Artikel

Jaga Kesehatan Demi Terciptanya Kesejahteraan Hidup

Berdasarkan Riset Kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang dilakukan pada tahun 2013 untuk kategori perilaku hidup sehat dan bersih, menyatakan bahwa hanya terdapat sebanyak 32,3% orang Indonesia yang menjalankan praktek perilaku hidup bersih dan sehat. Masih terdapat sebanyak 20 provinsi lagi yang memiliki indikator masalah kebersihan dan kesehatan di bawah rata-rata angka nasional. Saat masa Repelita I (rencana pembangunan lima tahun I) ternyata menunjukkan bahwa dari 1.000 penduduk, rata-rata 45 orang di anataranya menderita sakit.  Kelompok umur yang paling banyak menderita adalah anank-anak usia di bawah 1 bulan, kemudian disusul oleh kelompok umur satu bulan hingga empat tahun. Selain itu, dinyatakan pula bahwa terdapat rata-rata kematian 20 orang setiap 1.000 penduduk untuk setiap tahunnya. Lima puluh persen dari jumlah kematian tersebut merupakan anaak-anak denagn usia di bawah lima tahun. Penyebab utama terjadinya hal tersebut adalah infeksi pada saluran pernapasan, termasuk TBC, infeksi kulit, diare, malaria, dan penyakit mata.

Permasalahan kesehatan yang terjadi pada dasarnya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kurangnya persepsi masyarakat terhadap kesehatan yang relatif rendah, kurangnya tersedianya sarana dan infrastruktur yang mendukung kesehatan masyarakat. Masyarakat sering beranggapan bahwa masalah yang terjadi terhadap kesehatan identik dengan masalah kondisi fisik saja. Namun, menurut UU RI No. 36 Tahun 2009 mengenai Kesehatan menyatakan bahwa kesehatan merupakan keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Masyarakat di negara berkembang, seperti halnya Indonesia, lebih menekankan kepada sickness care daripada healt care, yang mana hal ini sangat bertolak belakang dengan sembongan di kebanyakan negara maju yang menyatakan, “lebih baik mencegah daripada mengobati” atau lebih menekankan pada healt care daripada sickness care. Kontroversi ini sebenarnya tanpa disadari dapat mempengaruhi pendekatan kesehatan masyarakat dalam mencapai derajat kesejahteraan masyarakat. Bagi orang awam, kesehatan sering kali dimaknai secara sederhana yaitu apabila seseorang dengan nyata terhindar dari kesakitan atau masalah fisik. Namun bagi masyarakat yang tertekan, kurang vitalitas, dan katakanlah mereka “tidak merasa sakit”, tidak akan ditunjukkan bahwa mereka memiliki beberapa kesakitan yang spesifik.

Kesehatan merupakan salah satu indeks dari pembangunan masyarakat. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkatkan pembangunan masyarakat, maka perlu perhatian khusus terhadap kesehatan.  Ditegaskan, salah satu ancaman serius terhadap pembangunan kesehatan, khususnya pada kualitas generasi mendatang, adalah stunting. WHO menyatakan stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear yang disebabkan karena adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis dan atau penyakit infeksi kronis berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia (TB/U). Rata-rata angka stunting di Indonesia sebesar 37.2%. Menurut standar WHO, persentase ini termasuk kategori berat.  Menkes juga mencermati angka kejadian pernikahan dini yang masih cukup tinggi dan kerentanan remaja pada perilaku seks berisiko serta HIV/AIDS khususnya pada kelompok usia produktif.

Tingkat kesahatan masyarakat juga memberikan pengaruh yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, guna mengurangi dampak kesehatan yang dapat terjadi, Kemenkes menyelenggarakan Program Indonesia Sehat sebagai upaya dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Program Indonesia Sehat terdiri atas 1) Paradigma Sehat; 2) Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer berupa kartu Indonesia sehat; dan 3) Jaminan Kesehatan Nasional. Ketiganya akan dilakukan dengan menerapkan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko  (health risk).

Paradigma Sehat

Adapun sasaran yang dituju oleh paradigma sehat, yaitu:

  1. penentu kebijakan pada lintas sektor, untuk  memperhatikan dampak kesehatan dari kebijakan yang diambil baik di hulu maupun di hilir;
  2. tenaga kesehatan, yang mengupayakan agar orang sehat tetap sehat atau tidak menjadi sakit, orang sakit menjadi sehat dan orang sakit tidak menjadi lebih sakit;
  3. Institusi Kesehatan, yang diharapkan penerapan standar mutu dan standar tarif dalam pelayanan kepada masyarakat;
  4. Masyarakat, yang merasa kesehatan adalah harta berharga yang harus dijaga

Kartu Indonesia Sehat (KIS)

Kartu Indonesia sehat (KIS) yang diluncurkan pada tanggal 3 November 2014 merupakan wujud program Indonesia Sehat di bawah Pemerintahan Presiden Jokowi. Program memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan;
  2. perluasan cakupan PBI termasuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Bayi Baru Lahir dari peserta Penerima PBI;
  3. Memberikan tambahan manfaat berupa layanan preventif, promotif dan deteksi dini dilaksanakan lebih intensif dan terintegrasi.

Nusantara Sehat (NS)

Sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer untuk mewujudkan Indonesia Sehat Kemenkes membentuk program Nusantara Sehat (NS). Di dalam program ini dilakukan peningkatan jumlah, sebaran, komposisi dan mutu Nakes berbasis pada tim yang memiliki latar belakang berbeda mulai dari dokter, perawat dan Nakes lainnya (pendekatan Team Based). Program NS tidak hanya berfokus pada kegiatan kuratif tetapi juga pada promitif dan prefentif untuk mengamankan kesehatan masyarakatdan daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan Nawa Cita membangun dari pinggiran.

https://www.unilever.co.id/about/who-we-are/yayasan-unilever-indonesia/program-peningkatan-kesehatan-dan-kesejahteraan/

https://www.bappenas.go.id/index.php/download_file/view/8504/6363

http://www.tianshisyariah.co.id/manfaat-kesehatan-masa-depan/

http://www.depkes.go.id/article/print/15020400002/program-indonesia-sehat-untuk-atasi-masalah-kesehatan.html

http://www.indonesian-publichealth.com/stunted-pada-balita/

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close