Call us on 081340000336

Home » Artikel » Karakteristik Penelitian Kuantitatif

Karakteristik Penelitian Kuantitatif

art4-karakteristik penelitian kuantitatif

Penelitian dilakukan dengan tujuan memecahkan masalah yang ada di lingkungan masyarakat. Selain untuk memecahkan masalah yang ada, Penelitian juga berfungsi sebagai upaya mengembangkan pengetahuan dan ide dari si peneliti itu sendiri. Ide inilah yang yang digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan. Sama halnya dengan yang diungkapkan Santoso (2007) Jika kita menghadapi stimulasi (problem), maka kita akan melakukan suatu respons (tindakan) melalui suatu penalaran (logika) tertentu. Olehnya itu, seorang peneliti harus melakukan tindakan ketika menemukan suatu masalah.

Terlepas dari munculnya permsalahan di lingkungan sekitar, seorang peneliti juga harus mengetahui dengan jelas masalah dan penanganan masalah tersebut sehingga ketika melakukan penelitian akan tepat pada sasarannya. Jelas dari segi masalah dan tujuan, serta tepat menggunakan metode penelitian. Sebelum menentukan metode penelitian maka peneliti terlebih dahulu menentukan jenis penelitian yang akan digunakan.

Secara umum, jenis penelitian terdiri dari penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif lebih menekankan pada hasil (produk/outcome) sedangkan penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses dari produk yang dihasilkan. Penentuan jenis penelitian juga dapat didasarkan pada data yang akan dikumpulan. Untuk penelitian kuantitatif data yang terkumpul berbetuk angka sedangkan penelitian kualitatif data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar. Seorang peneliti kuantitatif harus mengetahui secara apa yang menjadi pembeda dari penelitian kualitatif. Untuk itu, perlu adanya pemahaman tentang karakteristik penelitian kuantitatif itu sendiri.

Menurut Sugiyono (2016), karateristik penelitian kuantitatif

  1. Dari segi desain:
    • Spesifik, jelas, rinci.
    • Ditentukan secara mantap sejak awal.
    • Menjadi pegangan langkah demi langkah.
  2. Dari segi tujuan:
    • Menunjukkan hubungan antar variabel.
    • Menguji teori.
    • Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
  3. Dari segi teknik pengumpulan data:
    • Kuesioner.
    • Observasi dan wawancara terstruktur.
  4. Dari segi instrumen penelitian:
    • Test, angket, wawancara terstruktur.
    • Instrumen yang terstandar.
  5. Dari segi data:
    • Kuantitatif.
    • Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen.
  6. Dari segi sampel:
    • Besar
    • Representatif
    • Sedapat mungkin random.
    • Ditentukan sejak awal.
  7. Dari segi analisis:
    • Deduktif
    • Menggunakan statistik untuk menguji hipotesis.
  8. Dari segi hubungan dengan responden:
    • Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya objektif.
    • Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden.
    • Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan.
  9. Dari segi usulan desain:
    • Luas dan rinci.
    • Literatur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti.
    • Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya.
    • Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas.
    • Hipotesis dirumuskan dengan jelas.
    • Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan.
  10. Dari segi waktu penyelesaian:
    • Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan.
  1. Dari segi kepercayaan terhadap hasil penelitian:
    • Pengujian validitas dan reabilitas instrumen.

DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Gempur. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Penerbit Pustaka Publisher.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.