You are here:

www.penalaran-unm.org

Makna Posko Tanah: Sebuah Catatan dari In House Training Jiid I

Print PDF

Bulan januari yang lalu saya dan teman-teman mengikuti In House Training Jilid I LPM PENALARAN UNM periode 2008/2009. Kalau 2 tahun lalu dan tahun lalu saya sebagai peserta, maka status saya saat itu sebagai pendamping. Karena status saya sebagai pendamping, tentu saya punya peran yang berbeda dibanding tahu-tahun sebelumnya. Yang jelas saya cukup senang masih bisa berperan serta dalam teknis kegiatan. Semoga dalam jangka waktu dekat ini In House Training Jilid II segera dilaksanakan.

Steering committee (SC) In House Training selaku perancang dan pengarah acara meminta saya dan beberapa kawan-kawan pendamping dan senior untuk turut membantu pelaksanaan outbond. Rancangan yang disusun oleh SC berbentuk pos-pos dan tiap-tiap pos tentu harus ada yang menjadi penjaganya. Kebetulan saya diberi amanah untuk menjaga pos Tanah. Sedangkan teman-teman yang lain menjaga pos Api, Air dan Batu, hampir sama dengan nama-nama negara yang ada di negeri dongeng Avatar.

 

Berdasarkan instruksi SC maka setiap penjaga pos harus memberikan games yang bermanfaat bagi peserta dan mempunyai hikmah yang dapat ditarik dari games itu. Nah saya, di posko tanah, menerapkan gamesTangkap Batu yaitu peserta harus menunjukkan keterampilannya dalam menangkap batu sebesar ibu jari tangan yang saya lemparkan dari atas tanggul pengaman. Ada yang berhasil menangkap batu itu dan ada juga yang tidak bisa. Setelah itu peserta mencoba games selanjutnya yaitu Naik Gunung Yang Tinggi. Kedua games ini sangat cocok dengan lokasi posko tanah yaitu di atas tanggul pengaman luapan air yang cukup tinggi di pinggir sungai Jeneberang. Tanggul yang cukup tinggi ini diibaratkan sebagai gunung tinggi yang harus didaki. games ini menguji kekuatan fisik dan semangat peserta.


Cara bermain Naik Gunung Yang Tinggi adalah peserta pertama harus naik ke puncak tanggul dengan cara jongkok dalam waktu yang saya tentukan. Setelah sampai di puncak peserta kedua boleh naik tanggul dengan cara yang sama dan peserta pertama harus menuruni tanggul ke sisi sebelah dan naik lagi tapi dengan cara jalan biasa saja begitu seterusnya sampai seluruh anggota kelompok berhasil naik. Jika ada peserta yang naik tanggul dengan berdiri atau setengah jongkok maka pendakian harus diulang dari awal dan jika ada salah satu anggota kelompok yang tidak sanggup meneruskan pendakiannya maka boleh dibantu oleh teman-temannya dengan syarat harus dimulai dari awal lagi. Awalnya saya menginginkan peserta turun tanggul juga dengan cara jalan jongkok. Akan tetapi saya agak khawatir dengan kemampuan peserta, jangan sampai terlalu berat.

Sebagaimana biasanya, setiap games yang diterapkan dalam sebuah pelatihan, Up Grading ataupun In house Training pasti mempunyai maksud yang harusnya bisa ditangkap maksudnya oleh peserta. Berikut ini adalah beberapa makna atau hikmah yang dapat petik dari games di posko Tanah yang bisa diterapkan dalam kehidupan berlembaga.

  1. Dalam mengurusi lembaga diperlukan modal berupa semangat yang didukung dengan fisik yang prima. Semangat adalah hal yang membuat orang-orang lemah menjadi kuat dan akan lebih hebat lagi jika memiliki fisik yang kuat. Sehingga segala jenis tugas dapat diselesaikan dengan baik.
  2. Kerjasama tim harus dimantapkan, setiap komponen lembaga harus bisa dan terus berusaha untuk saling memahami tanggung jawab dan saling memahami kondisi masing-masing.
  3. Pengurus lembaga selalu bergelut dengan deadline waktu dan keterbatasan sehingga diperlukan strategi yang tepat dalam mengerjakan sesuatu.
  4. Daya juang (semangat) dan daya tahan sangat diperlukan saat kita merasa lemah. Kadang-kadang pengurus lembaga mempunyai semangat yang kuat saat memulai perkerjaan akan tetapi semangat itu kendur di persimpangan jalan. Harus dipahami bahwa bekerja adalah proses dan tidak selamanya lancar-lancar saja. Biasanya tidak sedikit masalah yang muncul dipertengahan jalan. Pada kondisi seperti ini, maka dibutuhkan daya tahan yang kuat untuk tetap terus mengerjakan kewajiban yang ada.
  5. Setelah berusaha akan ada kemenangan yang digambarkan dengan kesejukan dipuncak tantangan (tanggul). Akan tetapi, pengurus lembaga tidak boleh terlena terlalu lama karena tanggung jawab lebih banyak dibanding dengan waktu yang tersedia. Saya tentu tidak mengatakan bahwa tidak boleh menikmati hasil kerja kita, akan tetapi pengurus lembaga harus selalu waspada dan selalu memanfaatkan waktu dengan baik.

Comments (1)

Subscribe to this comment's feed
cheap ugg boot store
0
It is from Act II Scene I Duke Senior, the banished duke says about uggs bailey button boots Sweet uses of adversity.To quote a part of it “Sweet are the uses of adversity, Which, like the toad, ugly and venomous, And this our life exempt from public haunt Finds tongues in ugg argyle knit sale trees, books in the running.
uggs on sale in uk , August 03, 2010 | url

Write comment

smaller | bigger

busy
Last Updated ( Sunday, 29 March 2009 12:34 )