Seberapa besarkah mujahadah kita dalam mengembangkan lembaga ini? Mana bukti bahwa kita telah menepati janji yang kita ikrarkan pada saat dikukuhkan menjadi anggota sebuah lembaga? Aktif datang dalam rapat baik rapat pengurus, panitia, atau menghadiri kegiatan saja tidak becus. Apakah itu aktualisasi atas ikrar yang kita ucapkan?
Orang-orang yang bergelut dalam sebuah organisasi hendaknya telah mengetahui bahwa konsekuensi bergelut dalam lembaga adalah bertambahnya tugas dan tanggung jawab yang berbanding terbalik dengan lama istirahat (tidur, duduk, cerita-cerita, ngerumpi, pacaran dll). Ketahuilah bahwa berlembaga akan mengurangi waktu untuk santai karena berlembaga itu, bukan untuk bersenang-senang. Akan tetapi, berlembaga adalah tempat untuk melaksanakan tanggung tanggung jawab dengan cara yang menyenangkan. Kalau susah tercapai cara yang menyenangkan itu, maka anggap saja aktivitas berlembaga itu sebagai aktivitas yang menyenangkan karena kita sudah berikrar? Bukankah ikrar itu telah kita ucapkan dengan sadar? saya yakin keputusan untuk berlembaga tidak akan diambil oleh orang gila.
Bukanlah solusi yang tepat jika anda berikrar untuk setia dalam berlembaga tapi kemudian hari mengundurkan diri hanya karena tidak bisa mengatur waktu karena alasan kuliah padat, banyak tugas, laporan menumpuk, sedang bekerja mencari uang untuk persiapan masa depan, membantu orang tua dan sebagainya. Perlu diingat bahwa semua item tersebut diatas adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi dan dijalankan dan tentu akan dimintai pertanggungjawaban baik di dunia maupun di akhirat.Tampaknya, memang ada yang salah dengan cara banyak orang dalam menentukan prioritas, ia mengerjakan dan memenuhi salah satu tanggung jawabnya tapi meninggalkan kewajiban yang lain. Dan pada saat ia kembali beraktivitas di lembaga yang ia tidak memenuhi tanggung jawabnya, yang tumbuh bukanlah rasa bersalah produktif yang membangun tapi rasa bersalah yang reduktif dan merusak.
Pertanyaan lanjutan yang perlu ditanyakan adalah: Apakah kita telah memaksimalkan potensi kita dalam mengawal lembaga? apakah kita telah berkeringat cukup banyak, kelaparan lebih lama atau menangis tersedu sedan dalam melaksanakan Karya Bakti Ilmiah, PMP OAB ataupun PKTIR karena kegiatan kekurangan dana? Apakah kita mampu bertahan pada saat di bilik tidak ada lagi makanan, tidak ada lagi air minum dan tidak ada lagi keceriaan di dalamnya? Sungguh, orang punya karakter dan punya prinsip hidup adalah yang orang mampu berdiri pada saat lingkungan tidak sesuai lagi dengan apa yang diharapkannya.Semoga kita kembali mengingat ikrar yang telah kita ucapkan dalam keheningan. Amin.
Comments (5)
Hmmm
karena kita hr ini berjuang krn pembuktian kata2 kita!
Itulah konsekwensi dr berlembaga
Minim waktu untuk diri sendiri, tidur, makan
Semoga rekan2 yang lain juga bisa merenunginya
...
pesan dari ibu/bapak kepada anaknya...
ternyata pesan dari para orangtua di bilik tercinta.
hehehe!!!
hm, semua amanah yg telah kita terima adalah tanggung jawab yg harus dijalankan.
entah di lembaga, kampus, tempat kerja, dan lainnya.
yg penting kita IKHLAS menjalaninya. semoga bernilai ibadah...
Aminn
Perlu Keikhlasan dan kesadaran disiplin diri sendiri
Memang tidak mudah akan membagi waktu untuk sebuah tanggung jawab dangan keikut sertaan kita dalam suatu lembaga or organisasi , karena akan menuntut disiplin diri yang tinggi dan keikhlasan. Dan itu semua membutuhkan dan proses dari kemauan yang harus ditimbulkan oleh diri sendiri atas konsekuensiinya 

