Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Kebiasaan Begadang menimbulkan Gejala Insomnia

Kebiasaan Begadang menimbulkan Gejala Insomnia

Semakin padatnya aktivitas, tugas, dan pekerjaan yang harus segera diselesaikan tidak berbanding lurus dengan waktu yang kita miliki. Tak sedikit dari kita yang menyelesaikan tugas tersebut hingga larut malam bahkan dini hari. Akibatnya waktu istirahat menjadi tidak efisien. Hal ini banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Kebiasaan buruk yang demikian kadang diabaikan oleh sebagian besar orang dan akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan dan merugikan diri sendiri. Hal yang lumrah ketika jadwal mahasiswa tidak menentu sehingga karena terlalu sibuk sering mengabaikan waktu untuk tidur. Padahal tidur sangat bermanfaat untuk menghilangkan zat-zat yang tertimbun dan tidak berguna didalam tubuh, memperbaiki selsel yang rusak, pergantian aktivitas kegiatan, juga menurunkan kerja jantung dan paru-paru (Endang, 1982).

Sering begadang mengakibatkan kontrol gula dalam darah menjadi tidak teratur sehingga memicu penyakit diabetes, gagal ginjal, dan jantung bahkan stroke, menurunkan daya tahan tubuh, konsentrasi terganggu dan mudah mengalami stress karena ketika waktu untuk tidur kurang dari 8 jam maka tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat menyebabkan stress. Kebiasaan begadang dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan gejala insomnia atau gejala sulit tidur.

Insomnia merupakan suatu keadaan dimana kuantitas dan kualitas tidur tidak seimbang. Insomnia adalah gejala yang disebabkan dua faktor keluhan yaitu kesulitan untuk tidur dan kesulitan untuk mempertahankan tidur (Kaplan, 1985). Ada banyak faktor yang menjadi penyebab gejala insomnia, misalnya karena depresi dan stress, penggunaan obat-obatan, kafein, nikotin maupun rokok, pola hidup yang tidak baik, waktu tidur terganggu karena padatnya pekerjaan, dan faktor-faktor lingkungan yang tidak mendukung. Untuk mengatasi kebiasaan begadang atau sudah terlanjur menimbulkan gejala insomnia, ada beberapa hal sederhana yang mudah dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan buruk tersebut, misalnya:

  1. Olahraga secara teratur. Beberapa penelitian menyatakan bahwa melakukan olahraga secara teratur pada pagi hari dapat mengurangi penyakit, salah satunya insomnia.
  1. Mengurangi makan makanan berat pada malam hari.
  2. Mengurangi konsumsi minuman yang mengandung stimulan yang menyebabkan tubuh terjaga sepanjang malam misalnya teh, kopi, dan alkohol.
  3. Bangun dan tidur secara teratur setiap hari, karena waktu tidur dan bangun yang tidak teratur dapat mengacaukan jadwal tidur seterusnya.
  4. Kurangi menonton dan membaca majalah/novel sejam sebelum tidur
  5. Lakukan aktifitas relaksasi secara rutin, misalnya mendengarkan musik, atau merendam kaki dengan air hangat selama ± 30 menit. Hal ini dapat merangsang tidur dan mengurangi ketegangan tubuh, karena menyebabkan efek sedasi.
  6. Mengerjakan tugas atau pekerjaan lebih awal, sehingga tidak menyita waktu istrahat/tidur.
  7. Merapikan ruangan dan tempat tidur, mengganti seprei dan sarung bantal agar tidur nyenyak dan nyaman.

 

Friday, 14 February 2014 00:00 KWU LPM-PNL UNM Periode 2013/2014

Related Post

RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMEN SUNGGUHAN Rancangan penelitian eksperimen sungguhan  (True experiment design) merupakan rancangan penelitian eksperimental yang meneliti tentang kemungkinan seb...
Kriteria Penyusunan Hipostesis Penelitian Kriteria Penyusunan Hipotesis PenelitianDalam sebuah penelitian hal yang perlu dilakukan setelah kerangka berpikir adalah penyusunan hipotesis pen...
Penelitian Pre Eksperimen Penelitian Pre-EksperimenPenelitian pre-eksperimen atau pre-experimental designs merupakan rancangan penelitian yang belum dikategorikan sebagai e...
Penelitian Expo-Facto PENELITIAN EXPOST FACTO A. Pengertian Expost Facto Secara harfiah, expost facto berarti “sesudah fakta” karena sebab yang akan diteliti telah mempen...