Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Pengaruh Media Simulasi Phet (Physics Education Technology) Pada Mata Pelajaran Fisika Menggunakan Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik

Pengaruh Media Simulasi Phet (Physics Education Technology) Pada Mata Pelajaran Fisika Menggunakan Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik

Pengaruh Media simulasi Phet pada mata pelajaran Fisika

M.Mifta Farid 1, Andi Rafiqa Faradiah 2, Aini Maghira 3, Asrianti Putri Lestari 4 , Hidayat Tullah 5

1,2,3,4,5Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar

Fisika adalah ilmu pengetahuan yang terbentuk melalui serangkaian metode ilmiah. Objek kajiannya berupa gejala-gejala alam dari segi materi dan energinya. Fisika merupakan bangun pengetahuan yang menggambarkan usaha, temuan, wawasan, dan kearifan yang kolektif dari setiap individu (Wartono, 2003).

Salah satu model pembelajaran yang mampu mengembangkan peran guru sebagai pembimbing dan fasilitator untuk mengembangkan potensi siswa yaitu model pembelajaran discovery Learning dalam hal ini Guided Discovery. Joolingen dalam (Rohim, Fathur dkk, 2012) menjelaskan bahwa discovery learning adalah suatu tipe pembelajaran dimana siswa membangun pengetahuan mereka sendiri dengan mengadakan suatu eksperimen dan menemukan sebuah prinsip dari hasil percobaan tersebut. Guided Discovery mendorong siswa untuk berpikir sendiri dalam menemukan prinsip umum dari topik yang dikaji dengan bahan yang difasilitasi oleh guru.

Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengantarkan atau menyampaikan pesan, baik berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta nilai kepada peserta didik sehingga peserta didik itu dapat menangkap, memahami, dan memiliki pesan-pesan dan makna yang disampaikan (Yuafi, Muhammad Erwin Dasa dan Endryansah, 2015). Salah satu media pembelajaran inovatif yang kini banyak digunakan adalah media simulasi PhET.

Kelebihan dari simulasi PhET yakni dapat dijadikan suatu startegi yang membutuhkan keterlibatan dan interaksi dengan siswa, mendidik siswa agar memiliki pola berpikir konstruktivisme, mengajak siswa untuk dapat menggabungkan pengetahuan awal mereka dengan teman-teman virtual dari simulasi yang dijalankan, membuat pembelajaran lebih menarik. Hal ini karena siswa dapat belajar sekaligus bermain pada simulasi tersebut, dan memvisualisasikan konsep-konsep fisika dalam bentuk model (Andriani, Ervin dkk, 2015). Melalui media simulasi PhET, yang menyediakan simulasi media fisika secara interaktif dan mengajak peserta didik belajar mengeksplorasi secara langsung, diharapkan siswa akan lebih riil dalam mempelajari suatu materi khususnya fenomena fisika. Dengan begitu, siswa lebih tertarik dan lebih aktif dalam belajar dan dapat meningkatkan motivasi dan minat belajarnya (Indriyani, 2016).

Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan dua kelompok siswa yang diberi perlakuan yang berbeda. Kelas eksperimen yang diberikan perlakuan berupa penerapan media simulasi PhET dan kelas lontrol yang tidak diberi media. Kedua kelas ini diberikan pre test dan post test.

Hasil Penelitian

Uji Deskriptif

Uji deskriptif adalah gambaran data secara umum yang dapat menjadi pertimbangan awal dalam mengambil sebuah kesimpulan terhadap hipotesis penelitian. Dalam penelitian ini, uji deskriptif dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions).

Penelitian ini dilakukan untuk melihat hasil belajar dari peserta didik menggunakan media aplikasi PhET yaitu sebelum menerapkan media dan sesudah menerapkan media. Hasil belajar yang diukur setelah 2 pertemuan tatap muka dalam kelas menunjukkan hasil meningkat khususnya pada kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa simulasi PhET. Peningkatan tersebut diketahui melalui hasil test yang diberikan berupa pre-test yang diberikan sebelum memberikan pelajaran dan tes post-test yang diberikan setelah pembelajaran dan simulasi PhET.

Berdasarkan uji peningkatan hasil belajar, rerata hasil belajar kedua kelompok meningkat, tetapi peningkatan hasil belajar eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Peningkatan hasil belajar pada kelompok eksperimen yang lebih baik ink disebabkan karena dalam pembelajarannya menggunakan model Discovery Learning yaitu menggunakan aplikasi PhET dimana kegiatan belajar mengajarnya menggunakan aplikasi yang langsung disimulasikan sendiri oleh peserta didik.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian seperti yang telah dikemukan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media simulasi PhET dengan metode pembelajaran Discovery Learning memberikan pengaruh yang signifikasi terhadap hasil belajar siswa pada materi Hukum Gaya Grativitasi Newton daripada hanya menggunakan metode yang sama tapi tidak menggunakan maedia simulasi PhET.

[1] Wartono. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Malang: Jurusan pendidikan Fisika FPMIFA Universitas Negeri Malang.

[2] Rohin, Fathur, dkk. 2012. Penerapan Model Discovery Terbimbing pada Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif. Umnes Physics Education Journal. Vol. 1 (1): 1-5.

[3] Yuafi, Muhammad Erwin Dasa dan Endryansah. 2015. Pengaruh Penerapan Media Pembelajaran PHET (Physics Education Technology) Simulation Trehadap Hasil Belajar Siswa Kelas X TITL pada Standar Kompetensi Mengaplikasikan Rangkaian Listrik di SMKN 7 Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Vol 4 (2).

[4] Andriani, Ervin dkk. 2015. Remedi Miskonsepsi Beberapa Konsep Listrik Dinamis pada Siswa SMA Melalui Simulasi PhET Disertai LKS.

[5] Indriyani, Lusi. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Simulasi PhET dengan Model Problem Solving terhadap Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tentang Hukum Boyle dan Gay Lussac di Kelas XI SMAN 2 Klaten. Skripsi. Yogyakarta.

Related Post

Penelitian Deskriptif Kuantitatif Apa itu Deskriptif Kuantitatif? Deskriptif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bersifat deskriptif, atau bersifat menggambarkan apa adanya. P...
Uji Linearitas Uji Linearitas Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variable mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan.Pengujian in...
PENELITIAN KAUSAL KOMPARATIF PENELITIAN KAUSAL KOMPARATIF Penelitian causal comperative atau causal comperative research adalah salah satu dari jenis penlitian kuantitatif. Pene...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAWANCARA DAN JENI... FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAWANCARA DAN JENIS WAWANCARA Dalam melakukan sebuah penelitiaan khususnya penelitian dengan menggunakan metode kuali...