Call us on 081340000336

Home » Artikel » JENIS-JENIS VARIABEL PENELITIAN

JENIS-JENIS VARIABEL PENELITIAN

Jenis-jenis variabel penelitian

Penelitian yang telah  peneliti pilih dan rumuskan harus  tahu jenis variabel yang akan digunakan. “Variabel  adalah karakteristik dari orang, objek, atau kejadian yang berbeda dalam nilai-nilai yang dijumpai pada orang, objek, atau kejadian itu.” Bohnsteds (1982).

Kedudukan variabel dalam suatu penelitian menjadi titik penentu kerangka penelitian yang digunakan. Apakah variabel X menentukan variabel Y, atau variabel X didahului variabel R, ataukah ada variabel lain sebagai pengganggu variabel X dan R.  Untuk memahami hal itu secara lebih rinci berikut ini akan dikemukakan jenis, kedudukan, atau fungsi masing-masing variabel dalam suatu penelitian.

  1. Klasifikasi Variabel Berdasarkan Data

Secara umum klasifikasi variabel berdasarkan data dapat dibedakan atas dua bentuk, yaitu:

a. Variabel Deskrit (Descrete Variable)

Merupakan variable kategorikal. Variabel kategorikal merupakan variabel yang pemilihannya dilakukan secara kategorikal dengan memperhatikan perbedaan kualitatif. Variabel ini tidak mempunyai angka pecahan. Jumlah kategori variabel bisa dua dan dapat pula lebih.

Contoh:

– Seks : Laki-laki, Perempuan

– Agama : Islam, Buddha, Katolik, Hindu, Protestan

– Pekerjaan : Guru, ABRI, Pedagang, Nelayan, Petani

– Tempat Tinggal : Rumah Sendiri, Rumah Kontrakan, Asrama

– Kualitas Mobil : Sangat Baik, Baik, Kurang Baik

b.  Variabel Kontinu (Continuous Variable)

Merupakan variabel yang sering disebut sebagai variabel kuantitatif, yaitu variabel yang sinambung, yang memiliki nilai berhubungan atau ada dalam beberapa tingkatan (degree) yang sinambung dari “kurang kepada lebih)” serta dapat menerapkan angka (numeral) terhadap individu atau objek yang berbeda untuk menunjukkan berapa banyak variabel yang mereka miliki. Variabel ini sekurang-kurangnya mempunyai nilai tata jenjang, serta dapat dinyatakan dalam pecahan.

Contoh:

Tinggi badan: 160 cm, 161 cm, 162 cm

  1. Klasifikasi Variabel Berdasarkan Posisi dan Fungsinya dalam Penelitian

Jika ditinjau dari segi posisi dan fungsi; hubungan atau pengaruh masing-masing variabel dalam konteks suatu penelitian, maka penelitian dapat dibedakan atas:

– Variabel Bebas

Variabel bebas atau dibeberapa buku ada yang menyebutnya stimulus/ prediktor/antecendent/ eksogen/independen Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat) (Sugiyono, 2009: 39)

– Variabel Terikat

Merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Biasa juga disebut sebagai variabel dependen, output/kriteria/ konsekuen/endogen/.

– Variabel Kontrol

Merupakan variabel yang tidak dapat dimanipulasi dan digunakan sebagai salah satu cara untuk mengontrol, meminimalkan, atau menetralkan pengaruh aspek tersebut.

– Variabel Extraneous

Merupakan variabel di luar variabel yang diteliti dan mempengaruhi variabel terikat. Jadi dapat disimpulkan variabel extraneous adalah variabel bebas yang tidak dikontrol.

– Variabel antara

Dalam posisinya variabel antara terletak dalam rentang variabel bebas dan variabel terikat, tetapi tidak sama dengan variabel extraneous. Variabel antara terjadi dan berlangsung sebagai akibat adanya variabel bebas dan merupakan sebab utama terjadinya perubahan pada variabel terikat, namun kadang-kadang hubungan atau pengaruh variabel bebas tehadap variabel terikat bisa secara langsung kalau akibat variabel bebas yang dipilih tidak membutuhkan kegiatan perantara  dalam mempengaruhi variabel terikat. Sesuai dengan pendapat Trucman (1988) bahwa variabel antara merupakan variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan tidak langsung dan tidak dapat diamati atau diukur.

– Variabel Anteceden

Secara teoritis fungsi variabel anteceden dalam penelitian sama dengan variabel antara yaitu untuk melacak hasil yang lebih baik dan tepat dalam rangkaian hubungan sebab akibat di antara variabel yang diteliti.  Letak perbedaannya menurut Rosenberg (1968) yaitu variabel antara berada di antara variabel bebas  dan variabel terikat dalam suatu urutan  sebab akibat, sedangkan variabel anteceden  mendahului variabel  bebas.

– Variabel Penekan

Apabila dari hasil analisa awal disimpulkan tidak ada hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, tetapi ketika variabel ketiga dimasukkan ternyata  hubungan itu menjadi tampak. Dalam kasus ini variabel ketiga tersebut menjadi penekan (supprissor variable).

– Variabel Penganggu

Merupakan kebalikan dari variabel penekan, apabila dalam analisis awal menunjukkan ada hubungan positif antara  variabel bebas dan variabel terikat, tetapi  apabila dimasuk variabel ketiga ternyata hubungan antara dua variabel tersebut  menjadi tidak nampak atau hubungannya menjadi negatif.  Dalam kasus ini variabel ketiga tersebut menjadi pengganggu (distorter variable).

 

Daftar Pustaka

A. Muri Yusuf. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.