Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Penelitian Pre Eksperimen

Penelitian Pre Eksperimen

Penelitian Pre-Eksperimen

Penelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai eskperimen sungguhan. Hal tersebut karena pada rancangan ini belum dilakukan pengambilan sampel secara acak atau random serta tidak dilakukan kontrol yang cukup terhadap variabel penganggu yang dapat mempengaruhi variabel terikat.

Terdapat beberapa jenis penelitian pre-eksperimen diantaranya:

a. One-Shot Case Study

b. One Group Pretest-Postest

c. Intact-Group Comparison.

Ketiga rancangan pre-eksperimen menggunakan cara yang berbeda-beda, akan tetapi setiap rancangan diberikan perlakuan atau treatment. Perbedaannya terletak pada penggunaan pretest dalam rancangan (Yusuf, 2014).

A. One-Shot Case Study

Perlakuan diberikan pada suatu kelompok, sehigga tidak ada kelompok kontrol sebagai bandingan dari kelompok eksperimen. Perlakuan diberikan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya dengan melaksanakan posttest (perlakukan adalah variabel bebas dan hasilnya adalah variabel terikat). Paradigma dari penelitian ini dapat digambarkan seperti di bawah ini:

X                                 0

X   adalah treatment yang diberikan  atau disebut variabel bebas

0    adalah observasi atau variabel terikat

Contoh:

pengaruh pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar terhadap  motivasi dan hasil belajar. Terdapat kelompok murid yang menggunakan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar. Kemudian diukur motivasi dan hasil belajar. Pengaruh tersebut diukur dengan membandingkan motivasi dan hasil belajar sebelum menggunakan menggunakan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar. Pada peneltian tersebut, penggunaan pembelajaran kontekstual berbantuan media gambar berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar ,ditunjukkan dengan nilai t-hitung sebesar 28,648 yang lebih besar dari t-tabel yaitu 2,201. Motivasi belajar juga dipengaruhi secara signifikan, ditujukkan dengan nilai t-hitung sebesar 29,413 yang lebih besar dari t-tabel yaitu 2,201 (Sugiartini, 2015).

B. One Group Pretest-Posttest

Peneliti sebelumnya memberikan pre-test kepada kelompok yang akan diberikan perlakukan. Kemudian peneliti melakukan perlakuan atau treatment. Setelah selesai perlakuan, peneliti memberikan post-test. Besarnya pengaruh perlakuan dapat diketahui secara lebih akurat dengan cara membandingkan antara hasil pre-test dengan post-test. Untuk memudahkan memahami paradigma penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

O1       X         O2

Keterangan:

O1 = nilai pretest

O2 = nilai postest

Contoh:

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Pemahaman Konsep Matematika. Pada penelitian ini terdapat pretest sebelum diberikan perlakuan. Perlakuan berupa pembelajaran inquiry, setelah itu diberikan perlakuan diadakan post-test (Suryana, 2015).

C. Intact-Group Comparison

Ada satu kelompok yang diteliti, tetapi kelompok tersebut kemudian dibagi menjadi dua. Setengah kelompok pertama disebut kelas eksperimen karena menerima perlakuan, sedangkan setengah kelompok selanjutnya disebut kelas kontrol karena tidak diberikan perlakuan. Paradigma penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

X                     O1 

                        O2

.

Keterangan:

O1 = Hasil pengukuran setengah kelompok yang mendapat perlakuan

O2 = Hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak mendapat perlakuan

Pengaruh perlakuan adalah O1 – O2

Contoh:

adalah pengaruh metode demontrasi terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Terdapat dua kelas yang mendapat pelajaran pendidikan kewarganegraan. Satu kelas diberikan pembelajaran dengan demontrasi, kelas yang lain diberikan pembelajaran dengan ceramah, Dalam krun waktu tertentu kemampuan siswa diukur. Jika kemampuan siswa yang diajar dengan menggunakan metode demonstrasi  lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan siswa yang diajar dengan metode ceramah, maka kesimpulannya adalah metode demonstrasi berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

Daftar Pustaka

Sugiartini, G. A. (2015). Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Media Gambar terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPA pada Siswa Kelas VI SLB Negeri Gianyar. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 1-10.

Suryana, H. M. (2015, Februari 5). Skripsi: IAIN Tulungagung Institutional Repository. Retrieved from IAIN Tulungagung Institutional Repository website: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/1066/

Yusuf, A. M. (2014). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.

 

 

Related Post

Jenis validasi penelitian Pengertian Validitas           Validitas sering diartikan dengan kesahihan. Suatu alat ukur disebut memiliki validitas bilamana alat ukur tersebut is...
Penelitian Eksploratif Penelitian merupakan sebuah langkah untuk memperoleh dan mengkaji sebuah pengetahun. Menelusuri informasi, browsing melalui dunia maya, ataupun melaku...
RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMEN SUNGGUHAN Rancangan penelitian eksperimen sungguhan  (True experiment design) merupakan rancangan penelitian eksperimental yang meneliti tentang kemungkinan seb...
Kriteria Penyusunan Hipostesis Penelitian Kriteria Penyusunan Hipotesis PenelitianDalam sebuah penelitian hal yang perlu dilakukan setelah kerangka berpikir adalah penyusunan hipotesis pen...