Call us on 081340000336

Home » Artikel » Pengaruh Penggunaan Strategi Dynamic Problem Solving Berbasis Conceptual Scaffolding Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Pada Materi Sifat Koligatif Larutan

Pengaruh Penggunaan Strategi Dynamic Problem Solving Berbasis Conceptual Scaffolding Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Pada Materi Sifat Koligatif Larutan

pengaruh penggunaan strategi dynamic problem solving pada mata pelajaran kimia
Ariyaldi1, Asmawati Tri Putri2, Andi Nur Khalisah3, Nurhikma
1,2,3,4Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar

Materi kimia seperti sifat koligatif larutan membutuhkan pemahaman konsep, namun juga beberapa materi sifat koligatif larutan bersifat pendekatan saintifik, sehingga materi ini membutuhkan strategi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan mengenai materi sifat koligatif larutan. Strategi dynamic problem solving oleh Rojas (2010) dalam Jalil (2015), adalah suatu strategi yang dapat menjadikan peserta didik sebagai problem solver. Strategi pembelajaran ini dapat membuat peserta didik dapat lebih berpikir kritis dan inovatif dalam menyelesaikan persoalan yang ada pada materi sifat koligatif larutan. Namun, strategi dynamic problem solving tidak dapat memberikan secara langsung konsep-konsep kimia pada peserta didik sehingga perlu dikombinasikan dengan pendekatan lain yaitu, conceptual scaffolding untuk menanamkan pemahaman konsep kepada peserta didik di dalam kelas.

Berdasarkan data pendidik, dari sekitar kurang lebih 64 peserta didik di salah satu SMA di Kota Makassar dengan masing-masing 32 peserta didik  kelas XII IPA 1 dan IPA 5 pada tahun ajaran 2016/2017 yang telah mengikuti materi sifat koligatif  larutan dari rentang 0-100, perolehan nilai ujian untuk materi sifat koligatif larutan hanya 21 peserta didik atau sekitar 30% yang mendapatkan predikat lulus. Data tersebut menunjukkan bahwa rendahnya nilai peserta didik dalam mengerjakan soal sifat koligatif larutan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada peserta didik kelas XII IPA tersebut, alasan utama sulitnya materi sifat koligatif larutan ialah banyaknya pemahaman konsep yang harus diketahui oleh peserta didik di dalam kelas, namun strategi yang dilakukan oleh pendidik ternyata kurang meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Hal ini juga dapat dibuktikan ketika peserta didik diberikan soal ujian nasional, peserta didik tidak mampu mengerjakan. Namun apabila tenaga pendidik memiliki strategi yang baik, peserta didik akan memahami konsep dan mampu meningkatkan hasil belajarnya.

Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran juga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pendidik karena pengalaman belajar harus dilakukan secara langsung agar memperoleh hasil belajar yang optimal. Menurut Montessori dalam Sadirman A.M, (2000), setiap orang harus aktif sendiri, tanpa adanya aktivitas maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi. Selain itu, peserta didik yang aktif maka pendidikpun harus lebih aktif agar interksi dalam proses pembelajaran tercipta. Hal ini akan meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Berdasarkan hal tersebut, tulisan yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Strategi Dynamic Problem Solving berbasis Conceptual Scaffolding untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Materi Sifat Koligatif Larutan” ini dibuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi dynamic problem solving berbasis conceptual scaffolding tehradap hasil belajr peserta didik pada materi sifat koligatif larutan dan mengetahui peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan menggunakan data statistic berupa angka. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain True Experimental. Uji lapangan dilakukan berbentuk Pretest-Postest Control Group Design.  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis yaitu, variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas adalah variabel yang dipilih untuk dicari pengaruhnya terhadap variabel tergantung, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang kehadirannya dipengaruhi oleh variabel lain. Sementara Populasi dalam penelitian ini adalag seluruh siswa kelas XII yang memepelajari materi sifat koligatif larutan di salah satu SMA di Makassar sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah mengambil 2 kelas yang akan dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling.

Hasil Penelitian

Hasil Belajar yang diukur setelah 9 pertemuan tatap muka dalam kelas menunjukkan hasil yang meningkat khususnya pada kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa penggunaan strategi dynamic problem solving berbasis conceptual scaffolding. Peningkatan tersebut diketahui melalui postest yang tekah diisi oleh peserta didik dimana diperoleh hasuil bahwa nilai signifikansi pada uji paired sample t-test yaitu 0,00 yang berarti bahwa nilai signifikansi tersebut  <0,05. Tes yang diberikan dalam hal ini berbentuk soal essai yang mana tiap soalnya memliki bobot tersendiri. Bobot dari setiap soal yang diberikan menjadi acuan dalam melihat hasil belajar peserta didik

Aktivitas Peserta didik

Lembar aktivitas peserta didik digunakan untuk mengetahui sejauh mana aktivitas peserta didik yang dilakukan selam proses pembelajaran berlansung. Adapun bentuk aktivitas yang diukur meliputi memperhatikan demonstrasi, mencari konsep, melakukan, perhitungan, melakukan latihan, mengkategorikan, menjelaskan konsep, memprresentasikan dan mengkreasi proses.

  • Kelas Eksperimen

Hasil yang diperoleh berdasarkan tabel memperlihatkan bahwa terdapat 42,16% yang berada pada kategori sangat baik, 40,85% berada pada kategori baik, 14,70% berada pada kategori cukup, serta 2,29% berada pada kategori kurang.

  • Kelas Kontrol

Hasil yang diperoleh berdasarkan tabel memperlihatkan bahwa terdapat 1,63% yang berada pada kategori sangat baik, 8,50% berada pada kategori baik, 40,52% berada pada kategori cukup, 44,77% berada pada kategori kurang, serta 4,57% berada pada kategori sangat kurang.

 

KESIMPULAN

  1. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa penggunaan strategi dynamic problem solving berbasis conceptual scaffolding memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi sifat koligatif larutan. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis statistik inferensial dimana diperoleh nilai signifikansi p=0,00 < α=0,05, yang menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari α=0,05. Sejalan dengan terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen maka keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda. Selain itu, hasil analisis deskriptif juga menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan strategi dynamic problem solving berbasis conceptual scaffolding lebih tinggi yaitu 78.7255 daripada kelas yang diajar dengan menggunakan strategi biasa yaitu 70.8333.
  2. Hasil yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik cenderung berada pada kategori sangat baik dan baik yaitu berada pada 42,16% dan 40,85%. Berbanding terbalik dengan aktivitas peserta didik di kelas kontrol yang menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik tergolong berada dalam kategori cukup dan kurang.

DAFTAR PUSTAKA

[1].      Gok, T., 2010. The General Assessment of Problem Solvinng Procesess and Metacognition in Physics Education. Eurasian journal of Physisc and Chemistry Education Vol II (2): 110-112.

[2.]      Lucangeli, D., dan Cornoldi, C. 1997. Mathematics and Metacognition: what is the nature of the relatuonshio Mathemartical Cognition, 3, 121-139

[3].      Rojas, S. 2010. On the teaching and learning of physics problem solving. Revista Mexicana De Fisica. Vol. 56 (10: 22-28

[4].      Jalil, S. 2015. Deskripsi Hasil Belajar Siswa Kelas Olimpiade Fisika Menggunakan Dynamic Problem Solving Strategies di SMA Negeri 1 Bajeng. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXIX HFI Jateng & DIY Yogyakarta, 25 April 2015 ISSN : 0853-0823.