Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Memahami Teknik Sampling

Memahami Teknik Sampling

Penelitian pada saat ini sering menjadi sesuatu yang formalitas semata dikalangan mahasiswa dalam penyusunan skripsi. Skripsi yang menjadi tugas akhir mahasiswa menjadi beban untuk  kalangan yang tidak paham dan kurang mengetahui cara meneliti, dan tidak jarang terjadi kasus pemakaian joki dalam menyusun penelitian, kasus plagiasi penelitian, bahkan melakukan penelitian asal-asalan demi meraih gelar sarjana dengan cepat. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat miris dan melanggar kaidah penelitian.

Penelitian pada esensinya adalah suatu proses identifikasi masalah, pemecahan masalah dan mengantisipasi masalah dengan menggunakan kaidah lmiah. Mahasiswa yang tidak paham dengan kaidah ilmiah akan menjerat mereka dalam kasus pelanggaran etika dalam penulisan dan sekaligus menghilangkan makna dari penelitian yaitu pemecahan masalah. Sehingga banyak ditemukan saat ini penelitian-penelitian yang tidak memiliki landasan permasalahan yang kuat bahkan melakukan metode yang salah dalam penyusunan juga pelaksanaannya.

Hal yang mendasari terjadinya kasus tersebut adalah tidak pahamnya mahasiswa  terhadap esensi dari penelitian dan kurangnya pemahaman terhadap kaidah penelitian. Ketidak pahaman terhadap kaidah juga metode penelitian menyebabkan mahasiswa gagal dalam mencapai tujuan mereka untuk meneliti.Dan salah satu bagian dari metode penelitian yang sering sulit dipahami oleh mahasiswa yaitu teknik sampling.

Teknik sampling merupakan metode yang digunakan dalam menentukan sampling pada penelitian. Kesalahan dalam penentuan sampel penelitian bisa mengakibatkan target dan tujuan dari penelitian tidak sesuai yang diharapkan.Olehnya itu, peneliti mesti memahami dengan baik teknik pengambilan sampel atau teknik sampling.

Umumnya teknik sampling terbagi kedalam dua bagian yaitu probability sampling dan non probability sampling. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi tiap unsur (Anggota). Dan non probability sampling  adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/ kesempatan sama bagi sertiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Probability sampling terdiri dari simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area (cluster) sampling (sampling menurut daerah). Sedangkan nonprobability sampling terdiri dari sampling sistematis, sampling kuota, sampling incidental, purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling (Sugiono, 2013).

Probability sampling yang memberikan kesempatan yang sama kepada semua unsur merupakan teknik sampling yang sering digunakan oleh peneliti kuantitatif. Adapun penjelasan dan contoh pada tiap jenis sampling probability adalah sebagai berikut:

1.Simple Random Sampling adalah teknik pengambilan anggota sampel secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi dan hanya dilakukan bila populasi dianggap homogen.

Contoh:

Judul : Pengaruh Nilai IPK terhadap Lama Studi Mahasiswa Angkatan 2012 kelas A Ekonomi Pembangunan Universitas negeri Makassar.

                                    Jumlah Populasi : 40 Orang

                                    Jumlah Sampel: 30 Orang

Sampel akan diambil secara acak berdasarkan kehendak dari peneliti dan biasanya diambil sampel yang mudah dijangkau untuk memperlancar jalannya pengambilan data.

2. Proportionate Stratified Random Sampling adalah teknik yang dilakukan bila populasi mempunya anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.

Contoh:

Judul : Pengaruh Nilai IPK terhadap Lama Studi Mahasiswa Angkatan 2012 kelas A Ekonomi Pembangunan Universitas negeri Makassar.

                                    Jumlah Populasi : 40 Orang

                                    Jumlah Sampel: 30 Orang

                                    IPK Cum laude : 10 orang (diambil 7 orang)

                                    IPK Memuaskan : 20 orang (diambil 16 orang)

                                    IPK Rendah : 10 orang (diambil 7 orang)

Sampel akan diambil secara acak berdasarkan kehendak dari peneliti namun harus memenuhi strata yang ditentukan

3. Disporposionate Stratified Random Sampling adalah teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel bila populasi berstrata namun tidak proporsional

Contoh:

Judul : Pengaruh Nilai IPK terhadap Lama Studi Mahasiswa Angkatan 2012 kelas A Ekonomi Pembangunan Universitas negeri Makassar.

                                    Jumlah Populasi : 40 Orang

                                    Jumlah Sampel: 30 Orang

                                    IPK Cum laude : 4 orang (diambil semua)

                                    IPK Memuaskan : 43 orang (diambil 23 orang)

                                    IPK Rendah : 3 orang (diambil semua)

Peneliti akan mengambil seluruh sampel dari IPK rendah dan IPK cum Laude kemudian hanya mengambil sebagian dari IPK memuaskan.

4. Cluster Sampling (area sampling) adalah teknik yang digunakan ketika wilayah yang diteliti sangat luas, misalnya penduduk dari negara, provinsi, atau kabupaten.

Contoh:

Misalnya di Indonesia terdapat 30 Provinsi dan sampel yang akan digunakan sebanyak 20 provinsi. maka pengambilan 20 provinsi itu secara random (namun berdasarkan kriteria yang sesuai dengan penelitian).

