Artikel

Menyusun Pertanyaan-Pertanyaan Kuesioner

Perkembangan ilmu dan teknologi didalam suatu negara sangat dibutuhkan dewasa ini mengingat semakin meningkatnya perkembangan zaman. Sember daya manusia semakin hari semakin meningkat namun tidak sesui dengan perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam menunjang pengembangan sumber daya alam suatu bangsa juga sangat diperlukan  ilmu pengetahuan. Maka sangat diperlukan adanya sinergi yang sangat kuat antara manusia dengan alamnya dalam meningktkan derajat suatu negara.

Penelitian sejauh ini dianggap sangat efektif dalam pemecahan masalah, melihat persoalan, dan mampu melahirkan ide-ide baru untuk diterapkan dalam bentuk manapun tanpa terkecuali meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian juga dewasa ini mendapat tempat tertinggi, terutama bagi orang-orang yang mengiginkan penemuan-penemuan atau pengetahuan baru. Pada kalangan mahasiswa terkadang penelitian menjadikan beban tersendiri dalam penyelesaian studi yang hanya menjadikan formalitas tanpa menyadri betapa pentingnya sebuah penelitian.

Dalam penyusunan sebuah penelitian banyak hal yang mesti dipahami demi terciptanya tujuan yang ingin dicapai. Penelitian dibutuhkan tingkat kebenaran yang cukup tinggi, maka dari itu harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ada, mulai dari penyusun sebuah gagasan, merumuskan judul dan problematika penelitian sampai pada tahap menyusun proposal penelitian. Proses pengumpulan data hal ini juga sering menjadi persoalan dalam berbagai penelitian bahkan terkadang membuat sebuah penelitian terhambat dalam penyelesaiannya dan terkadang penemuan fakta menjadi tidak efektif ketika tidak menggunakan prosedur yang ada.

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan dalam penelitian dan digunakan seorang peneliti untuk mengumpulkan data. Terdaftar sebagai metode-metode penelitian salah satunya adalah angket(questionnaire). Menurut pengertiannya angket adalah kumpulan dari pertanyaan yang diajukan secara tertulis kepada seseorang yang sering disebut responden, ada pun cara menjawab sebuah angket dilakukan langsung secara tertulis.

Angket penelitian merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud mendapat responden sesuai dengan data yang diinginkan. Dalam menyusun pertanyaan pada angket penelitian juga dibutuhkan keserasian dan ketepatan pertanyaan dengan orang yang ingin dijadikan responden. Menurut cara memberikan respon, angket menjadi dua jenis yaitu: angket terbuka dan angket tertutup.

1.Angket terbuka adalah angket yang diberikan sedemikian rupa agar responden dapat memberikan data sesuai kehendak dan keadaannya. Angket terbuka digunakan apabila peneliti belum mengetahui segala kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden.

Contoh pertanyaan angket terbuka:

Pelatihan apa saja yang pernah anda ikuti yang dapat menunjang dan membantu dalam proses pengajaran sesuai dengan kondisi dan keadaan siswa.

NOJenis pertanyaan Tempat penataranBeberapa hari
1.………………….…………………………………….
2.………………….…………………………………….
3.………………….…………………………………….

Keuntungan pertanyaan terbuka terdapat pada dua belah pihak yakni pada responden dan pada peneliti:

(a). Keuntungan pada responden dapat mengisi sesuai dengan keinginan dan   kehendak.

(b). Keuntungan pada penelitian mendapat data yang bervariasi.

2. Angket tertutup adalah angket yang disajikan lengkap sehingga responden tinggal memberikan tanda centeng (v) pada kolom atau tempat yang sesuai.

Contoh pertanyaan angket tertutup:

Pernahkah mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai oleh guru sekolah anda ?

Jawab:….a. Pernah…..b. Tidak

3. Angket campuran, yaitu gabungan antara angket terbuka dan tertutup.

Contoh pertanyaan angket campuran:

Pernahkah anda memperoleh pelatihan yang menunjang proses pembelajaran anda dikelas.

 ….a. Tidak pernah (Langsung ke nomor 3)

…..b. Pernah, yaitu….. kali (Teruskan nomer 2).

4. Membuat pertanyaan

Dalam membuat pertanyaan perlu diperhatikan petunjuk berikut.

  1. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti responden jangan menggunakan istilah-istilah yang nampaknya (hebat) tapi malah membuat responden bingung. Tidak perlu menggunakan istilah teknisi yang kurang dipahami orang awam.
  2. Jangan membuat kalimat terlalu panjang sebab sering menyulitkan pemahaman.
  3. Hindari pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian.
  4. Susunan pertanyaan mulai dari dentitas (nama responden, tempat tinggal, umur dentitas dan sebagainya), kemudian dari pertanyaan yang mudah dan menarik perhatian
  5. Kalau pertanyaan yang menanyakan sesuatu yang diperkirakan tak menyenangkan, mulailah dengan pertanyan-pertanyaan yang menyenangkan.
  6. Jangan memberikan pertanyan yang sugetif sehingga mempengaruhi jawaban responden.

Daftar Pustaka

Arsyad L, Soeratno 1988. Metodologi Penelitian Untuk ekonomi dan Bisnis, Unit Penerbit dan peratakan(UUP) Akademi Menejeman Perusahaan YPKN: Yogyakarta

Arikunto S, 1998. Manajemen Penelitian, Penerbit Rineka Cipta: Jakarta

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close