Artikel

KARPET: Langkah Awal Pembentukan Pemateri Muda

Cuaca sore hari sedang cerah ketika hari ini Rabu (09/02/2011), tim Kajian Rutin Pemateri LPM Penalaran UNM kembali mengadakan ‘KARPET’ Kajian Rutin Pemateri yang kedua kalinya di Rumah Nalar Kompleks Hartaco Indah Blok II A No. 20. Kegiatan yang perdananya dimulai pada hari Senin pekan kedua bulan Februari ini, rencananya rutin dilaksanakan setiap hari Senin dan Rabu sore pukul 16.00 WITA (on time). Hari Senin (07/02/2011) adalah kali pertama Kajian Rutin Pemateri dilaksanakan. Adalah Muh. Eka Prachandra selaku Ketua Bidang Humas membawakan materi ‘Motivasi Menulis’ dan Nursalam selaku Ketua Bidang Diklat LPM Penalaran UNM Periode 2010-2011 menyampaikan materi ‘Pengembangan Ide’. Najib Alfatih selaku moderator yang mengatur jalannya kajian perdana hingga akhir. Kami sangat bersyukur meskipun mereka disibukkan dengan tanggung jawab berat di kepengurusan periode kali ini, namun masih menyempatkan untuk memulai mendukung langkah awal lembaga untuk mendidik dan melatih kemampuan anggota terkait dasar-dasar karya tulis ilmiah serta penelitian.

Setiap pembelajar pastinya memerlukan motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik agar selalu berusaha menambah pengetahuan yang dimiliki hingga saat ini. Motivasi ekstrinsik salah satunya berasal dari sokongan dari orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih dari pembelajar itu sendiri. Kekurangan dan kelemahan terkait konten materi yang disampaikan maupun cara penyajian sebuah materi terkadang tidak pernah lepas dari beragai kekurangan dan kelemahan di sana-sini. Oleh karenanya, tim Kajian Rutin Pemateri mengundang penanggap dari senior LPM Penalaran UNM yang dianggap kompeten dan memiliki kapabilitas dalam hal ini. Agenda dan matriks acara Kajian Rutin Pemateri diadaptasi dari kegiatan sejenis yakni seminar proposal maupun seminar hasil penelitian yang diadakan oleh pihak universitas di setiap jurusan.

Pemaparan dan presentasi dari pemateri selama 15 menit pertama mengawali sesi pertama, sesi kedua adalah tanya jawab dan diskusi dengan peserta juga dengan alokasi waktu 15 menit, dan 15 menit akhir dijadwalkan untuk sesi tanggapan dari penanggap utama. Maksimal dua pemateri yang dijdawalkan hadir akan menghabiskan waktu satu setengah jam sebelum matahari tenggelam hilang ditelan ufuk. Pertemuan perdana yang telah diadakan hari senin lalu, tim mengundang senior LPM Penalaran UNM yakni kanda Umar Ibsal S.Pd dan Erwin Saputra untukmemberikan tanggapan terhadap kedua pemateri yang telah disebutkan di atas. Catatan-catatan, keluhan, saran, dan kritik dari penanggap utama menjadi hal penting.

Proses pembelajaran sesungguhnya berawal dari sini. Kesalahan-kesalahan disertai perbaikan diharapkan dapat segera terjadi. Alhamdulillah, respon baik ditunjukkan oleh anggota LPM Penalaran UNM yang menunjukkan bahwa antusiasme budaya bernalar dan critical thinking masih tinggi. Pertemuan perdana ditutup dengan tawaran langsung saudara Soma Salim, Ilham Baharuddin, dan Andi Indra Wulansari H. untuk menjadi pemateri Kajian Rutin Pemateri selanjutnya. Ketiganya merupakan pengurus LPM Penalaran periode 2010-2011. Menyambut tawaran mereka, tim menjadwalkan Soma Salim dan Ilham Baharuddin membawakan materi pada Kajian Pemateri hari Rabu kemarin. Ilham Baharuddin mengangkat judul ‘Menulis Latar Belakang’ dan Soma Salim menyampaikan materi ‘Teknik Penyusunan Paragraf dan Pengutipan dalam Kajian Pustaka’, serta moderator oleh Ika Syahreni Syafril Sedianya Andi Irhamsyah S.Si dan Arham Rahman S.S –keduanya alumni pengurus LPM Penalaran UNM- yang merupakan penanggap utama yang diundang tidak sempat hadir oleh karena suatu dan lain hal. Namun beliau menyampaikan permohonan maaf. Tim mengundang Meilisa Fitriani Hatta-Dewan Pendamping LPM Penalaran UNM Periode 2010-2011-untuk menjadi penanggap utama pada Kajian Rutin Pemateri di kali kedua.

