengefektifkan proses pembelajaran yang mengangkat materi fisika Persamaan Gas Ideal. Hal ini melatarbelakangi peneliti mengangkat judul penelitian “Pengembangan Idea-Phyrlab (Media Pembelajaran Fisika Berbasis Virtual Laboratory pada Materi Persamaan Gas Ideal)”.

Jenis penelitian ini memanfaatkan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Dalam (Sugiyono, 2014:297) bahwa metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk tertentu serta menguji keefektifan produk tersebut. Tahapan penelitian yang dipakai memodifikasi model yang dikembangkan oleh Sivasailam Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel yakni model 4D. Model 4D tersebut terdiri dari define, design, development, disseminate.

Tahap Analysis (Analisis) dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan media pembelajaran serta materi dari mata pelajaran yang akan disajikan. Peneliti menganalisis tiga aspek yaitu (1) analisis kebutuhan media pembelajaran, (2) analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, (3) merumuskan kompetensi mata pelajaran. Informasi tersebut didapatkan melalui observasi serta wawancara. Tahap berikutnya adalah tahap Design (Perancangan). Pada tahapan ini telah dilakukan pemilihan bentuk penyajian media, dimana bentuk yang digunakan adalah bentuk experiment (percobaan). Dalam tahap ini juga dilakukan pemilihan format media yaitu virtual laboratory berbasis flash dan dihasilkan rancangan awal media pada tahap ini. Tahap selanjutnya yaitu tahapan Development (Pengembangan). Tahapan Pengembangan juga terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap validasi ahli (expert judgement) dan tahap uji coba (expert appraisal). Kedua tahap tersebut menggunakan instrumen validasi yang menilai kevalidan media pembelajaran dan instrumen yang digunakan dalam tahap uji coba. Pada kedua tahap tersebut juga dilakukan revisi atau perbaikan kemudian melangkah ke tahap selanjutnya. Tahap disseminate (Penyebaran) merupakan tahap tindaklanjut dari media yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas. Pada tahap ini media telah dilakukan proses pengemasan dalam bentuk CD dan dapat digunakan oleh proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini pula telah disertakan dalam Research Colloquium dengan mengundang guru fisika dan peserta didik sebagai pengguna dari media yang dikembangkan.

Subjek penelitian ini terdiri dari dua bagian. Subjek pertama adalah subjek untuk uji coba desain produk atau uji ahli, yaitu dari  2 orang ahli media dan 2 orang ahli materi. Subjek kedua yaitu subjek yang berkaitan dengan uji coba pemakaian. Uji coba pemakaian terbatas dilaksanakan di SMA Islam Athirah 1 Kajaolalido, dengan jumlah peserta didik sebanyak 17 orang. Kedua, uji coba pemakaian dengan responden uji coba lapangan lebih luas di laksanakan di SMA Islam Athirah 1 Kajaolalido (22 peserta didik), SMA Negeri 1 Makassar (30 peserta didik) dan SMA Negeri 17 Makassar (31 peserta didik).

Metode pengumpulan data adalah menggunakan angket untuk mengevaluasi produk yang telah dikembangkan. Angket diberikan kepada ahli media dan ahli materi untuk memvalidasi produk dan angketnya, serta guru dan peserta didik untuk dapat memberikan penilaian mengenai produk yang sedang dikembangkan. Adapun alat pengumpul data yang digunakan adalah instrumen validasi media dan angket uji coba yang diberikan untuk ahli media dan materi dan angket untuk guru dan peserta didik yang telah divalidasi oleh ahli.

Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Dengan tujuan agar memperoleh data berwujud angka-angka hasil dari angket uji ahli serta uji lapangan yang kemudian dianalisis oleh peneliti berdasarkan jumlah yang diharapkan sehingga pada akhirnya akan diperoleh nilai rata-rata penilaian. Data rata-rata skor hasil penilaian dikonversikan menjadi nilai kualitatif dengan patokan skala Likert.

Hasil penilaian dari ahli materi dan ahli media didapatkan bahwa nilai rata-rata tertinggi terdapat pada aspek manfaat media sebesar 4.00 yang termasuk dalam kategori sangat layak. Kedua adalah aspek navigasi/pengeperasian media dengan rata-rata skor sebesar 3,75 yang termasuk dalam kategori sangat layak. Ketiga adalah aspek desain media dengan rata-rata skor sebesar 3,625 yang termasuk dalam kategori sangat layak. Jika skor dirata-ratakan secara keseluruhan sebesar 3,37. Skor tersebut menunjukan secara keseluruhan penilaian tehadap media pembelajaran menunjukan kategori layak.

Hasil penelitian lainnya didapatkan dari uji coba lapangan pada tiga sekolah yaitu di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Makassar, SMA Negeri 17 Makassar dan SMA Islam Athirah 1 Kajaolalido tahun ajaran 2016/2017. Hasil uji coba lapangan terbatas mempergunakan responden dari peserta didik kelas XI MIA 1 di SMA Athirah 1 Kajaolalido dengan jumlah peserta didik sebanyak 17 orang didapatkan skor rata-rata berada di atas 3,50. Adapun hasil tanggapan (respon) pada uji coba lapangan lebih luas terhadap media pembelajaran untuk materi Persamaan Gas Ideal berbasis Virtual Laboratoy, didapatkan hasil bahwa media pembelajaran untuk materi Persamaan Gas Ideal berbasis Virtual Laboratory mendapatkan rata-rata penilaian sebesar 3,57 yang berarti kualitas media pembelajaran tersebut masuk pada kategori sangat layak. Hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran untuk materi Persamaan Gas Ideal berbasis Virtual Laboratory layak untuk digunakan dalam pembelajaran.

 

DAFTAR PUSTAKA

Diergarten, A. K., Möckel, T., Nieding, G., & Ohler, P. (2017). The impact of media literacy on children’s learning from films and hypermedia. Journal of Applied Developmental Psychology, 48, 33–41. https://doi.org/10.1016/j.appdev.2016.11.007

Papastergiou, M. (2009). Digital Game-Based Learning in high school Computer Science education: Impact on educational effectiveness and student motivation. Computers and Education, 52(1), 1–12. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2008.06.004

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan ke). Bandung: Penerbit Alfabeta.

 

Related Post

Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...
Penelitian Kebijakan PENELITIAN KEBIJAKANTerdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah ...
Penelitian Eksperimen Semu Rancangan Eksperimen SemuPenelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang ak...