Call us on 0823-9388-3833

Home » Artikel » Insipirasi bersama Nur Wahidah (Indonesia Mengajar I)

Insipirasi bersama Nur Wahidah (Indonesia Mengajar I)

Gerakan Indonesia Mengajar yang digagas oleh Anies Baswedan, mengajak putra-putri generasi terdidik, berprestasi, dan memiliki semangat juang untuk menjadi guru selama satu tahun penuh. Sebuah ikhtiar untuk memenuhi janji kemerdekaan Indonesia “Mencerdaskan kehidupan Bangsa”. Indonesia Mengajar Angkatan Pertama telah memberikan inspirasi bagi para pemuda. Bersyukurlah, salah satu alumni LPM PENALARAN, yakni Nur Wahidah tergabung sebagai volunter dalam angkatan pertama.

“Satu tahun mengajar, seumur hidup memb eri inspirasi.”

Kalimat di atas merupakan tagline dari Indonesia Mengajar. Tagline tersebut terbukti ketika Nur Wahidah berkunjung di Rumah Nalar, Selasa (3/01/12) dan berbagi  inspirasi bersama anggota, pengurus, dan alumni lainnya. Diskusi dimulai selepas shalat magrib sekitar pukul 18.40 WITA. Diskusi dimulai dengan memberikan gambaran pemuda Indonesia hari ini. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat akan kegiatan Indonesia Mengajar.

Ada banyak pelajaran yang diperoleh dari diskusi tersebut. Di Indonesia Mengajar, Nur Wahidah menceritakan pengalamannya ketika berkumpul dengan berbagai mahasiswa yang berasal dari universitas-universitas terbaik di Indonesia. Satu hal yang menjadi titik poin, bahwa meskipun kita berasal dari UNM namun kemampuan yang kita miliki bisa lebih dibanding yang lainnya. Nur Wahidah juga menyampaikan

bahwa di tingkat nasional UNM masih terkenal dengan kampus yang suka demo, tawuran, dan masih dipenuhi dengan stigma negatif. Bahkan katanya, Menteri Pendidikan pun bertanya, “Di UNM sudah tidak demo lagi?”

Di Indonesia mengajar pun Nur Wahidah mampu menyaksikan potret pendidikan di daerah-daerah terpencil. Daerah yang tak terjamah, tidak dipedulikan oleh  pemerintah. Kesabaran dan semangat yang tinggi menjadi senjata dalam mengahadapi kondisi yang berbeda dalam setiap daerah terpencil.

Pemuda hari ini tidak seharusnya menambah masalah bangsa. Namun pemuda haruslah memperlihatkan kebijaksanaannya. Berkarya dan terus berkarya! Dengan sebuah langkah yang diawali dengan niat yang baik akan selalu menghasilkan sebuah pencapaian yang baik pula. Kita masih minim akan gambaran Indonesia

yang sebenarnya, dengan keanekaragaman yang ada. Sewajarnya, Pemuda harus bertindak nyata dengan memperhatikan kondisi yang ada disekitarnya.

Nur Wahidah pun menekankan tentang asas berbagi dan bermanfaat. Melakukan apa yang bermanfaat dan disekitar kita serta berbagilah dengan orang lain. Ilmu yang selalu dibagikan akan memberikan manfaat yang luas. Di akhir diskusi, Nur Wahidah pun berbagi gagasan, dan saran untuk LPM Penalaran.Yakni, LPM Penalaran di usia ke-14 tahun sudah seharusnya menerbitkan buku dan menyebar luaskan ilmu yang diperoleh dari hasil penelitian. “Penelitian tidak seharusnya berujung pada tumpukan berkas yang usang berdebu, jangan sampai hanya sebatas perhiasan di lemari Nalar.

Berkaryalah, berbagi dan berikan yang bermanfaat!

Wednesday, 04 January 2012 00:52 Humas

Related Post

Penelitian dan Pengembangan (Research and developm... Pengertian penelitian Pengembangan menurut para ahli Menurut Borg dan Gall menyebutkan bahwa penelitian pengembangan adalah mengembangkan suatu produ...
Penelitian Deskriptif Kuantitatif Apa itu Deskriptif Kuantitatif? Deskriptif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bersifat deskriptif, atau bersifat menggambarkan apa adanya. P...
Uji Linearitas Uji Linearitas Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variable mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan.Pengujian ...
PENELITIAN KAUSAL KOMPARATIF PENELITIAN KAUSAL KOMPARATIF Penelitian causal comperative atau causal comperative research adalah salah satu dari jenis penlitian kuantitatif. Pene...