Ringkasan Penelitian

Pengaruh Pemahaman Materi Budaya Politik Serta Hak dan Kewajiban Warga Negara pada Pembelajaran PKN terhadap Kesadaran Politik Pemilih Pemula di SMA Negeri 2 Makassar.

Judul Penelitian:

Pengaruh Pemahaman Materi Budaya Politik Serta Hak dan Kewajiban Warga Negara pada Pembelajaran PKN terhadap Kesadaran Politik Pemilih Pemula di SMA Negeri 2 Makassar.

Tahun Penelitian:

2018

Nama Peneliti:

Resky Yusmar P., Muhammad Ridwan, Qadrianti, Salmah Islamiati, Rinamariana

Latar Belakang:

Demokrasi dianggap sebagai suatu kondisi tertib politik yang paling sempurna yang diharapkan mampu menjawab permasalahan rakyat dan  menegakkan kedaulatan rakyat. Partisipasi politik masyarakat merupakan indikator ukur tingkat atau wujud demokrasi yang ideal. Berdasarkan hal tersebut dapat diartikan bahwa faktor utama perwujudan demokrasi di dalam sebuah negara adalah bagaimana kesadaran dari warga negara untuk berpartisipasi di dalam politik dan pemerintahan. Sampai saat ini belum ada negara yang mampu mewujudkan demokrasi yang benar-benar ideal tersebut.

Indonesia sendiri masih sangat jauh dari kondisi ideal yang diharapkan. Catatan dari KPU dalam Pemilu Legislatif 2014 (Aritonang, 2014) menyatakan bahwa terdapat 185.826.024 orang memiliki hak pilih, namun setelah perhitungan suara ternyata hanya 124.972.491 pemilih yang menggunakan hak suaranya. Catatan sebelum pemilih ada sekitar 52 juta pemilih pemula masuk dalam kategori pemilih awam yang dikhawatirkan akan masuk dalam golongan putih (golput) (Sunaryo, 2014). Ketakutan beberapa kalangan mengenai hal tersebut terbukti benar. Pada saat pemilu, pemilih pemula yang masuk daftar pemilih hanya mencapai 11 persen atau sekitar 20.440.862 peserta. Hal ini tentu menjadi catatan untuk pemerintah dan seluruh warga masyarakat Indonesia untuk sama-sama menumbuhkan kesadaran politik pada setiap warga negara yang masih sangat rendah kesadaran politiknya.

Faktor-faktor penyebab golput pada pemilih pemula yang berupa sikap apatis, sinisme, aleanasi dan sikap anomi dapat diatasi dengan pendidikan politik yang dapat diperoleh di lingkungan sekolah khususnya sekolah menengah atas (SMA) melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Budaya politik merupakan salah satu materi  pendidikan politik yang dibahas dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas XI SMA. Materi ini yang kemudian bisa menjadi acuan bagi tenaga pendidik khususnya untuk dapat meningkatkan kesadaran politik dari pemilih pemula. Berdasarkan wawancara awal yang kami lakukan diperoleh informasi bahwa siswa kelas XI dari sekolah tersebut telah mempelajari mengenai pendidikan politik yang termuat dalam materi budaya politik pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

Tujuan Penelitian:

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh materi Pendidikan Kewarganegaraan terhadap kesadaran politik siswa SMA Negeri 2 Makassar.

Metodologi penelitian:

Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional yaitu penelitian yang dilakukan untuk melihat hubungan atau pengaruh antara materi pada pelajaran PKN terhadap kesadaran politik siswa.

Defini Operasional

Materi PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) dalam penelitian ini adalah materi yang berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai warga  negara dan materi mengenai budaya politik.

Teknik Pengumpulan data

Untuk memperoleh data sebagai bahan dalam penelitian ini, akan digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu tes dan angket.

  1. Tes

Tes yang diberikan merupakan tes pilihan ganda untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi PKN yang berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai warga  negara serta budaya politik.