Non Probability Sampling  yang merupakan metode pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi sertiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

5. Sampling Sistematis

Sampilng sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut atau menggunakan interval dalam pemilihan sampelnya.

Contoh:

Misalnya akan diambil sampel berdasarkan mahasiswa yang memiliki nomor absen ganjil

Judul : Pengaruh Nilai IPK terhadap Lama Studi Mahasiswa Angkatan 2012 kelas A Ekonomi Pembangunan Universitas negeri Makassar.

Jumlah Populasi : 40 Orang

Jumlah Sampel: 20 Orang

Yang diambil: mahasiswa dengan nomor absen 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19, 21 , 23, 25, 27, 29, 31, 33, 35, 37, 39

*Catatan :

Teknik sampling sistematik pada buku metode penelitian yang ditulis oleh penulis luar negeri mengasumsikan bahwa teknik ini merupakan bagian dari Nonprobability, Misalnya pada buku Neuman, sampling sistematis adalah sampling acak  sederhana dengan prosedur seleksi pintas. semua adalah sama kecuali bukan menggunakan daftar bilangan acak, pertama kita menghitung interval sampling untuk menciptakan metode seleksi kuasi-acak (Neuman, 2013).

6. Sampling Kuota

Sampling Kuota adalah metode penentuan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.

            contoh:

             Judul : Pengaruh Nilai IPK terhadap Lama Studi Mahasiswa Angkatan 2012 kelas A Ekonomi Pembangunan Universitas negeri Makassar.

            Jumlah Populasi : 40 Orang

            Jumlah Sampel: 30 Orang (target 30 orang)

            ketika peneliti tidak mencapai target sebanyak kuota sampel yang ditentukan maka peneliti dipandang belum selesai, karena belum memenuhi kuota yang    ditentukan.

7. Sampling Aksidental

Sampling indsidental adalah teknik pengumoulan sampel secara kebetulan, yang     artinya siapa saja orang yang dianggap cocok maka orang tersebut akan diambil        sampel.

            contoh:

Judul: Eksistensi Budaya Siri’na Pacce pada Masyarakat Kota Makassar

Syarat dan Kondisi : Teknik Aksidental sampling sering digunakan oleh peneliti kualitatif, teknik ini digunakan ketika peneliti belum memiliki Key Informant sehingga mengharuskan peneliti turun kelapangan dan mencari langsung orang yang akan menjadi informant. Sedangkan Peneliti Kualitatif yaitu Prasetyo dan Jannah (2013) mengatakan bahwa teknik penarikan sampel ini didasarkan pada kemudahan (covenience). Sampel dapat terpilih karena berada pada waktu, situasi, dan tempat yang tepat.

           Sampel: Berdasarkan penjelasan di atas sehingga sampel yang diambil adalah orang yang ditemukan di lapangan yang dianggap memenuhi kriteria yang diinginkan.

8. Sampling Purposive

Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu atau orang-orang yang memang memiliki keahlian pada bidang tersebut.

            contoh:

            Persepsi masyarakat terhadap partai politik

            Maka sampelnya harus diambil dari masyarakat yang paham dan tau banyak tentang partai politik.

9. Sampling Jenuh

Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila populasi yang digunakan memiliki kemungkinan besar untuk dijadikan sampel secara keseluruhan (terjangkau).

            contoh:

            Judul : Pengaruh Nilai IPK terhadap Lama Studi Mahasiswa Angkatan 2012 kelas A Ekonomi Pembangunan Universitas negeri Makassar.

            Jumlah Populasi : 40 Orang

            Jumlah Sampel: 40 Orang (hal ini hanya dapat dilakukan jika ke 40 orang   tersebut dapat dijangkau dalam pengambilan data)

            Hal ini biasanya dilakukan untuk penelitian yang memiliki populasi yang kecil

10. Snowball Sampling

Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mulanya berjumlah kecil , kemudian menjadi besar disebabkan sampel awal memberi rekomendasi kepada peneliti untuk mengambil sampel lain dan seterusnya.

            contoh:

            Judul : Faktor peningkatan jumlah geng motor di Makassar Sulawesi Selatan

            Sampelnya tentu saja para geng motor atau pengamat sosial, namun sampel ini meminta peneliti juga mengambil data dari orang-orang yang dianggap jauh lebih paham dari sampel pertama (teknik ini sering ditemukan pada penelitian kualitatif).

 

Daftar Pustaka:

Neuman, W.L. 2013. Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Indeks: Jakarta.

Prasetyo B, Jannah L.M. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Rajawali Pers: Jakarta

Sugiono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta: Bandung

Related Post

Kekuatan dan kelemahan penelitian gabungan KEKUATAN DAN KELEMAHAN PENELITIAN GABUNGANPenelitian gabungan merupakan penelitian yang memadukan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pe...
Grounded Theory Grounded TheoryGrounded Theory atau teori dasar merupakan salah satu pendekatan dalam jenis penelitian kualitatif. Grounded Theory dapat pula dika...
Penelitian Korelasional A. Penelitian KorelasionalPenelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua ...
Jenis validasi penelitian Pengertian Validitas           Validitas sering diartikan dengan kesahihan. Suatu alat ukur disebut memiliki validitas bilamana alat ukur tersebut is...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *