Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Jenis-Jenis Hubungan Antara Variabel

Jenis-Jenis Hubungan Antara Variabel

Istilah variabel memang erat hubungannya dengan penelitian ilmiah dan bermacam-macam arti istilahnya yang sering pula dinyatakan variabel penelitian. Menurut Suryabrata (2013), variabel penelitian juga sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa dan gejala-gejala yang akan diteliti. Dalam penelitian ilmiah mencari hubungan antara variabel adalah sesuatu hal yang sangat penting misalkan saja hubungan antar variabel bebas (Independen/pengaruh) dengan variabel terikat (Dependen/terpengaruh).

Hubungan antar variabel atau sering di kenal hubungan antar dua variabel yaitu variabel bebas (Independen/pengaruh) dengan variabel terikat (Dependen/terpengaruh) dengan simbol X dan Y biasanya dikaitkan dengan analisis hubungan kausal (hubungan sebab akibat). Tetapi menurut Narbuko dan Achmadi (2005), hubungan antara variabel independend dengan variabel dependen tidak selalu merupakan hubungan kausal. Lebih ditegaskan bahwa terdapat variabel yang saling hubungan, tetapi variabel yang satu tidak mempengaruhi variabel yang lainnya.

Walaupun terdapat anggapan untuk mencampuradukan hubungan dengan pengaruh namun kecenderungan lebih tercermin kepada variabel pengaruh dan variabel terpengaruh dan bidang penelitiannya lebih mengarah ke sosial. Usaha untuk mencari hubungan antar variabel sesungguhnya mempunyai tujuan akhir untuk melihat kaitan pengaruh antar variabel-variabel tersebut (Narbuko, 2005). Sehingga apabila hubungan variabel merupakan inti penelitian ilmiah, tentunya perlu untuk diketahui jenis-jenis hubungan antar variabel tersebut. Berikut jenis-jenis hubungan antar variabel menurut Narbuko dan Achmadi (2005), sebagai berikut ;

  1. Hubungan simetris

Hubungan simetri merupakan hubungan variabel tidak di pengaruhi atau disebabkan oleh variabel yang lain. ada empat kategori yaitu:

a). Kedua variabel merupakan indikator dari konsep yang sama.

Misakan kalau “mengerjakan cepat selesai” sedang “hasilnya tepat”, maka kedua variabel tersebut merupakan indikator dari seorang yang intelejen namun tidak bisa di artikan bahwa “karena cepat lalu “hasilnya tepat”.

b). Kedua variabel merupakan akibat dari suatu faktor yang sama.

Misalkan “meningkatnya suatu pelayanan kesehatan dibarengi dengan bertambahnya jumlah pesawat udara. Kedua variabel tersebut tidak saling mempengaruhi,namun keduanya merupakan akibat dari peningkatan pendapatan.

c). Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional.

Misalkan “dimana satu berada yang lain pun pasti disana’’ atau dimana ada guru di sana ada murid”.

d). Hubungan yang kebetulan semata-mata.

Misal “seorang bayi ditimbang dan esok hari dia meninggal”. Berdasarkan kepercayaan kedua tersebut dianggap berkaitan namun di dalam penelitian empiris tidak dapat disimpulkan bahwa bayi tersebut meninggal karena ditimbang.

  1. Hubungan timbal balik

Hubungan timbal balik adalah hubungan dimana suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya (Narbuko dan Achmadi, 2005). Perlu diingat bahwa hubungan timbal balik disini bukanlah hubungan dimana tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi sebab dan variabel yang menjadi akibat. Tetapi yang dimaksud disini ialah apabila pada sesuatu waktu, variabel X mempengaruhi variabel Y, sedang pada waktu yang lain variabel Y mempengaruhi variabel X.

Misalkan : “penanaman modal mendatangkan keuntungan dan pada gilirannya keuntungan akan memungkinkan penanaman modal”. Jelasnya “variabel terpengaruh dapat menjadi variabel pengaruh”.

3.Hubungan A Simetris

Pada pokonnya didalam analisis-analisis sosial terdapat didalam hubungan a simetris ini, dimana satu variabel mempengaruhi variabel yang lainnya.

Dalam hubungan a simetris ini ada beberapa ketentuan hubungan sebagai berikut:

a). Hubungan antara stimulus dan respon

Hubungan yang demikian itulah merupakan sala satu hbungan kausal yang lazim dipergunakan oleh para ahli.

b). Hubungan antara disposisi dan respon.

Hubungan ini menunjukkan kecenderungan untuk menunjukkan respon tertentu dalam situasi tertentu. Contoh hubungan ini misal hubungan antara kepercayaan seseorang dengan kecenderungan memakai obat tradisional, atau keinginan bekerja & frekuensi mencari kerja.

c). Hubungan antara diri individu dan disposisi atau tingkah laku.

Hubungan ini menunjukkan sifat individu yang relative tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan. Misalakan seks, suku bangsa, kebangsaan, pendidikan dan lain-lain.

d). Hubungan antara prekondisi yang perlu dengan akibat tertentu.

Misalkan pedagan kecil yang berkeinginan untuk memperrluas usahanya diperlukan persyaratan pinjaman bank yang lunak, hubungan antara kerja keras dengan keberhasilan jumlah jam belajar dengan nilai yang diperoleh.

e). Hubungan yang imanen antar dua variabel.

Hubungan ini menunjukkan terdapat suatu jalinan yang erat antara variabel satu dengan variabel yang lain. misalkan saja ketika suatu organisasi tersebut besar maka peraturan yang diterapkan semakin ketat.

f). Hubungan antar tujuan (ends) dan cara (means)

Misalkan penelitian tentang hubungan antar kerja keras dan keberhasilan. Jumlah jam belajar dengan nilai yang diperoleh pada waktu ujian.

Daftar Pustaka

Narbuko, cholid dan achmad. 2015. Metodologi penelitian. Jakarta: PT. Bumi Akasara.

Suryabrata, sumardi. 2013. Metodologi penelitian. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada

Related Post

Kekuatan dan kelemahan penelitian gabungan KEKUATAN DAN KELEMAHAN PENELITIAN GABUNGANPenelitian gabungan merupakan penelitian yang memadukan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pe...
Grounded Theory Grounded TheoryGrounded Theory atau teori dasar merupakan salah satu pendekatan dalam jenis penelitian kualitatif. Grounded Theory dapat pula dika...
Penelitian Korelasional A. Penelitian KorelasionalPenelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua ...
Jenis validasi penelitian Pengertian Validitas           Validitas sering diartikan dengan kesahihan. Suatu alat ukur disebut memiliki validitas bilamana alat ukur tersebut is...