Call us on 081340000336

Home » Artikel » KURANGI KESENJANGAN DEMI PENDIDIKAN YANG LAYAK UNTUK INDONESIA

KURANGI KESENJANGAN DEMI PENDIDIKAN YANG LAYAK UNTUK INDONESIA

Pendidikan merupakan salah satu tolok ukur kemajuan satu bangsa, karena dengan pendidikn generasi suatu bangsa akan dicetak. Sekarang ini pendidikan menjadi hal yang sangat penting, karena pendidikan tidak lagi hanya bertujuan menambah ilmu pengetahuan, namun juga dapat menentukan karir atau pekerjaan seseorang. Dikutip dari Kompasiana, 2014 Ada lima hal yang menjadi alasan pentingnya pendidikan yaitu Memberikan pengetahuan, Untuk karir/pekerjaan, Membangun karakter, Memberikan pencerahan, dan Membantu kemajuan bangsa. Namun pendidikan Indonesia masih dirundung banyak masalah. Sesuai yang dikutip dari Kompasiana, masalah-masalah tersebut disebabkan oleh tiga factor yaitu Biaya pendidikan,  Fasilitas pendidikan yang kurang memadai, dan Rendahnya pemerataan pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan seyogyanya semua masyarakat Indonesia mampu merasakannya , agar kelak akan menjadi manusia yang mampu memajukan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan program wajib belajar 12 tahun dan kartu indonesia pintar yang diterapkan Presiden Jokowi (Edunews, 2016)

Salah satu Peraturan pendidikan, tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, penyelenggaraan pendidikan wajib memegang beberapa prinsip, yakni pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Namun ironinya ada beberapa kesenjangan pendidikan di Indonesia yang tidak sesuai dengan hal tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa kesenjangan merupakan salah satu perwujudan sikap ketidak adilan. UNESCO, 2016 menyoroti tingginya kesenjangan akses pendidikan antara siswa kaya dan miskin di Indonesia. Pihak UNESCO menyatakan bahwa Indonesia termasuk ke dalam golongan yang kesenjangan pendidikannya cukup tinggi. Anak usia sekolah yang berasal dari kalangan ekonomi bawah rata-rata hanya dapat mengakses pendidikan sampai SD atau tidak sampai lulus jenjang SMP.

Beberapa kesenjangan yang terjadi di dunia pendidikan Indoneseia  adalah sebagai berikut: Saat sekolah-sekolah di kota besar berlomba-lomba untuk membuat sekolah berbasis internasional dan teknologi, jauh dipelosok negeri masih banyak sekolah yang bahkan memiliki gedung sekolah tidak layak huni. Dikutip dari Kompasiana.com bahwa dunia pendidikan Indonesia memiliki perbedaan menonjol antara pendidikan di Kota dan di Desa, bukan karena jarak atau lokasi, melainkan lebih kepada sarana prasarana, fasilitas, dan kelengkapan sekolah untuk menunjang pendidikan. Sekolah di desa, banyak yang belum memiliki fasilitas laboratorium, komputer siswa, atau fasilitas lain seperti fasilitas untuk diadakannya ekstrakulikuler. Perbedaan fasilitas tersebut dapat mempengaruhi generasi-generasi yang akan dicetak nantinya antara sekolah yang di Kota dan di Desa. Sumber daya warga desa sebenarnya mampu untuk diasah agar memiliki kemampuan sama seperti dengan mereka yang di kota. Namun karena belum memadainya fasilitas yang mereka harusnya dapatkan, menyebabkan sekolah di desa sedikit mengalami ketertinggalan.

Kesenjangan selanjutnya adalah guru bertumpuk di perkotaan, tetapi tidak jarang kita temui sekolah di pedesaan yang kekurangan guru. Seharusnya setiap sekolah memiliki tenaga pengajar (Guru) yang memadai karena keberadaan guru yang akan menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas. Sebagaimana menurut Ungin (2013) guru adalah pemegang peranan penting dalam pendidikan yang akan menghasilkan SDM yang berkualitas. Terkhusus untuk kesenjangan seperti ini pemerintah mengatur beberapa kebijkan agar guru dapat merata, seperti melakukan program SM3T. Salah satu contoh daerah  tertinggal dalam dunia pendidikannya adalah  Pulo Breuh yang berpenghuni sekira 5.000 jiwa, penduduk terbagi dalam 13 desa. Ada lima SD/sederajat di sana, serta dua SMP, masing-masing di Rinon dan Blang Situngkoh. SMA hanya ada di Blang Situngkoh. Perkara fisik bangunan tak masalah karena semua sekolah sudah permanen. Namun fasilitas dan ketersediaan guru membuat aktivitas belajar mengajar di pulau ini jauh dari harapan. Banyak guru enggan tinggal di sana.( news.okezone, 2015)

Kesenjangan yang sering dialami selanjutnya adalah akses  menuju sekolah yang menjadi salah satu permasalahan dunia pendidikan di daerah. Saat di Kota anak-anak sekolah telah difasilitasi angkutan pribadi atau angkutan umum yang mempersingkat waktu yang digunakan  untuk menuju sekolah, ada beberapa sekolah dipelosok yang merasakan perjuangan melewati rintangan untuk sampai disekolah. Salah satu contohnya yaitu perjuangan anak sekolah yang  harus membuat mereka harus menyebrangi sungai  dengan melewati dan memegangi kawat baja. Tidak adanya jembatan yang menghubungkan antar desa yang menyebabkan terjadinya hal tersebut.  Padahal jika mereka terpeleset sedikit saja pasti akan terjatuh ke sungai yang mengalir deras (Liputan 6, 2015)

            Ketiga kesenjangan yang telah dituliskan secara umum dapat  terjadi dikarenakan tidak meratanya pembangunan dan pelayanan di daerah. Pembangunan di Indonesia saat ini lebih mengutamakan pembangunan di perkotaan, padahal hal ini dapat mempengaruhi perekonomian masyarakat di pedesaan yang sekaligus  dapat  mempengaruhi tingkat pendidikan di Daerah tersebut. Demi pendidikan yang lebih baik ada beberapa yang harus dibenahi dalam pemerataan pendidikan dan system dalam dunia pendidikan Indonesi. Adapun solusi yang ditawarkan adalah pemerintah melakukan pembenahan pembangunan tidak hanya di wilayah kota tetapi juga di daerah pelosok negeri agar semua orang dapat merasakan bukti kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya. Selanjutnya tenaga pengajar yang harus merata. Selain dari tindakan pemerintah untuk memperbaiki dunia pendidikan Indonesia di perlukan juga kesadaran dari warga Indonesia agar lebih memperhatikan dunia pendidikan Indonesia, demi melahirkan generasi yang lebih baik lagi untuk memajukan Indonesia.

http://www.kompasiana.com/henyharyati/5-alasan-pentingnya pendidikan_552e374c6ea834cb238b457d

http://www.kitongbisa.com/single-post/2015/08/31/Ketidak-Merataan-Pendidikan-di-Indonesia

http://news.okezone.com/read/2015/08/11/65/1193969/potret-pendidikan-di-pelosok-negeri-2

http://citizen6.liputan6.com/read/2215493/7-perjuangan-siswa-indonesia-demi-menggapai-cita-cita