Ringkasan Penelitian

Implementasi Kebijakan Dana Desa terhadap Pemberdayaan Masyarakat di Desa Je’ne Tallasa Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa

Judul Penelitian:

Implementasi Kebijakan Dana Desa terhadap Pemberdayaan Masyarakat di Desa Je’ne Tallasa Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa


Tahun Penelitian:

2018


Nama Peneliti:

Juanda, Arisnawawi, Aprilia Hapsari, Fadilah Mughni W., Fardin, Musdalifa, Sri Erni Herawati


Latar Belakang:

Dana Desa merupakan anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah yang bersumber  setengah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kabupaten/kota yang dimaksudkan agar desa tersebut dapat mengatur secara mandiri pembangunan dan pemberdayaan dalam meningkatkan pendapatan desa. Dana Desa diperuntukan untuk pemberdayaan masyarakat desa. Pemberdayaan masyarakat desa menurut Permendesa No. 5 Tahun 2015 adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa. Melalui dana desa, setiap desa diharapkan dapat melaksanakan program pemberdayaan masyarakat.

Penelitian yang dilakukan oleh (Muhiddin, 2017) bahwa salah satu masalah yang ada dalam penggunaan dana di Desa Je’ne Tallasa adalah belum dibentuknya lembaga ekonomi desa yang seharusnya ada karena salah satu peruntukan Dana Desa adalah 20% untuk usaha ekonomi rakyat, selanjutnya hal lain yang didapatkan dari penelitian tersebut yaitu Desa Je’ne Tallasa tidak memiliki BUMDes tetapi masih dalam tahap perencanaan padahal telah diperuntukan dana sebesar 20%. Desa Je’ne Tallasa merupakan salah satu desa yang menerima Dana Desa tebesar di Kabupaten Gowa. Dana Desa yang diperoleh desa Je’ne Tallasa sebesar Rp. 338.900.000,00 untuk tahun anggaran 2015/2016. Dari segi pembangunan Desa Je’ne Tallasa sudah termasuk dalam kategori baik, akan tetapi pemberdayaan masyarakat di daerah tersebut tidak sebanding dengan kemajuan pembangunan (Muhiddin, 2017). Hal ini dapat di lihat dari belum adanya program kerja pemerintah yang memaksimalkan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi desa seperti usaha ekonomi rakyat, lembaga ini seharusnya sudah dibentuk karena 20% alokasi Dana Desa diperuntukan bagi usaha ekonomi rakyat yang telah menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat Desa. Adanya ketimpangan antara pembangunan dan pemberdayaan di desa ini membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang implementasi kebijakan Dana Desa terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa Je’ne Tallasa Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa.


Tujuan Penelitian:

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui implementasi kebijakan Dana Desa terhadap pemberdayaan masyarakat di desa Je’ne Tallasa Kecematan Pallanga Kabupaten Gowa.


Metodologi penelitian:

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.

Definisi operasional

Implementasi Kebijakan, Pelakasanan dari kebijakan melalui komunikasi, sumber daya, instruksi atasan terhadap bawahan dan strukur birokasi. Dana Desa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dana yang dikeluarkan dari anggaran pendapatan dan pembelajaan pemerintah yang diperuntukkan untuk desa yang bertujuan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Pemberdayaan masyarakat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemberdayaan yang meningkatkan sikap, kemauan, pengetahuan, keterampilan dan jiwa kewirausahaan dengan memanfaatkan sumber daya melalui kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan prioritas kebutuhan desa yang menjadi masalah desa.

Teknik pengumpulan data

Observasi, wawancara dan dokumentasi.

Teknik Analisis Data

Teknik Analisis data di lapangan menggunakan Model Miles dan Huberman (Ghony, 2012), yaitu:

  1. Reduksi Data

Reduksi data merupakan suatu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lokasi penelitian.

  1. Penyajian Data

Penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

  1. Menarik Kesimpulan

Proses menarik kesimpulan adalah mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi, alur sebab-akibat, dan proposisi.


Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis secara ilmiah dan sistematis dengan menggunakan metode analisis dari Miles dan Huberman (Ghony, 2012) maka diperoleh beberapa informasi terkait dengan masalah implementasi Tallasa Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, sebagai berikut:

1.Komunikasi

Pada penelitian ini mengatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah terkait pemberdayaan masyarakat, kurang berjalan dengan baik. Masyarakat tidak mengetahui program pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah yang disebabkan kurangnya komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Hal tersebut disebabkan sebagian masyarakat kesulitan untuk berkoordinasi dengan kepala desa.

2. Sumber Daya

Masyarakat di Desa Je’ne Tallasa pada umumnya, sudah memiliki kesiapan dalam mengikuti program pemberdayaan masyarakat. Dalam wawancara ini masyarakat memiliki antusias yang sangat tinggi karena hal tersebut merupakan keinginan masyarakat. Namun pemerintah kurang maksimal dalam memberdayakan masyarakat yang dikarenakan pemerintah kesulitan dalam mengetahui antusias masyarakat yang ada di desa Je’ne Tallasa sehingga pemberdayaan pun kurang berjalan dengan baik.