Menurut pemateri pertama, latar belakang adalah titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca. Latar belakang ini berisi alasan mengapa suatu masalah atau sebuah subjek menarik untuk diteliti. Latar belakang menginformasikan kepada pembaca bahwa masalah yang diteliti itu sangat jelas manfaatnya. Pertanyaan dari peserta kajian disampaikan oleh Misnariah Idrus tentang contoh latar belakang yang berformat deduktif, Akbar Mappiare bertanya mengenai letak kekuatan dan unsur-unsur latar belakang sehingga pembaca menjadi mudah tertarik melanjutkan ekplorasi lebih jauh, dan pertanyaan terakhir dari Ketua Umum Wahyuddin MY yang berkaitan dengan perbedaan analisis pada bagian latar belakang dan bagian hasil & pembahasan. Secara umum, karena ketidaksiapan dan kurangnya contoh serta referensi, pemateri terkesan membiarkan dan tidak memberikan jawaban yang memuaskan kepada peserta yang mengajukan pertanyaan. Materi kedua tentang teknik penyusunan paragraf dan pengutipan dalam kajian pustaka.

Pemateri menjelaskan tentang kreteria pengembangan paragraf yang baik, yakni berdasarkan umum-khusus dan kuhusus umum, sebab-akibat dan akibat-sebab, klasifikasi, analogi, pemberian contoh, serta penyajian fakta. Juga diberikan contoh kalimat dan paragraf yang benar dan salah menurut aturan tata bahasa baku Kemudian pengutipan dalam kajian pustaka dibedakan atas pengutipan langsung dan tidak langsung. Adapun mengenai teknik pengutipan, secara teori terdapat beberapa gaya pengutipan yang sering digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah seperti jurnal dan laporan penelitian pada umumnya. Pemateri tidak menjelaskan lebih jauh tentang perbedaan-perbedaan ini. Sesi selanjutnya yaitu tanya jawab diutarakan oleh beberapa peserta kajian, yakni Syamsul Bachri, Akbar Dedi Hidayat, dan Akbar Mappiare. Umumnya mereka menanyakan teknis penulisan dan kebingungan kebingungan dalam mengutip suatu sumber.

Ada pertanyaan menarik dari Erwin Saputra-alumni pengurus dan dewan pendamping LPM Penalaran UNM-tentang pengutipan ayat dari Al-Qur’an. Selama beberapa waktu beradu agumen -antara penanya, peserta, dan pemateri- diperoleh kesimpulan bahwa pengutipan Al-Qur’an disertakan nama surah dan ayat tanpa halaman. Lalu untuk penulisannya di daftar pustaka boleh disertakan Al-Qur’an sebagai referensi dan boleh juga tidak disertakan, begitu kata pemateri yang alumni MAN Model Makassar. Sebelum bagian penanggap dari penanggap utama memberikan catatan-catatan terkait keseluruhan jalannya kajian rutin pemateri, Wayuddin MY-Ketua Umum LPM Penalaran Periode 2010-2011-juga memberikan komentar terhadap penampilan secara umum kedua pemateri. Interaksi pasif dengan peserta, slide yang terlalu panjang sehingga susah menentukan alur dan skema pembahasan materi. Penanggap utama menggarisbawahi beberapa pion yang mesti dilakukan perbaikan segera mungkin. Pertama, tidak adanya pemateri yang memaparkan tujuan dan pentingnya materi tersebut disampikan, tidak maksimalnya fungsi moderator dalam mengarahkan forum, kurang menguasai body language sehingga terkesan datar-datar saja, tidak mencantumkan referensi file presentasi yang dibuat sehingga tidak memungkinkan peserta untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang materi tersebut, langsung ke permasalahan teknis dan tidak runut.

Kehadiran Erwin Saputra yang akrab disapa kak Erwin turut memberikan tanggapan dan komentar-komentar atas berlangsungnya kajian kali ini. Mentukan topic pembicaraan dan di kertas agar tidak ngalor-ngidul dalam membahas sesuatu, membuat refresh di awal pertemuan dengan seluruh audiens-tanya kabar dan sebagianya-yang hadir, mentukan titik fokus tanpa menghindari kontak mata dengan audiens. Sebanyak 25 peserta kajian yang hadir dengan antusias mengikuti ulasan yang disampaikan. Menurut kak Erwin, pembawaan pribadi dan kesanggupan menguasai forum adalah hal yang sangat penting. Tentu saja itu diperoleh melalui proses pembelajaran seperti ini. Who is the next? It’s time to learn.

10 February 2011 06:34 Mujahid Zul Fadli Aulia Rahman

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close