Artikel

Jenis jenis Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang bersifat khusus dan kompleks dibandingkan dengan teknik pengumpulan data yang lainnya seperti wawancara ataupun angket. Teknik pengumpulan data observasi lebih spesifik dan kompleks karena teknik pengumpulan data ini tidak hanya menjadikan manusia sebagai obyek namum juga  obyek-obyek lain seperti situasi atau kondisi disuatu lingkungan. Seperti yang diakatakan sugiyono (2014) dalam bukunya “metodologi penelitian kombinasi (Mixed Methods)” beliau mengatakan bahwa observasi sebagai teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan dengan teknik pengumpulan data yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka obsevasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. Sedangkan menurut sutrisno (dalam Sugiyono, 2014) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis.

Teknik pengumpulan observasi data ini sebaiknya digunakan ketika ingin mengukur responden (wawancara atau angket) namum juga ingin merekam berbagai fenomena-fenomana yang terjadi pada obyek yang ingin diteliti. Dalam teknik pengumpulan data ini peneliti akan langsung berinterkasi dengan obyek-obyek yang akan ditelitinya. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, kita akan lebih muda dalam memahami seluru situasi yang sedang diteliti sebab teknik pengumpulan data ini membuat peneliti terlibat secara secara langsung terhadap obyek yang di teliti.

Teknik pengumpulan data observasi menurut larry cristensen (dalam Sugiyono, 2014) menyatakan bahwa “in research observation is define as watching of behavioral, patterns of people in certain situations to obtain informatoin about phenomenon of interent. Obsevation is an important way of collecting information about people because people do not always do what they say do”. Dalam penelitian observasi diartikan sebagai pengamat terhadap pola perilaku manusia dalam situasi tertentu, untuk mendapatkan informasi tentang fenomena yang diinginkan. Observasi merupakan cara yang paling penting untuk mendapatkan informasi yang pasti tentang orang, karena apa yang dikatakan orang belum tentu sama dengan apa yang dikerjakan. Selanjutnya creswell (dalam Sugiyono, 2014)  menyatakan “observation is the process of gathering firsthand information by observing people and places at research site”. Observasi merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan tempat pada saat dilakukannya penelitian.

Teknik pengumpulan data observasi dibedakan menjadi dua jenis yaitu pertama participant observation (observasi berperan serta) dan yang kedua adalah non participant observation.

  1. observasi berperan serta

observasi berperan serta adalah dimana peneliti ikut dalam setiap kegiatan sehari-hari, melakukan setiap aktivitas yang dilakukan oleh orang yang di teliti. Merasakan secara langsung lingkungan sehari-hari orang diteliti, baik itu perkerjaannya maupun yang lainnya yang berkaitan dengan lingkuangannya secara langsung sehingga peneliti dapat mengumpulkan data secara lengkap, luas dan akan mengetahui makna dari setiap perilaku karena peneliti ikut terlibat langsung dalam lingkungan orang  yang di teliti tersebut.

Dalam sebuah suku misalnya seseorang yang ingin meneliti suku tersebut dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi berperan serta maka, peneliti akan ikut berbaur dengan kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh suku tersebut. Terlibat secara langsung dalam lingkungannya. Mengetahui dan melihat langsung interaksi yang ada didalam suku tersebut  dengan demikian peneliti akan dapat memperoleh data yang akurat dan tajam tentang obyek yang di telitinya.

  1. Observasi non partisipan

Dalam teknik pengumpulan data observasi non partisipan merupakan kebalikan dari teknik pengumpulan data observasi berperan serta yaitu dimana dalam teknik pengumpulan data ini peneliti tidak terlibat dalam setiap kegiatan obyek yang ditelitinya. Peneliti hanya sebagai pengamat dari obyek yang ditelitinya. Misalkan dalam suku yang ingin diteliti, peneliti hanya akan mengamati bagaimana perilaku masyarakat dari suku tersebut tanpa ikut dalam setiap kegiatan sehari-hari suku tersebut. Peneliti hanya menganalisis dari setiap data yang dicatatnya atau dilihatnya dan kemudian membuat kesimpulan tentang obyek yang ditelitinya. teknik pengumpulan data observasi non partisipan ini tidak akan mendapatkan data yang mendalam seperti teknik pengumpulan data observasi berperan serta karena peneliti hanya sebagai pengamat. Beda dengan teknik pengumpulan data observasi berperan serta yang dimana peneliti ikut berinterkasi secara langsung dalam lingkungan obyek yang ditelitinya sehingga data yang diperoleh lebih akurat dan mendalam.

Kemudian observasi dibedakan menjadi dua yaitu pertama observasi terstruktur dan yang kedua observasi tidak terstruktur

1.Observasi terstruktur

Terstruktur adalah sudah keadaan disusun dan diatur rapi jadi observasi terstruktur merupakan observasi yang telah dirancang secara sistematis dalam artian peneliti sudah mengetahui secara terstruktur pengambilan datanya, mengetahui dengan jelas variabel yang akan diamati.

2. Observasi tidak terstruktur

Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan langkah-langkahnya atau yang belum diketahui. Biasa ini terjadi ketika penelitian belum mengetahui apa yang akan di amati dan belum jelas arah dalam pengambilan datanya.

Daftar Pustaka

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Method). Bandung: Alfabeta.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close