Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Menguak Nilai-nilai Ritual Accera Kalompoang Masyarakat Kabupaten Gowa

Menguak Nilai-nilai Ritual Accera Kalompoang Masyarakat Kabupaten Gowa

 

Ritual Gowa

Seiring dengan perkembangan zaman dan arus globalisasi yang semakin pesat telah menimbulkan dampak terhadap peradaban manusia yang semakin maju. Kemajuan peradaban manusia dapat ditandai dengan semakin berkembangnya budaya-budaya modern yang telah menjadi bagian dari dimensi kehidupan manusia, mulai dari kehidupan rumah tangga sampai kemajuan teknologi dan informasi. Kemajuan peradaban telah membawa perubahan dalam tatanan kehidupan, seperti pendidikan, sosial ekonomi, politik, kebahasaan, dan kebudayaan (Sartini, 2009). Perubahan yang terjadi tersebut dipengaruhi oleh arus perkembangan globalisasi yang semakin tidak terbendung.

Proses perkembangan globalisasi dipelopori oleh bangsa-bangsa yang maju. Hal tersebut disebabkan karena negara maju lebih memahami arus teknologi informasi dan komunikasi. Melalui hal ini, negara maju berupaya untuk mengeksplor nilai-nilai lokal di negaranya untuk disebarkan ke seluruh dunia sebagai nilai-nilai global (Mubah, 2011). Namun, realitas berbanding terbalik dengan yang terjadi pada negara berkembang. Menurut Mubah (2011) bahwa negara berkembang hanya dapat menjadi penonton dalam berkembangnya nilai-nilai kebudayaan negara maju dan tidak dapat mengembangkan nilai-nilai yang dimiliki karena kurangnya daya kompetitif.

Budaya konvensional yang menempatkan toleransi, keramahtamahan, penghormatan pada orang yang lebih tua semakin tergerus dan sikap individualisme semakin berkembang oleh arus globalisasi. Sikap individualisme sebagai dampak dari arus globalisasi telah membawa perubahan pada tatanan kehidupan sosial masyarakat. Menurut Suseno (dalam Hamzah, 2015) bahwa sikap individualisme merupakan suatu pandangan yang menekankan kepentingan, kebebasan, dan tanggung jawab bagi diri individu sendiri. Melalui sikap individual, kepentingan pribadi ditempatkan sebagai prioritas dan kepentingan bersama dikesampingkan. Hal tersebut menyebabkan tergerusnya nilai-nilai kebersamaan seperti tolong-menolong dan tenggang rasa.

Kebudayaan yang berkembang di masyarakat mengandung nilai-nilai. Nilai-nilai tersebut dijadikan pedoman yang dianut oleh setiap anggota masyarakat terutama dalam bersikap dan berperilaku serta menjadi patokan untuk menilai atau mencermati bagaimana individu dan kelompok berperilaku (Sartini, 2009). Jadi, sistem nilai dapat dikatakan sebagai norma standar dalam kehidupan bermasyarakat. Djajasudarma dkk (dalam Sartini, 2009) mengemukakan bahwa sistem nilai begitu kuat meresap dan berakar di dalam jiwa masyarakat sehingga sulit diubah atau diganti dalam waktu singkat. Artinya, nilai-nilai yang telah berkembang dalam kehidupan bermasyarakat akan semakin berkembang dan nilai-nilai yang baru akan sulit menggantikan nilai-nilai yang telah ada.

Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dengan memiliki berbagai macam kearifan lokal yang masih terjaga dan dilestarikan. Kearifan lokal tersebut dapat berupa peninggalan-peninggalan atau warisan oleh nenek moyang. Salah satu kearifan lokal yang sampai saat ini masih dilestarikan yaitu ritual Accera Kalompoang. Ritual Accera Kalompoang merupakan ritual yang dilakukan oleh keturunan kerajaan Gowa setiap tahun untuk merayakan hari Raya Idul Adha. Ritual tersebut dilakukan di Balla Lompoa sebagai istana kerajaan Gowa yang kini telah berubah fungsi sebagai tempat peninggalan benda-benda pusaka atau museum. Ritual yang dilakukan setiap tahun tersebut sarat dengan nilai-nilai kebudayaan.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnografi. Adapun tempat pelaksanaan dari penelitian ini adalah Museum Balla Lompoa Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 39, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tempat pelaksanaan lainnya akan dilaksanakan di sekitar Kecamatan Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi, Teknik analisis yang kami terapkan adalah: (1) mereduksi data; (2) penyajian data;  (3) verifikasi data (Sugiyono, 2016).

Pelaksanaan ritual Accera Kalompoang mengandung nilai-nilai silaturahmi, kerukunan, dan kebersamaan. Ketiga nilai tersebut terjalin dalam pelaksanaan ritual Accera Kalompoang karena seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dengan syarat harus menggunakan pakaian adat. Sikap silaturahmi dalam tatanan masyarakat dapat mempererat hubungan antara yang satu dengan yang lain sehingga menimbulkan terjalinnya kekerabatan. Kemudian sikap rukun dalam masyarakat ditandai dengan keharmonisan dalam melaksanakan ritual Accera Kalompoang. Sementara itu, sikap kebersamaan ditandai dengan antusiasme masyarakat dalam mengikuti ritual Accera kalompoang.

Data kedua, masyarakat Gowa menjunjung tinggi nilai penghormatan pada leluhur sebagai wujud penghargaan atas apa yang telah diwariskan. Sikap penghormatan pada leluhur diwujudkan dalam ritual Accera Kalompoang melalui pembersihan benda atau benda-benda pusaka. Pembersihan benda-benda pusaka untuk menghormati leluhur selaku peletak dasar berdirinya kerajaan Gowa, senantiasa menjaga power kharismanya, permohonan doa agar kerajaan maupun masyarakat tidak terkena musibah atau bahaya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Sartini, Ni Wayan. 2009. Menggali Nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa Lewat Ungkapan (Bebasan, Saloka, dan Paribasa). Jurnal Logat: 5(1):28-37.

Mubah, Safril. 2011. Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi. Departemen Hubungan Internasional: 24(4):302-308.

Hamzah, Asmita, dkk. 2015. Menelusuri Nilai-nilai Tradisi Pangewarang Masyarakat Desa Kaluppini Kabupaten Enrekang. Makassar: LPM Penalaran UNM.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Related Post

Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...
Penelitian Kebijakan PENELITIAN KEBIJAKANTerdapat beragam jenis metode penelitian yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian. Salah satu metode penelitian adalah ...
Penelitian Eksperimen Semu Rancangan Eksperimen SemuPenelitian Eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk meramalkan dan menjelaskan hal-hal yang terjadi atau yang ak...