Artikel

Membangun Pendidikan yang Berkualitas

Saat menyinggung kata pendidikan maka kita dapat menafsirkannya sebagai bentuk upaya menanamkan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik kepada seorang individu.  Upaya ini dimaksudkan agar sumber daya manusia di Indonesia menjadi berkualitas. Pada dasarnya pendidikan diselenggarakan untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik atau lebih berkembang. Pendidikan di Indonesia sendiri telah berlangsung sejak Indonesia mendengar kata ‘Merdeka’. Hingga saat ini, pendidikan telah memberikan kontribusi yang begitu besar untuk kemajuan bangsa. Meskipun jika kita membandingkannya dengan negara-negara yang telah maju lebih dulu mengalami kemajuan mengalami perbedaan yang cukup signifikan. Hal ini berarti bahwa kita masih perlu lebih giat atau aktif mengupayakan untuk mensejajarkan posisi negera kita dengan negara yang telah maju.

Upaya yang dilakukan untuk hal tersebut tidaklah mudah sebab untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing yang tinggi, berwawasan iptek, serta bermoral dan berbudaya bukanlah suatu perkara yang mudah. Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai masalah yang bersifat kompleks atau masalah yang sifatnya berantai sejak jenjang pendidikan yang dasar hingga tahap menuju pendidikan yang tinggi. Kualitas jenjang sekolah dasar yang masih rendah sangat perlu untuk segera diatasi sebab sekolah dasar adalah sebuah pondasi awal yang menentukan bagaimana tahap perjalanan mengikuti pendidikan selanjutnya.

Anak-anak yang duduk di jenjang sekolah dasar adalah pelanjut tongkat estafet negeri. Mereka adalah agen perubahan sehingga dapat dikatakan bahwa anak ialah kumpulan puing emas yang masih tertutup rapi pada sebuah lubang yang paling tersembunyi. Maknanya ialah anak merupakan sesuatu yang harus terus menerus diasah untuk kemudian dikembangkan menjadi sebuah potensi yang besar untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu, anak haruslah mendapatkan pendidikan yang berkualitas demi membangun bangsa yang lebih baik kedepannya. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sebagai berikut:

  1. Peningkatan kualitas guru

Guru memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang dimiliki peserta didik. Kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa ada pada jiwa seorang guru karena guru memberikan penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan  membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Sejalan dengan hal demikian, guru yang kedepannya akan menjadi seorang pendidik yang proporsional harus mampu mendidik pada berbagai hal sehingga mampu mendidik para peserta didiknya dalam kreativitas dan kehidupan sehari-harinya. Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut:

  1. Mengikuti Penataran. Menurut para ahli bahwa penataran adalah semua usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan keahlian guru menyelarasikan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang masing-masing (Surya, 1993). Sedangkan kegiatan penataran itu sendiri di tujukan (Surya, 1993):
  2. Mempertinggi mutu petugas sebagai profesinya masing-masing.
  3. Meningkat efesiensi kerja menuju arah tercapainya hasil yang optimal.
  4. Perkembangan kegairahan kerja dan peningkatan kesejahteraan Mengikuti Kursus-Kursus Pendidikan. Hal ini akan menambah wawasan, adapun kursus-kursus biasanya meliputi pendidikan arab dan inggris serta komputer.
  5. Memperbanyak Membaca. Menjadi guru professional tidak hanya menguasai atau membaca dan hanya berpedoman pada satu atau beberapa buku saja, guru yang berprofesional haruslah banyak membaca berbagai macam buku untuk menambah bahan materi yang akan disampaikan sehingga sebagai pendidik tidak akan kekurangan pengetahuan-pengetahuan dan informasi informasi yang muncul dan berkembang di dalam mayarakat.
  6. Mengadakan Kunjungan Kesekolah Lain (studi komperatif) Suatu hal yang sangat penting seorang guru mengadakan kunjungan antar sekolah sehingga akan menambah wawasan pengetahuan, bertukar pikiran dan informasi tentang kemajuan sekolah. Ini akan menambah dan melengkapi pengetahuan yang dimilikinya serta mengatai permasalahan-permasalahan dan kekurangan yang terjadi sehingga peningkatan pendidikan akan bisa tercapai dengan cepat.
  7. Mengadakan Hubungan Dengan Wali Siswa. Mengadakan pertemuan dengan wali siswa sangatlah penting sekali, karena dengan ini guru dan orang tua akan dapat saling berkomunikasi, mengetahui dan menjaga peserta didik serta bisa mengarahkan pada perbuatan yang positif. Karena jam pendidikan yang diberikan di sekolah lebih sedikit apabila dibandingkan jam pendidikan di dalam keluarga.
  8. Peningkatan Materi

Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih aktual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran.

  1. Peningkatan Materi

Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indikator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga memperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar. Pemakaian metode ini hendaknya bervariasi sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan dan jenuh atau monoton. Untuk itulah dalam penyampaian metode pendidik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Selalu berorientasi pada tujuan
  2. Tidak hanya terikat pada suatu alternatif saja
  3. Mempergunakan berbagai metode sebagai suatu kombinasi, misalnya: metode ceramah dengan tanya jawab. Jadi usaha tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada peserta didik di era yang semakin modern.
  4. Peningkatan Sarana

Sarana adalah alat atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah (Roestiyah, 1991). Dari segi sarana tersebut perlu diperhatikan adanya usaha meningkatkan sebagai berikut:

  1. Mengerti secara mendalam tentang fungsi atau kegunaan media pendidikan dan mengerti pengunaan media pendidikan secara tepat dalam interaksi belajar mengajar.
  2. Pembuatan media harus sederhana dan mudah.
  3. Memilih media yang tepat sesuai dengan tujuan dan isi materi yang akan diajarkan.
  4. Peningkatan Kualitas Belajar

Dalam setiap proses belajar mengajar yang dialami peserta didik selamanya lancar seperti yang diharapkan, kadang-kadang mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar kendala tersebut perlu diatasi dengan berbagai usaha sebagai berikut:

  1. Memberi Rangsangan Minat belajar seseorang berhubungan dengan perasaan seseorang.

Pendidikan harus menggunakan metode yang sesuai sehingga merangsang minat untuk belajar dan mempelajari baik dari segi bahasa maupun mimik dari wajah dengan memvariasikan setiap metode yang dipakai. Dari sini menimbulkan yang namanya cinta terhadap bidang studi, sebab pendidik mampu memberikan ransangan terhadap peserta didik untuk belajar, karena yang disajikan benar-benar mengenai atau mengarah pada diri peserta didik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya setelah peserta didik terangsang terhadap pendidikan maka pendidik tinggal memberikan motivasi secara kontinew. Oleh karena itu pendidik atau lembaga tinggal memberikan atau menyediakan sarana dan prasarana saja, sehingga peserta didik dapat menerima pengalaman yang dapat menyenangkan hati para peserta didik sehingga menjadikan peserta didik belajar semangat.

  1. Memberikan Motivasi Belajar. Motivasi adalah  proses  kesediaan  melakukan  usaha  tingkat  tinggi untuk  mencapai  sasaran  organisasi  yang  dikondisikan  oleh  kemampuan  usaha tersebut untuk memuaskan kebutuhan sejumlah individu. Meskipun secara umum motivasi merujuk ke upaya yang dilakukan guna mencapai setiap sasaran, disini kita merujuk ke sasaran organisasi karena fokus kita adalah perilaku yang berkaitan dengan kerja (Robbins & Coulter, 2007).

 

DAFTAR PUSTAKA

Robbins, S dan Coulter, M. 2007. Manajemen. Jakata: PT Indeks.

Roestiyah N.K. 1991. Masalah Ilmu Keguruan. Jakarta : Bina Aksara.

Surya, Jumhur An. 1993. Bimbingan Dan Penyuluhan Di Sekolah. Jakarta:  Rajawali Pres.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close