Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Mengenal Gaya Belajar Anak

Mengenal Gaya Belajar Anak

Setiap anak yang diciptakan memiliki karakter yang berbeda anatara yang satu dengan lainnya, demikian pula dalam hal belajar. Seorang guru tidak bisa menyamakan semua cara belajar bagi siswanya karena setiap anak memiliki tipe atau gaya belajar yang berbeda. Muslich (2009) membagi tiga gaya belajar anak yang sering dijumpai yaitu:

  1. Visual Learner

Gaya belajar visual (visual learner) menitik-beratkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harusdiperlihatkan terlebih dahulu agar si anak paham. Ciri-ciri visual learner adalah:

Senantiasa berusaha melihat bibir guru yang sedang mengajar. Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya anak akan melihat temanteman lainnya, baru kemudian dia sendiri yang bertindak. Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu. Tidak suka bicara depan kelompok dan tidak suka pula mendengarkan orang lain. Biasanya, kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan. Biasanya, dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut dan ramai tanpa merasa terganggu. Untuk mendukung gaya belajar ini, dalam menyampaikan informasi digunakan bentuk grafis seperti film, slide, ilustrasi, coretan, atau kartu-kartu gambar berseri yang dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan informasi secara berurutan.

  1. Auditory Learner

Gaya belajar auditory mengandalkan pendengaran untuk bisa memhami sekaligus mengingatnya. Karkteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Ciri-ciri auditory learner adalah: Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok atau kelas. Mengenal banyak sekali lagu atau iklan TV, bahkan dapat menirukannya dengan tepat.Cenderung banyak bicara.Tidak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya. Kurang cakap dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis. Kurang tertarik memerhatikan hal-hal baru di lingkungan sekitarnya. Untuk membantu anak dengan gaya belajar ini, penggunaan tape sebagai media pembelajaran cukup baik digunakan. Selain itu, keterlibatan anak anak dalam diskusi juga sangat cocok untuk anak seperti ini.

  1. Kinesthetic/Tactile Learner

Gaya belajar ini mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Ciri-ciri kinesthetic/tactile learner adalah:

Gemar menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya. Amat sulit berdiam diri/duduk manis. Suka mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya bergerak aktif Memiliki koordinasi tubuh yang baik. Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar. Mempelajari hal-hal yang abstrak misalnya, symbol matematika, peta dsb.) amat sulit oleh anak dengan gaya belajar ini.Cenderung terlihat “agak tertinggal” dibanding teman sebayanya. Hal ini disebabkan oleh tidak cocoknya gaya belajar anak dengan metode pengajaran yang selama ini lazim diterapkan di sekolah sekolah.

10 April 2014 00:00 DIKLAT LPM-PNL UNM Periode 2013/2014

Sumber:

Muslich, Mansur. 2009. Text Book Writing. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Related Post

Jenis validasi penelitian Pengertian Validitas           Validitas sering diartikan dengan kesahihan. Suatu alat ukur disebut memiliki validitas bilamana alat ukur tersebut is...
Penelitian Eksploratif Penelitian merupakan sebuah langkah untuk memperoleh dan mengkaji sebuah pengetahun. Menelusuri informasi, browsing melalui dunia maya, ataupun melaku...
RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMEN SUNGGUHAN Rancangan penelitian eksperimen sungguhan  (True experiment design) merupakan rancangan penelitian eksperimental yang meneliti tentang kemungkinan seb...
Kriteria Penyusunan Hipostesis Penelitian Kriteria Penyusunan Hipotesis PenelitianDalam sebuah penelitian hal yang perlu dilakukan setelah kerangka berpikir adalah penyusunan hipotesis pen...