  1. Angket (kuisioner).

Angket (kuisioner) dalam penelitian ini menggunakan adaptasi skala Likert berupa seperangkat pernyataan tertulis yang diberikan kepada subjek penelitian dengan empat alternatif jawaban, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), R (Ragu-Ragu), KS (Kurang Setuju), Dan STS (Sangat Tidak Setuju).

Unit Analisis

Unit analisis dalam penelitian ini adalah Siswa SMAN 2 Makassar kelas XI yang telah berumur 17 tahun. Penetapan unit analisis ini didasarkan pada  persyaratan pemilih pemula di Indonesia yaitu seseorang yang telah berusia 17 tahun.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMAN 2 Makassar. Sampel penelitian diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Adapun kriteria pengambilan sampel yaitu siswa berumur 17 tahun dan telah mempelajari materi Budaya Politik. Kelas yang diambil pada penelitian ini berjumlah 3 kelas yaitu kelas IPA 1, IPA 2 dan IPA 3 yang diarahkan langsung oleh guru yang ada di sekolah tersebut. Jumlah responden dari semua kelas yang ada sebanyak 31 orang.

Teknik Analisis Data

Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini menggunakan software SPSS 24 dengan uji Kolmogorov Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05.

Uji Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

H0      :Tidak ada pengaruh materi pelajaran PKN terhadap kesadaran                      politik pemilih pemula di SMAN 2 Makassar.

Ha      :Ada pengaruh materi pelajaran PKN terhadap kesadaranpolitik                   pemilih pemula di SMAN 2 Makassar.

Uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana menggunakan software SPSS 24. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara materi mata pelajaran PKN dengan kesadaran politik pemilih pemula di SMAN 2 Makassar.

Hasil dan pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemahaman materi PKN terhadap kesadaran politik pemilih pemula di SMA Negeri 2 Makassar. Berdasarkan hasil uji regresi diperoleh nilai signifikan sebesar 0,804 yang lebih besar dari 0,05. Maka diambil keputusan H0 diterima artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari pemahaman materi PKN terhadap kesadaran politik pemilih pemula. Hal ini juga ditunjukkan oleh koefisien determinasi hanya sebesar 0,002 atau 0,2% pengaruh materi PKN terhadap kesadaran politik pemilih pemula. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Misalnya faktor keluarga, faktor lingkungan, dan kondisi internal individu.

Faktor lain yang bisa menjadi pengaruh adalah perbedaan materi yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan tes untuk mengukur tingkat pemahaman. Pembuatan tes pada penelitian yang dilakukan oleh Sadeli (2016) mencakup semua materi yang terdapat pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sementara pada penelitian kami hanya terfokus pada materi budaya politik. Selain itu, faktor lain seperti kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran PKN yang menyebabkan siswa tak acuhterhadaptesyang diberikan meskipun telah mempelajari materi budaya politik.

Simpulan

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,804 yang lebih besar dari 0,05 sehingga H0 diterima, artinya tidak ada pengaruh pemahaman materi PKN terhadap kesadaran politik pemilih pemula.

Saran

1. Bagi sekolah

Pihak sekolah hendaknya memberikan penanaman moral dan memperkenalkan pendidikan politik melalui mata pelajaran PKN untuk membangun sikap peduli terhadap pemerintahan negaranya.

  1. Bagi guru

Guru dapat mengarahkan dan menuntun siswa sebagai pemilih pemula untuk sadar akan hak dan kewaiban sebagai warga negara, aktif mencari informasi mengenai politik, berpartisipasi dalam pemilihan umum.

  1. Bagi siswa

Siswa sebagai pemilih pemula sebaiknya meningkatkan belajarnya dan banyak menggali informasi terkait politik Indonesia untuk membangun pribadi menjadi masyarakat partisipatif.

4. Bagi peneliti selanjutnya

Dapat melakukan penelitian lanjutan dari faktor lain untuk meningkatkan kesadaran politik pemilih pemula.

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close