3. Disposisi

Adapun watak dari pemerintahan desa khususnya Kepala Desa yang diperoleh dari hasil wawancara menyatakan bahwa integritas Kepala Desa terhadap masyarakat seperti hubungannya dengan masyarakat dalam aspek komunikasi dimana Kepala Desa kurang dalam hal tersebut. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membawa pengaruh besar terhadap lingkungannya dan menjadi penentu dalam pencapaian tujuan. Hubungan kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat juga sangat diperlukan dalam hal pencapaian tujuaant tadi, karena apabila ada sekat diantara keduanya maka akan menimbulkan masalah berkelanjutan terhadap pengeimplementasian dana kebijakan dana desa khususnya pada pemberdayaan masyarakat Je’ne Tallasa.

Hubungan kerja sama pemerintah dan masyarakat di Desa Je’ne Tallasa tergolong cukup baik, hanya saja sering terkendala karena kurangnya intensitas pertemuan pemerintah desa dan masyarakat terutama dalam musyawarah mengenai kelanjutan program desa. Sebenarnya semua hal tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa jika tidak ada kesadaran antara keduanya. Jadi, hubungan kerja sama adalah hal penting karena dengan adanya kerja sama yang baik maka akan tercipta lingkungan yang baik pula, khususnya di Desa Je’ne Tallasa.

4. Struktur Birokrasi

Pada tahap ini pemerintahan desa Je’ne Tallasa telah melakukan program pemberdayaan masyarakat di mana pengawasan pemberdayaan masyarakat dilakukan oleh badan pengawas desa (BPD). Pemberdayaan masyarakat di desa Je’ne Tallasa tidak diawasi oleh lembaga melainkan oleh aparatur desa dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam penelitian ini peran masyarakat terhadap implementasi pemberdayaan masyarakat di desa Je’ne Tallasa tidak terealisasikan dengan baik sebagai disebutkan sebelumnya. Hasil wawancara informan masyarakat mengatakan bahwa perberdayaan masyarakat belum terealisasikan dengan baik. masyarakat belum mengetahui bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah.

Hambatan ini dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat khususnya dusun Tombolo dan dusun Sanranga tidak mengetahui bentuk pembedayaan yang diadakan oleh pemerintah sehingga masyarakat kurang terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat di desa Je’ne Tallasa dan hanya sebagian kecil yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat.


Simpulan

Pemberdayaan masyarakat di desa Je’ne Tallasa belum terealisasikan dengan baik. Masyarakat belum mengetahui bentuk pemberdayaan karena sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah tidak berjalan maksimal. Misalnya masyarakat di Dusun Tombolo, Dusun Sanranga dan Dusun Pallangga belum mengetahui program pemberdayaan masyarakat yang direncanakan pemerintah.

Adapun watak dari pemerintahan desa khususnya Kepala Desa yang diperoleh dari hasil wawancara menyatakan bahwa integritas Kepala Desa terhadap masyarakat seperti hubungannya dengan masyarakat dalam aspek komunikasi dimana Kepala Desa kurang dalam hal tersebut. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membawa pengaruh besar terhadap lingkungannya dan menjadi penentu dalam pencapaian tujuan. Hubungan kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat juga sangat diperlukan dalam hal pencapaian tujuan tadi, karena apabila ada sekat diantara keduanya maka akan menimbulkan masalah berkelanjutan terhadap pengeimplementasian kebijakan dana desa khususnya pada pemberdayaan masyarakat Je’ne Tallasa.

Masyarakat di Desa Je’ne Tallasa pada umumnya sudah memiliki kesiapan dalam mengikuti program pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara, masyarakat memiliki antusias yang sangat tinggi karena hal tersebut merupakan keinginan masyarakat. Namun, pemerintah kurang maksimal dalam memberdayakan masyarakat yang dikarenakan pemerintah kesulitan dalam mengetahui antusias masyarakat yang ada di desa Je’ne Tallasa sehingga pemberdayaan pun kurang berjalan dengan baik.

Pemberdayaan masyarakat di desa Je’ne Tallasa tidak diawasi

oleh lembaga melainkan oleh aparatur desa dan tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam penelitian ini peran masyarakat terhadap implementasi pemberdayaan di desa Je’ne Tallasa tidak berjalan dengan baik sebagaimana disebutkan sebelumnya. Hasil wawancara informan masyarakat menyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat belum terealisasikan dengan baik karena masyarakat belum mengetahui bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah.

Saran

Penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi bagi penelitian. Dan untuk penelitian selanjutnya diharapkan agar memperhatikan obsevasi awal dan informan ketika melakukan penelitian tentang pemberdayaan masyarakat khususnya yang ada di desa Je’ne Tallasa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close