Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » JAM ALAMI TUBUH SEBAGAI RITME SIRKADIAN

JAM ALAMI TUBUH SEBAGAI RITME SIRKADIAN

Ritme sirkadian adalah proses biologis yang menunjukkan osilasi endogen dan berulang setiap sekitar 24 jam. Ritme ini didorong oleh jam sirkadian, dan telah banyak diamati pada tanaman, hewan, jamur, dan yanobacteria (Anonim, 2014). Kita diciptakan sangat sempurna, kita mempunyai aktivitas yang bisa kita kendalikan secara sadar dan ada aktivitas yang kita tampa sadar mengendalikannya. Termasuk aktivitas tak sadar ini adalah detak jantung, aliran darah, sinyal lapar dan haus dll. Namun mungkin Anda tidak menyadari bahwa kita mempunyai aktivitas bawah sadar yang di sebut ritme sirkadian. Ritme ini mengatur bangun-tidur kita secara alami pada jam yang kita inginkan atau pada jam yang sama setiap hari. Ritme ini juga mempengaruhi aktivitas tubuh seperti suhu tubuh, sensitivitas nyeri, kewaspadaan mental, kekuatan fisik, dan indra.

Menurut Sugiarti (2010), semua spesies memiliki mekanisme waktu, atau jam alami yang mengontrol periode aktivitas mereka. Jam ini dikenal sebagai ritme sirkadian dan merujuk siklus proses fisiologis dan biologis yang berfluktuasi pada jadwal kira-kira 24 jam. Anda mungkin telah memperhatikan kecenderungan ini sendiri, merasa lebih energik dan waspada selama periode tertentu (misalnya pagi hari) dan lebih lesu dan malas diwaktu lain (misalnya malam hari).

Sementara banyak orang merujuk pada ritme sirkadian sebagai proses tunggal, sebenarnya ada sejumlah jam tubuh yang berosilasi sepanjang hari. Misalnya, kewaspadaan mental cenderung ke puncak pada jam sembilan pagi dan jam sembilan malam, sementara kekuatan fisik cenderung turun pada jam sebelas siang dan jam tujuh malam.

Tubuh mengatur waktu melalui sekelompok kecil sekitar 20.000 neuron di hipotalamus mengendalikan banyak ritme sirkadian tubuh Anda. Dikenal sebagai suprachiasmatic nucleus (SCN), nucleus ini merupakan pusat kendali utama yang bertanggung jawab untuk bertindak sebagai alat pacu jantung internal tubuh. Sedangkan mekanisme yang tepat untuk bagaimana proses ini bekerja belum jelas, isyarat lingkungan mungkin yang mempengaruhi. Sinar matahari mungkin juga yang paling mempengaruhi dalam mengendalikan jadwal tidur-bangun kita sehari-hari. Sinar matahari mempengaruhi ritme sirkadian yaitu ketika sinar matahari menurun pada sore hari, sistem visual mengirimkan sinyal ke inti suprachiasmatic. Selanjutnya, SCN mengirimkan sinyal ke kelenjar pineal untuk meningkatkan produksi hormon melatonin. Hormon ini membantu peningkatan penurunan aktivitas dan membuat Anda merasa semakin mengantuk.

26 March 2014 15:23 LITBANG LPM-PNL UNM Periode 2013/2014

Related Post

Penelitian dan Pengembangan (Research and developm... Pengertian penelitian Pengembangan menurut para ahli Menurut Borg dan Gall menyebutkan bahwa penelitian pengembangan adalah mengembangkan suatu produ...
Penelitian Deskriptif Kuantitatif Apa itu Deskriptif Kuantitatif? Deskriptif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bersifat deskriptif, atau bersifat menggambarkan apa adanya. P...
Uji Linearitas Uji Linearitas Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variable mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan.Pengujian ...
PENELITIAN KAUSAL KOMPARATIF PENELITIAN KAUSAL KOMPARATIF Penelitian causal comperative atau causal comperative research adalah salah satu dari jenis penlitian kuantitatif. Pene...