Oleh : Arham Rahman
Kadang sebagian orang berpikir, semua kata-kata guru adalah kebenaran. Tapi, aku lebih suka bilang, kalau guru itu bukan dewa.
Rasanya tidak sulit mengingat-ingat hingar bingar saat sekolah dulu. Saat itu, seorang anak begitu bangga dengan pakaian seragam dan tas tenteng. Banyak anak yang larut dalam pembicaraan tentang pelajaran sekolah, aturan sekolah, seragam baru, buku pelajaran baru, atau tumpukan tugas-tugas dari seorang guru. Siswa dengan seragam, kadang dilindungi tembok tinggi atau pengawasan ketat larut dalam euforia sekolah, tanpa pernah sadar jika ada yang tidak beres di sekelilingnya.
Tidak jarang kita temukan sosok siswa yang progresif, kritis dalam kristalisasi dinamika sekolah. Dari sekolah dasar, terdogma iming-iming sekolah, kesuksesan, dan pemahaman strukturalisasi sistem yang tentunya sistem penguasa. Namun, dari kungkungan itu pun kadang terselip sosok yang mampu menolak mekanisme sekolah. Orang-orang inilah yang kadang lahir dalam konotasi anak nakal, sulit diatur, atau pemberontak yang tidak mau patuh pada aturan sekolah.

Dapatkan email gratis 7.23 GB untuk seluruh member LPM PENALARAN UNM. Alamat email :
Statistik situs LPM PENALARAN UNM dapat Anda lihat disiini:









