Artikel

Kandungan Polimer Styrene Pada Sterofoam

Makanan yang dibeli kebanyakan selalu berada dalam kemasan. Makanan perlu dikemas agar terlindung dari kotoran dan mikroba. Fungsi lain pengemasan makanan adalah rnelindungi produk pangan dari lingkungan luar. Uap air dan oksigen dari lingkungan luar akan bereaksi dengan produk pangan yang menyebabkan kerusakan produk, terutama produk kering dan produk berminyak yang peka terhadap reaksi oksidasi. Sterofoam menurut Tyas (2011) adalah nama yang dipakai zat polistirena ketika diperdagangkan. Polistirena adalah suatu polimer termoplastik yang terbentuk dari pelomerisasi stirena. Stirena merupakan suatu senyawa organik yang mempunyai rumus kimia C8H8 yang berwujud cair, tidak berwarna, dan mirip seperti minyak. Monomer-monomer stirena bergabung menjadi polistirena melalui rekais polimerisasi adisi.

Sterofoam merupakan salah satu golongan plastik yang merupakan polimer dan terdiri dari monomermonomer penyusunnya. Polimer tersebut merupakan rantai panjang yang tersusun atas molekul-molekul kecil yang sebrulang (monomer). Monomer-monomer pada sterofoam dapat berpindah ke dalam makanan yang dibungkus dan selanjutnya berpindah ke dalam tubuh orang yang mengkonsumsinya. Monomermonomer yang telah masuk ke dalam tubuh tidak larut dalam air sehingga tidak dapat dibuang keluar, baik melalui urine maupun kotoran, sehingga terjadi penumpukan bahan-bahan kimia di dalam tubuh.

Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik di dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker. Bahkan, beberapa lembaga dunia seperti World Health Organization, International Agency for Research on Cancer, dan EPA (Enviromental Protection Agency) telah mengkategorikan sterofoam sebagai bahan karsinogen (bahan penyebab kanker) dan sterofoam juga ditemukan dalam zat pengawet mayat (formalin). Berdasarkan penelitian, pembungkus berbahan dasar plastik rata-rata mengandung 5 ppm formalin. Satu ppm formalin adalah setara dengan satu miligram formalin per kilogram pelastik. Formalin pada plastik atau sterofoam ini merupakan senyawa-senyawa yang terkandung dalam bahan dasar plastik. Namun, zat racun tersebut baru akan luruh ke dalam makanan akibat kondisi panas, seperti saat terkena air atau minyak panas. Oleh sebab itu, hidangan panas yang akan disajikan ke dalam kotak sterofoam sebaiknya didinginkan terlebih dahulu dan diberi alas daun.

Menurut Tyas (2011), Sterofoam berbahaya karena terbuat dari butiran-butiran styrene, yang diproses dengan menggunakan benzena. Padahal benzana termasuk zat yang bisa menimbulkan banyak penyakit. Benzena

bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah. Dibeberapa kasus, benzana bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. Benzena dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang mengandung benzena. Selanjutnya akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit anemia. Efek lainnya, sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus menstruasi dan mengancam kehamilan. Dan yang paling berbahaya, zat ini bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.

27 February 2014 00:00 LITBANG LPM-PNL UNM Periode 2013/2014

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close